Gerindra: Era Prabowo jauh lebih demokratis dibanding pemerintah sebelumnya

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Politikus Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto jauh lebih demokratis daripada pemerintah yang sebelumnya. Ia beralasan, pemerintahan Prabowo tidak terlalu menjadikan hukum sebagai alat kekuasaan.

“Kalau kita lihat corak ya kan ya, pemerintahan Pak Prabowo saat ini dengan sebelumnya, mohon maaf, sekarang jauh lebih demokratis,” kata Ketua Komisi III DPR RI itu dalam rapat Komisi III DPR bersama advokat terkait RUU Perampasan Aset, dikutip dari TVR Parlemen, Rabu (9/9/2026).

“Gejala menjadikan hukum sebagai alat kekuasaan menurut saya sekarang jauh lebih ringan daripada pemerintahan sebelumnya,” lanjut Habiburokhman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Habiburokhman juga mengaku dirinya pernah merasakan menjadi oposisi sebelum bergabung ke pemerintahan. Ia mengaku sangat sakit ketika melihat penguasa menjadikan hukum sebagai alat politik. Karenanya, ia khawatir suatu saat nanti setelah RUU Perampasan Aset disahkan, akan disalahgunakan kekuasaan.

“Saya pernah di oposisi juga sebelum saya di pemerintahan, pendukung partai pemerintah. Sakit sekali rasanya ketika hukum jadi alat politik, alat kekuasaan. Bagaimana kelak ketika kita tidak di kekuasaan, undang-undang ini digunakan oleh orang yang berkuasa untuk alat kekuasaannya? Itulah yang selalu kami pikirkan,” kata dia.

Habiburokhman menyebut, DPR selalu berpikir bagaimana cara RUU Perampasan Aset tidak dijadikan alat abuse of power.

“Harus berpikir kita jangan di posisi sekarang pemegang kekuasaan. Harus berpikir kita ada di posisi rakyat biasa yang lemah, ada di oposisi mungkin yang berseberangan,” pinta dia.

Berita Terkait

Poltracking: Survei elektabilitas 19 parpol, PSI 2,9% meski Jokowi turun gunung
Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep Japar
SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%
Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan
Kepala Bakom RI ajak Anies Baswedan gabung Kabinet Prabowo, Syahganda: Jangan malu-malu
Eksekutor pecah kaca dan gembos ban beromzet Rp4,1 miliar diringkus di Sukabumi
Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Wapres, Gibranisti: Kampungan
Ogah punya wapres tak punya ijazah SMA, Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Gibran

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Poltracking: Survei elektabilitas 19 parpol, PSI 2,9% meski Jokowi turun gunung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep Japar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:00 WIB

SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kepala Bakom RI ajak Anies Baswedan gabung Kabinet Prabowo, Syahganda: Jangan malu-malu

Berita Terbaru