Profil Mr R Syamsudin: 5 fakta tokoh asal Sukabumi, didukung Kapolri jadi Pahlawan Nasional

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mr R Syamsudin, SH - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Mr R Syamsudin, SH - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Warga Sukabumi tentunya sudah tak asing dengan nama Rumah Sakit (RS) Bunut, nama populer untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin, SH Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Selain diabadikan menjadi nama RS, namanya juga diabadikan menjadi nama jalan. Namun demikian, meskipun memiliki jasa besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, ternyata R Syamsudin belum mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Hal itu membuat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merasa perlu menyampaikan dukungan penuh terhadap usulan pengangkatan Pahlawan Nasional bagi R Syamsudin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan tersebut disampaikan Kapolri Listyo Sigit saat menghadiri kegiatan Kemah Nasional Pramuka PUI di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (3/9/2026) lalu.

Dalam pernyataannya di hadapan ribuan hadirin, Listyo menilai R Syamsudin memiliki jasa besar yang tidak boleh dilupakan. Sejarah mencatat, ia pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

“Tentunya saya juga mendukung tadi usulan dari Bapak Dewan Syura untuk mengusulkan Pak Mr Syamsudin menjadi Pahlawan Nasional,” kata Listyo.

Untuk itu, Kapolri menekankan, pentingnya peran pemerintah daerah bersama pemerintah pusat untuk lebih aktif dalam memperjuangkan Mr R Syamsudin diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

“Ini tentunya PR dari Pak Bupati, Pak Wali Kota, dan tentunya wabilkhusus yang sekarang berada di Staf Kepresidenan karena tinggal melangkah satu langkah, sudah dekat. Kalau saya bagian mengawal dari belakang,” ungkapnya.

Kapolri berharap seluruh pihak melakukan koordinasi intensif memperjuangkan hal tersebut, sehingga akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Sukabumi.

“Sehingga kemudian tahun depan kita harapkan gelar Pahlawan Nasional ini bisa melengkapi dari para pahlawan-pahlawan nasional pendiri PUI yang sudah mendapatkan gelar tersebut,” pungkas Kapolri.

5 fakta R Syamsudin, SH

RSUD R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi
RSUD R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi – Ist

R. Syamsudin atau Raden Sjamsoeddin dalam ejaan lama adalah tokoh pejuang dari Kota Mochi. Namun sayangnya, banyak warga Sukabumi yang tidak mengenal layar belakang keluarga, pendidikan dan pemikiran pemikirannya yang bisa dijadikan tauladan bagi generasi saat ini.

Berikut adalah 5 fakta R Syamsudin, SH, dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.

1. Lahir di Sukabumi dan Meninggal Dunia di Usia Muda

Raden Sjamsoeddin atau R. Syamsudin lahir di Sukabumi pada 1 Januari 1908. Ia meninggal dunia di Jakarta pada 15 Oktober 1950 dalam usia yang relatif masih muda, yakni 42 tahun.

Jenazah R. Syamsudin dishalatkan di Masjid Luhur Sukabumi dan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ciandam, Kota Sukabumi.

2. Lahir dari Keluar Ulama

Ia merupakan Putra dari Hoofd Penghulu Sukabumi, R.H. Ahmad Juwaeni, seorang tokoh ulama Pakauman Sukabumi, yang senantiasa di kritisi oleh K.H. Ahmad Sanusi sekaitan dengan tugas-tugas ulama pakauman, di antaranya pengumpul Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan lain-lain yang dianggap oleh Ahmad Sanusi tidak sesuai/menyimpang dari nasihat Islam yang sebenarnya.

3. Latar Belakang Pendidikan

R. Syamsudin mengenyam pendidikan di Sekolah Agama di Sukabumi tahun 1915. Kemudian melanjutkan ke ELS (Europesche Lagere) di Sukabumi tahun 1926, lalu AMS (Algemene Middelbare School) di Bandung tahun 1929, dan RH (Rechtoge School).

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Leiden Anggota Hukum di Belanda, Lulus dengan Predikat Cum Laude pada tanggal 4 Oktober 1935.

4. Jabatan yang Pernah Diemban R. Syamsuddin 

R. Syamsudin pernah menjabat Wali Kota Sukabumi pertama selama era pendudukan Jepang dan di awal-awal kemerdekaan.

Ia juga tercatat sempat menjadi anggota Badan Penyelenggara Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Menteri Penerangan dan juga Wakil Perdana Menteri I pada Kabinet Amir Sjarifuddin II (masa bakti 11 November 1947-29 Januari 1948).

