Jumlah wanita Sukabumi lebih sedikit ketimbang pria, ternyata bukan karena kematian

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Generasi Babby Boomers dan Alpha - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Generasi Babby Boomers dan Alpha - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Jumlah penduduk perempuan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bertahun-tahun lebih sedikit ketimbang pria. Namun, ternyata hal itu bukan dipicu oleh migrasi penduduk ataupun kematian.

Jika merinci data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi, diperoleh fakta bahwa sejak kelompok usia 0 tahun, penduduk kabupaten ini didominasi laki-laki. Artinya, Jumlah bayi perempuan yang lahir lebih sedikit ketimbang bayi laki-laki.

Padahal secara global, secara alami, jumlah bayi laki-laki yang lahir sedikit lebih banyak daripada bayi perempuan, yakni dengan rasio global sekira 105-106 bayi laki-laki untuk setiap 100 bayi perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, mengapa lebih banyak lahir bayi laki-laki?

Ilustrasi ibu menggendong bayinya pascalahiran - sukabumiheadline.com
Ilustrasi ibu menggendong bayinya pascalahiran – sukabumiheadline.com

Melansir dari NPR, dalam artikel berjudul Why Are More Baby Boys Born Than Girls?, secara alami, jumlah bayi laki-laki yang lahir memang sedikit lebih banyak daripada bayi perempuan—dengan rasio global sekira 105-106 bayi laki-laki untuk setiap 100 bayi perempuan.

“Hal ini terjadi karena ukuran sperma pembawa kromosom Y lebih ringan dan bergerak lebih cepat, serta adanya mekanisme kompensasi alamiah di mana tingkat kerentanan kematian janin atau anak laki-laki di usia dini lebih tinggi,” katanya, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (18/8/2026).

Secara biologis, hal itu dipengaruhi sifat sperma Y, yakni sel sperma yang membawa kromosom Y (penentu jenis kelamin laki-laki) berukuran sedikit lebih kecil dan ringan daripada sperma kromosom X, sehingga mampu bergerak lebih cepat untuk mencapai sel telur.

“Selain itu, karena keseimbangan alam (kompensasi), di mana bayi laki-laki memiliki risiko keguguran atau kematian pada masa kanak-kanak yang lebih tinggi. Kelebihan jumlah saat lahir berfungsi menjaga keseimbangan rasio populasi saat dewasa nanti,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan memiliki anak laki-laki atau perempuan juga dipengaruhi oleh faktor genetik dari pihak ayah dalam memproduksi jenis sperma.

“Namun demikian, ada faktor kksternal yang juga tak bisa diabaikan, di mana peristiwa tertentu seperti pasca-perang (dikenal sebagai reset/war effect) atau tekanan lingkungan ekstrem kadang kala memicu pergeseran statistik kecil pada peningkatan kelahiran bayi laki-laki, meski pemicu pastinya masih diteliti oleh ilmuwan.”

Jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi menurut kelompok usia

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bagian Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis
Kelamin di Kabupaten Sukabumi (jiwa), 2025, berikut adalah rincian jumlah penduduk laki-laki dan perempuan, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (18/8/2026).

0–4: Laki-laki 114.898 jiwa, Perempuan 110.284 jiwa, total 225.182 jiwa

  • 5–9: Laki-laki 110.440 jiwa, Perempuan 106.145, total 216.585 jiwa
  • 10–14: Laki-laki 112.569 jiwa, Perempuan 108.378 jiwa, total 220.947 jiwa
  • 15–19; Laki-laki 118.143 jiwa, Perempuan 111.759 jiwa, total 229.902 jiwa
  • 20–24: Laki-laki 121.920 jiwa, Perempuan 114.215 jiwa, total 236.135 jiwa
  • 25–24: Laki-laki 122.114 jiwa, Perempuan 113.202 jiwa, total 235.316 jiwa
  • 30–34: Laki-laki 115.025 jiwa, Perempuan 109.489 jiwa, total 224.514 jiwa
  • 35–39: Laki-laki 109.418 jiwa, Perempuan 108.950 jiwa, total 218.368
  • 40–44: Laki-laki 98.337 jiwa, Perempuan 99.010 jiwa, total 197.347 jiwa
  • 45–49 Laki-laki 90.793 jiwa, Perempuan 92.728 jiwa, total 183.521 jiwa
  • 50–54: Laki-laki 84.305 jiwa, Perempuan 86.686 jiwa, total 170.991 jiwa
  • 55–59: Laki-laki 74.070 jiwa, total 76.040 jiwa, total 150.110 jiwa
  • 60–64: Laki-laki 63.963 jiwa, Perempuan 62.932 jiwa, total 126.895 jiwa
  • 65–69: Laki-laki 48.183 jiwa, Perempuan 46.078 jiwa, total 94.261
  • 70–74: Laki-laki 32.174 jiwa, Perempuan 30.905 jiwa, total 63.079 jiwa
  • 75+: Laki-laki 28.093 jiwa, Perempuan 30.861 jiwa, total 58.954 jiwa

Berdasarkan data di atas, total penduduk Kabupaten Sukabumi pada 2025, adalah 1.444.445 jiwa laki-laki, dan 1.407.662 jiwa perempuan, total 2.852.107 jiwa.

Untuk informasi, data merupakan Hasil Proyeksi Penduduk Interim 2020–2025 (Pertengahan tahun/Juni), Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat 2020-2035, diolah oleh pihak BPS.

Berita Terkait

Menghitung angka drop out pelajar di Kabupaten Sukabumi 2026: SD juara 3, SMP dan SMA?
Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia
Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat
9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk
Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD
Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi
Top 10 kecamatan lumbung padi Sukabumi, bandingkan dengan Jawa Barat dan Indonesia
Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:12 WIB

Jumlah wanita Sukabumi lebih sedikit ketimbang pria, ternyata bukan karena kematian

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Menghitung angka drop out pelajar di Kabupaten Sukabumi 2026: SD juara 3, SMP dan SMA?

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:52 WIB

Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia

Senin, 20 Juli 2026 - 01:50 WIB

Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:01 WIB

9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk

Berita Terbaru

Honda Dunk - Honda

Otomotif

Honda Dunk, skuter matic si irit BBM dijual cuma segini

Selasa, 18 Agu 2026 - 03:30 WIB

Ilustrasi istri memarahi suami yang berada di dalam penjara - sukabumiheadline.com

Hikmah

Suami dipenjara, tiga madzhab melarang istri gugat cerai

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:38 WIB