Kisah Alice Guo, warga China jadi wali kota di Filipina hasil palsukan identitas divonis seumur hidup

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alice Guo, WN China jadi wali kota di Filipina hasil palsukan identitas - PhilStar

Alice Guo, WN China jadi wali kota di Filipina hasil palsukan identitas - PhilStar

sukabumiheadline.com – Pengadilan Filipina menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Alice Guo, perempuan warga negara China yang terbukti memalsukan identitas sebagai warga Filipina hingga berhasil menduduki jabatan wali kota Bamban, Tarlac.

Alice Guo dinyatakan bersalah setelah pengadilan menemukan keterlibatannya dalam pengelolaan pusat perjudian daring ilegal serta praktik perdagangan manusia. Kegiatan tersebut diketahui mempekerjakan ratusan orang yang direkrut dan dipaksa bekerja di bawah ancaman kekerasan dan penyiksaan.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan penyalahgunaan kewarganegaraan, kejahatan terorganisir, hingga jaringan lintas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelidikan mengungkap bahwa Guo sebenarnya adalah warga negara China bernama Guo Huaping. Meski sejak awal mengklaim sebagai warga Filipina, bukti-bukti yang dikumpulkan aparat menunjukkan ia tidak pernah memenuhi syarat hukum untuk menjabat sebagai pejabat publik.

Bos penipuan online 

Perkara ini mencuat setelah aparat menggerebek sebuah kompleks besar yang dikelola Guo pada Maret 2024. Lokasi yang menyerupai kamp terpadu, di mana berisi gedung perkantoran, vila mewah, hingga kolam renang.

Di balik fasilitas mewah yang tampak dari luar, lokasi itu ternyata menjadi pusat aktivitas penipuan online berskala besar yang melibatkan pekerja dari berbagai negara dan beroperasi secara sistematis.

Lokasi ini menjadi pusat operasi penipuan online yang melibatkan lebih dari 700 orang dari Filipina, China, Vietnam, Malaysia, Taiwan, Indonesia, dan Rwanda. Para pekerja dipaksa menjalankan berbagai skema penipuan, termasuk investasi fiktif dan penipuan asmara, dengan ancaman penyiksaan jika menolak.

“Setelah lebih dari satu tahun, pengadilan memberi kami keputusan yang menguntungkan. Alice Guo dihukum bersama tujuh terdakwa lainnya. Hukuman penjara seumur hidup,” kata Jaksa Olivia Torrevillas, dikutip Senin (19/1/2026)

Pengadilan Manila menegaskan bahwa Guo dan tiga orang lainnya terbukti mengorganisir perdagangan manusia. Sementara empat terdakwa lain dinyatakan bersalah atas tindakan perdagangan manusia.

Pada Juni 2024, pengadilan menyimpulkan bahwa ia tidak pernah memenuhi syarat menjadi pejabat publik. Guo dilaporkan melarikan diri dari Filipina pada Juli 2024 namun berhasil ditangkap di Indonesia pada September tahun yang sama dan dideportasi untuk menjalani proses hukum.

Divonis seumur hidup

Selanjutnya, Pengadilan Negeri Pasig menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Guo dan para terdakwa lain serta memerintahkan pembayaran denda 2 juta peso atau sekitar Rp600 juta per orang.

Mereka juga diwajibkan memberikan kompensasi kepada para korban. Pemerintah turut menyita aset-aset perusahaan yang terhubung dengan operasi ini, termasuk tanah dan bangunan yang digunakan untuk menampung dan memaksa para pekerja.

Kasus Guo memicu kemarahan publik dan mendorong Presiden Ferdinand Marcos Jr. melarang seluruh operasi perjudian lepas pantai atau POGO yang banyak dijalankan warga China.

Pemerintah menilai praktik semacam ini telah berkembang menjadi ancaman serius, bukan hanya dari sisi kejahatan finansial dan perdagangan manusia, tetapi juga terhadap keamanan nasional Filipina.

Berita Terkait

Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI
RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei
Benjamin Netanyahu mau dilengserkan
Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS
Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan
Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu
Indonesia Top 5 negara terbanyak janda, ada AS dan Rusia
Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 07:33 WIB

Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:52 WIB

RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:59 WIB

Benjamin Netanyahu mau dilengserkan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:58 WIB

Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS

Senin, 15 Juni 2026 - 19:50 WIB

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Berita Terbaru