Berikut daftar lengkap jabatan yang pernah diemban R. Syamsudin:

  1. Tahun 1937 menjadi Volientair di Algemeene Secretaris Bogor.
  2. Tahun 1938 menjadi Comerse Redaktur di Deptemen Urusan Ekonomi Jakarta
  3. Tahun 1940 menjadi Loco Burgemeester (Wakil Walikota) Bogor
  4. Tanggal 20 Januari 1941 diangkatkan menjadi Anggota Volksraad mengganti kedudukan Almarhum M.H. Thamrin
  5. Tahun 1942 menjadi Ketua Muda Partai Indonesia Raya (Parindea)
  6. Tanggal 18 April 1942 menjadi (Ketua) Gerakan 3 A (San A Undo Tyuoo Honburtyo atau Jepang Cahaya Indonesia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Pemimpin Indonesia). Dalam rangka mempercepat tugas-tugasnya sebagai Ketua 3A, ia menerbitkan Surat Kabar yang bernama Asia Raya (Asia Raya,12 Mei 1942)
  7. Tanggal 1 Mei 1943 menjadi Wakil Ketua dari Kantor Luhur Pusat Norma budaya istiadat (Keimin Bunka Shidosho Tyuoo Honbu Zityo) di Jakarta
  8. Tahun 1943 diangkatkan oleh Ir. Sukarno menjadi Kepala Anggota Keselamatan di Kantor Luhur Putera di Jakarta
  9. Tanggal 4 Oktober 1943 menjadi menjadi anggota Cuo Sangi In oleh Saiko Sikikan di Jakarta
  10. Tanggal 1 Maret 1944 diangkatkan menjadi Kaigikatyo dari Kantor Luhur Jawa Hookookai
  11. Tanggal 2 November 1944 menjadi Walikota (Shicho) Kota Sukabumi (Sukabumi Shi)
  12. Tanggal 28 Mei 1945 menjadi anggota BPUPKI
  13. Tanggal 1 Oktober 1945 dikukuhkan menjadi Walikota Sukabumi oleh BKR Sukabumi pimpinan K.H. Acun Basyuni dan KNID Kota Praja Sukabumi yang diketuai oleh dr. Sisa dari pembakaran Hanifah
  14. Selang tahun 1945 –1946 menjabat Komandan Hizbullah yang mempunyai kedudukan di Pondok Pesantren Gunung Puyuh Sukabumi
  15. Tahun 1947 ikut Hijrah ke Yogyakarta beserta pejabat pemerintah RI lainnya sebagai konsekwensi dari kontrak Renville selang Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda
  16. Tanggal 11 November 1947 s.d. 29 Januari 1948 menjadi Wakil Perdana Menteri 1 mewakili Masyumi (pada Kabinet Amir Sjarifuddin II)
  17. Tanggal 4 Agustus 1949 s.d. 20 Desember 1949 menjadi Menteri Penerangan mewakili Masyumi (pada Kabinet Moh, Hatta II ) berdasarkan Penetapan Presiden Nomor 6 Tahun 1949
  18. Tanggal 23 Januari 1950 s.d. 15 Oktober 1950 (sampai dengan meninggal dunia), Era Kabinet Muhammad Natsir jilid 2 ia diangkatkan menjadi Duta Luhur Luar Biasa berkuasa penuh pada Pemerintah Republik Pakistan berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 75 Tahun 1950.

Baca Juga:

5. Pernah Nyantri ke KH. Ahmad Sanusi

Meskipun, disebutkan di awal, KH. Ahmad Sanusi kerap mengkritik ayahandanya, namun R. Syamsudin sangat tertarik dengan pemikiran KH. Ahmad Sanusi.

Belakangnya, R. Syamsudin memutuskan untuk menjadi murid dan pengikut sosok yang kini telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional itu.

Bahkan, R. Syamsudin kemudian menjadi anggota dan pengurus Al-Ittihadiyatul Islamiyyah yang bertukar nama menjadi Persatuan Ummat Islam (PUI) Tahun 1944.

Untuk mengenang jasa-jasanya Pemerintah Kota Sukabumi mengabadikan namanya pada nama RSUD R. Syamsudin, SH di Jl. Rumah Sakit No.1, Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Kemudian, atas saran Ir. Sukarno namanya diabadikan pula menjadi nama jalan di depan Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Sukabumi.

Kemudian, Presiden Republik Indonesia ke-2, H.M. Suharto menganugerahkan Bintang Maha Putra Utama pada tanggal 12 Agustus 1996 di Jakarta.

Berita Terkait

Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Daftar tokoh bergelar SH diabadikan jadi nama jalan, nomor 17 asal Sukabumi
Profil dan kisah hidup Tan Boen Soan: jurnalis dan novelis asal Sukabumi, lahir 1905
Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat
Mengenal agama Suku Sunda
Kampanye hemat air, AMDK Organic Spring Australia sertakan hadits Nabi SAW di tag
Mengenal komunitas Muslim Cham, fans Timnas Indonesia tidak shalat dan puasa
Ustadz Zaidul Akbar: Suami dungu yang serahkan semua gajinya ke istri

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:00 WIB

Profil Mr R Syamsudin: 5 fakta tokoh asal Sukabumi, didukung Kapolri jadi Pahlawan Nasional

Senin, 7 September 2026 - 15:02 WIB

Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya

Sabtu, 5 September 2026 - 00:58 WIB

Daftar tokoh bergelar SH diabadikan jadi nama jalan, nomor 17 asal Sukabumi

Jumat, 4 September 2026 - 01:47 WIB

Profil dan kisah hidup Tan Boen Soan: jurnalis dan novelis asal Sukabumi, lahir 1905

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Berita Terbaru

Ilustrasi tentara perempuan sniper - sukabumiheadline.com

Internasional

Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Selasa, 8 Sep 2026 - 23:30 WIB