sukabumiheadline.com – Jurusan kuliah memiliki pengaruh terhadap prospek pekerjaan dan potensi penghasilan seseorang setelah lulus. Setiap bidang studi menawarkan peluang yang berbeda, baik dari sisi tingkat pengangguran maupun kesesuaian antara pendidikan dan pekerjaan.
Diberitakan The Hill, sejumlah jurusan tercatat memiliki tingkat pengangguran yang relatif rendah. Menariknya, jurusan-jurusan tersebut cenderung memiliki satu kesamaan, yakni berkaitan dengan pekerjaan yang membutuhkan interaksi langsung dengan orang lain dan relatif sulit dilakukan sepenuhnya secara daring atau digantikan oleh teknologi.
Temuan tersebut berasal dari analisis Federal Reserve Bank of New York (New York Fed) terhadap kondisi lulusan perguruan tinggi dari 73 jurusan, menggunakan data Biro Sensus AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, pekerjaan yang mengandalkan interaksi langsung antarmanusia masih menunjukkan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi.
Pengangguran terselubung
Pengangguran terselubung adalah kondisi ketika seseorang tampak memiliki pekerjaan secara statistik, tetapi produktivitasnya sangat rendah karena tenaga kerja yang ada melebihi kebutuhan. Akibatnya, pekerjaan tersebut sebenarnya bisa diselesaikan dengan jumlah orang yang lebih sedikit.
Penyebab utama pengangguran terselubung, adalah jumlah pekerja di suatu tempat melebihi kapasitas atau beban tugas yang ada. Selain itu, ketidaksesuaian antara keterampilan pekerja dan bidang pekerjaannya.
Penyebab pengangguran terselubung juga dipicu keberadaan pekerja tambahan demi alasan sosial atau keluarga, bukan karena kebutuhan produksi yang riil.
Sebagai contoh, sebuah keluarga mempekerjakan lima orang di sawah kecil, padahal pekerjaan tersebut sebenarnya cukup dikerjakan oleh dua orang saja. Contoh lainnya, perekrutan pegawai berlebih yang membuat sebagian staf hanya memiliki sedikit tugas atau minim fungsi signifikan setiap harinya.
10 jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran terselubung
Sebagai gambaran, tingkat pengangguran terselubung secara keseluruhan untuk lulusan perguruan tinggi baru mencapai 39,4 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pilihan jurusan kuliah dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peluang seseorang mendapatkan pekerjaan setelah lulus, termasuk pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikannya.
Namun, tingkat pengangguran dan underemployment bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan prospek sebuah jurusan. Faktor lain seperti pengalaman kerja, keterampilan, lokasi, serta kondisi pasar tenaga kerja juga turut memengaruhi peluang seseorang dalam mendapatkan pekerjaan.
Berikut tingkat pengangguran terselubung menurut jurusan kuliah, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (21/8/2026).
- Keperawatan: 12,8 persen
- Teknik dirgantara: 14,7 persen
- Teknik sipil: 15,6 persen
- Teknik komputer: 15,8 persen
- Pendidikan khusus: 16,0 persen
- Pendidikan dasar: 16,2 persen
- Teknik kimia: 17,9 persen
- Jasa konstruksi: 17,9 persen
- Ilmu komputer: 19,1 persen
- Teknik mesin: 20,1 persen









