sukabumiheadline.com – Bangunan bersejarah adalah bangunan atau struktur yang memiliki nilai penting dari segi sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, atau arsitektur, berfungsi sebagai saksi bisu peristiwa masa lalu dan warisan yang perlu dilestarikan sebagai identitas dan simbol penghubung antara masa lalu dan masa kini.
Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, bangunan bersejarah berupa gedung publik seperti tempat ibadah, kantor pemerintahan, hingga stasiun kereta api (KA) yang dinilai bersejarah karena memiliki karakteristik tertentu, seperti diuraikan di bawah.
Selain itu, bisa berupa monumen, candi, keraton, hingga situs arkeologis, yang merepresentasikan peradaban, keyakinan, dan gaya hidup masyarakat zaman dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karakteristik bangunan bersejarah
Dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (17/1/2026), dari Magister Perencanaan Kota dan Daerah, berjudul Persepsi masyarakat dan pemerintah terhadap bangunan bersejarah di Kota Salatiga, karya Ruslan Salman dan Ir. Leksono Probo Subanu, Ph.D.,MURP, di laman resmi Universitas Gajah Mada (UGM), bangunan bersejarah memiliki karakteristik yang dapat dibedakan dengan bangunan lainnya, yakni:
- Nilai Universal: Memiliki makna penting yang diakui secara luas.
- Saksi Sejarah: Menjadi bukti fisik dari peristiwa penting atau perkembangan peradaban.
- Nilai Budaya & Ilmu Pengetahuan: Mengandung informasi tentang kebudayaan, kepercayaan, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
- Usia: Seringkali berusia minimal 50 tahun atau lebih, atau memenuhi kriteria penetapan resmi.
Mengapa penting dilestarikan?
Mengapa bangunan bersejarah penting untuk dilestarikan? Ruslan dan Leksono memiliki pandangan, yakni karena:
Ikatan Sejarah: Menjadi jembatan simbolis antara generasi sekarang dan masa lalu.
Identitas & Kebanggaan: Membentuk identitas bangsa dan menumbuhkan rasa bangga akan warisan leluhur.
Pendidikan & Wisata: Sumber belajar sejarah yang nyata dan destinasi wisata yang bernilai edukatif melalui booklet, hingga media sosial dan online.
Menurut Effendy Sholeh dalam bukunya Periklanan di Masa Kini, menyebutkan, bahwa booklet adalah suatu sarana periklanan yang mampu menarik banyak konsumen-konsumen produktif.
Berita Terkait: Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda
Adapun bangunan tertua dan bersejarah di Sukabumi mencakup beberapa situs bersejarah, dari mulai Masjid Agung, lalu Gereja Sidang Kristus sebagai, hingga Vihara Widhi Sakti.
Sementara itu, bangunan kolonial penting lainnya termasuk Rumah Pengasingan Bung Hatta & Syahrir (1926) dan Stasiun Kereta Api Sukabumi (1882) sebagai saksi sejarah penting masa kolonial dan perjuangan kemerdekaan.
Baca Juga: Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa Sukabumi, Diyakini Sudah Berdiri sejak Era Dinasti Ming
Berikut daftar bangunan bersejarah tertua di Kota Sukabumi:
6. Rumah Pengasingan Bung Hatta & Sjahrir

Bangunan di Jalan Bhayangkara yang menjadi saksi bisu pengasingan dua tokoh dan proklamator bangsa pada 1926. Rumah bersejarah ini berada di Jl. Bhayangkara No.157-159, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Baca selengkapnya: Mengenal Cagar Budaya Rumah Tahanan Bung Hatta-Sjahrir di Sukabumi
5. Vihara Widhi Sakti

Didirikan tahun 1912, menjadi vihara tertua di Sukabumi dengan arsitektur Tionghoa yang khas. Bangunan ini berada di Jl. Pajagalan No.20, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Baca selengkapnya: Mengenal Kelenteng Vihara Widhi Sakti di Kota Sukabumi, Tempat Ibadah Umat Budha
4. Gereja Sidang Kristus (Protestansche Kerk)

Didirikan pada 1911, menjadikannya salah satu gereja tertua di Kota Sukabumi dan simbol kehadiran kaum Nasrani di era kolonial. Bangunan ini terletak di Jl. Masjid No. 8, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Baca selengkapnya: Sejarah Gereja Sidang Kristus dan Simbol Toleransi di Kota Sukabumi
3. Gedung Juang 45

Awalnya markas militer Jepang yang dibangun pada 1906, lalu menjadi markas perjuangan kemerdekaan, kini menjadi museum perjuangan dan simbol perlawanan rakyat Sukabumi. Gedung Juang 45 terletak di Jl. Veteran II, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
2. Masjid Agung Sukabumi

Berasal dari akhir 1890-an dengan bangunan awal sederhana, menjadi saksi sejarah penting dan tempat pertama berkibarnya bendera merah putih di Sukabumi setelah kemerdekaan. Masjid yang pernah mengalami renovasi pertama pada 1915 ini, terletak di Jl. Alun-Alun Utara No. 4B, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi
. Baca selengkapnya: Dari Hamparan Padang Rumput Tempat Gembala Sapi Menjadi Masjid Agung Kota Sukabumi
1. Stasiun Kereta Api Sukabumi

Dibangun tahun 1882 oleh Staatsspoorwegen, merupakan peninggalan penting dari masa Hindia Belanda. Stasiun ini terletak di Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.









