22.1 C
Sukabumi
Selasa, Juni 18, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Honda dan Suzuki Ketar-ketir, Yamaha Vinoora 125 Dirilis, Desain Retro dan Lampu Unik

sukabumiheadline.com l Yamaha resmi memperkenalkan skutik baru...

Desain Ala Skuter Retro, Intip Spesifikasi dan Harga Suzuki Saluto 125

sukabumiheadline.com l Di belahan dunia lain, Suzuki...

Strategi Komunitas Pedagang Pujasera Cibadak Sukabumi Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

KomunitasStrategi Komunitas Pedagang Pujasera Cibadak Sukabumi Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

SUKABUMIHEADLINES.com l CIBADAK – Pedagang Pujasera Cibadak, sebuah perkumpulan yang beranggotakan para pedagang di Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ketua Pedagang Pujasera Cibadak Jamal Nurlael kepada  paguyubannya telah berdiri sejak lima tahun silam.

“Komunitas ini sudah berjalan selama lima tahun dan terdiri dari 22 anggota,” ucap pria yang akrab dipanggil Amay itu pada Sabtu (26/2/2022).

Amay menambahkan, dari 22 anggota yang bergabung, berasal dari berbagai daerah di Sukabumi. Menurutnya, komunitasnya masih terbuka menerima anggota baru.

“Kami masih terbuka, syarat untuk bergabung ke komunitasnya, harus memiliki skill berjualan dan sanggup mengikuti aturan,” ujar pria berusia 37 tahun itu.

Seperti halnya para pedagang kuliner di daerah lain, Amay mengakui, dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi para pedagang di Pujasera Cibadak.

Bahkan, tak tanggung-tanggung, ia menyebut penjualan kuliner di tempat nongkrong tersebut, anjlok hingga 60 persen. Karenanya, mereka berharap kondisi bisa secepatnya kembali normal.

“Biasanya kami beroperasi dari jam 10 pagi sampai jam 21.00 malam. Namun, pemberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat telah memaksa mereka membereskan dagangannya lebih cepat dari biasanya. Semoga kondisi bisa segera pulih dan bisa ramai pengunjung seperti dulu lagi,” harap Amay.

Selain dampak pandemi, kemunculan kompetitor baru juga membuat mereka harus terus memutar otak berinovasi, baik dari sajian yang dijajakan hingga penataan tempat berjualan.

“Ya mau gak mau kami harus terus berinovasi. Baik dari segi jajanan yang ditawarkan hingga melakukan penataan ulang agar pengunjung merasakan suasana berbeda,” tandasnya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer