Berapa banyak susu, telur dan daging dihasilkan dari Sukabumi? Ini ulasannya

- Redaksi

Rabu, 3 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi daging ayam dan telur ayam - Ist

Ilustrasi daging ayam dan telur ayam - Ist

sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi tidak hanya dikenal sebagai daerah tujuan wisata karena memiliki banyak destinasi, terutama pantai yang tidak semua daerah memilikinya.

Namun demikian, ada banyak potensi unggulan dari kabupaten terluas di Provinsi Jawa Barat ini yang sangat terbuka untuk dikembangkan. Dari mulai pariwisata yang meliputi gunung, rimba, laut dan sungai yang sudah dikenal hingga ke mancanegara, lalu industri dan manufaktur, pertanian dan perkebunan, hingga perikanan dan lain sebagainya.

Selain itu, mengutip data Renstra Dinas Pertanian 2021-2026, Kabupaten Sukabumi juga memiliki potensi ternak unggulan. Dari mulai sapi, kerbau, hingga kuda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, potensi populasi ternak di Kabupaten Sukabumi berdasarkan jenis pada 2022, adalah kerbau 7,118 ekor, ayam buras 1,676,470 ekor, sapi potong 18,774 ekor, ayam pedaging 48,434,340 ekor, sapi perah 2,075 ekor, dan ayam petelur 5,013,945 ekor.

Selanjutnya, kuda 158 ekor, itik 43,845 ekor, domba 301,122, manila 35,946 ekor, kambing 91,992 ekor, puyuh 181,233 ekor, kelinci 10,750 ekor, dan merpati 1,945 ekor.

Daging

Selain itu, Sukabumi juga terkenal potensi produksi daging. Adapun, untuk daging sapi dan kerbau 2,031 ton, daging domba/kambing 1,938 ton, dan daging unggas sebanyak 52,132 ton.

Susu dan telur 

Sementara untuk telur 40,053 ton dihasilkan dari Sukabumi. Sedangkan susu sapi sebanyak 7,153 ton.

Nah, ternyata daerah terluas di Jawa Barat yang kini memiliki jalan tol ini, dalam proses pemekaran wilayah menjadi dua, yakni Sukabumi dan Sukabumi Utara. Dengan demikian, kelak potensi yang dimiliki kabupaten ini pun akan terbagi dua.

Untuk diketahui, luas wilayah Kabupaten Sukabumi, adalah 4.145,70 kilometer persegi. Baca lengkap: Membanding Jumlah Penduduk dan Luas Wilayah Sukabumi dan Sukabumi Utara

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB