sukabumiheadline.com – Perdagangan saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), perusahaan milik bos Persib Bandung, Glenn Timothy Sugita, dihentikan sementara atau suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (9/9/2026).
Keputusan penghentian sementara tersebut, menurut BEI, karena harga saham kongsi Glenn Sugita dan Garibaldi ‘Boy’ Thohir itu telah melejit signifikan dalam kurun waktu yang singkat. Suspensi menjadi bagian dari upaya bursa untuk melindungi investor.
“BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham MGLV pada 9 September 2026,” dikutip sukabuniheadline.com dari pengumuman BEI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suspensi itu bertujuan untuk memberi waktu yang memadai kepada para pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi yang cermat pada saham MGLV. Adapun, penghentian sementara perdagangan saham MGLV dilakukan pada pasar reguler dan pasar tunai.
Saham MGLV telah menguat 575% ke level Rp14.850 per saham year-to-date. Malahan, saham yang sebelumnya bernama PT Panca Wisesa Anugerah Tbk itu telah menguat 1.314% secara tahunan.

Reli saham MGLV itu terjadi selepas Glenn Sugita dan Suriyanto mengambil alih Panca Wisesa Anugerah yang awalnya bergerak pada bisnis perangkat interior hunian mewah.
Di tangan bos persib itu, MGLV kini fokus pada bisnis high-density data center dan infrastruktur layanan cloud computing, AI serta kebutuhan infrastruktur digital lainnya.
Pergantian fokus bisnis itu bermula saat perusahaan yang juga menjadi sponsor Persib itu mengakuisisi 78,74% saham MGLV yang dimiliki PT Trijaya Wisesa Makmur (TJM) pada Februari 2026.
Belakangan, afiliasi Boy Thohir masuk sebagai pemegang saham minoritas MGLV setelah diambil alih Glenn Sugita. Boy Thohir memegang sekitar 7,11% saham MGLV lewat Trinugraha Thohir Harmoni (4,86%) dan Trinugraha Thohir (2,25%).
Investor institusi lain yang ikut menghimpit saham MGLV di antaranya Andromeda Technology Investama sebesar 2,52%, Celera Makmoer Indonesia sebesar 2,2%, Prima Andalan Mndiri 1,87%, FTG Asset maangement 1,72%, Mandala Timur Invesrindo sebesar 1,68%, Citibank sebesar 1,23% dan Bank of Singapore sebesar 1,23%.









