21.8 C
Sukabumi
Selasa, Juni 18, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Desain Ala Skuter Retro, Intip Spesifikasi dan Harga Suzuki Saluto 125

sukabumiheadline.com l Di belahan dunia lain, Suzuki...

Suzuki SUI 125 Meluncur, Spesifikasi Vespa Banget Harga Terjangkau

sukabumiheadline.com l Skutik modern Suzuki Vespa SUI...

Antara Seruan Boikot AQUA, Sejarah Pendirian Danone dan Pernyataan Resmi Perusahaan

EkonomiAntara Seruan Boikot AQUA, Sejarah Pendirian Danone dan Pernyataan Resmi Perusahaan

sukabumiheadline.com l Seruan memboikot produk Danone sempat trending di media sosial seperti X, Facebook maupun Instagram sejak beberapa hari terakhir. Publik Tanah Air khususnya, banyak yang menuding perusahaan multinasional asal Spanyol tersebut mendukung Zionis yang tengah membombardir Jalur Gaza, Palestina.

Alhasil, seruan boikot produk Danone di Indonesia seperti air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA, membuat Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin angkat bicara. Menurut dia, Danone tak punya pabrik dan tidak beroperasi di Israel.

Sebagai entitas swasta, kata Arif, Danone tidak memiliki afiliasi dengan politik di mana pun.

“Misi Danone adalah meningkatkan kesehatan melalui makanan dan minuman. Danone merupakan entitas bisnis yang tidak memiliki keterkaitan atau melibatkan diri dalam pandangan politik ataupun hal-hal di luar wilayah bisnis,” kata Arif dikutip, Ahad (12/11/2023).

Arif juga mengungkapkan bahwa Danone merupakan perusahaan publik yang beroperasi di 120 negara dengan karyawan dari beragam latar belakang etnis dan budaya.

Ia menambahkan, Danone tidak memiliki afiliasi politik dengan konflik yang terjadi di Timur Tengah dan tidak memiliki pabrik di Israel. “Danone tidak memiliki pabrik dan tidak beroperasi di Israel,” katanya.

Mengutip dari laman resminya, beberapa merek Danone yang beredar di Indonesia antara lain susu formula SGM, Nutricia, Nutrilon, AQUA dan Bebelac.

Sejarah Pendirian AQUA dan Kepemilikan oleh Danone

Air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA sangat akrab di telinga masyarakat. Mengutip situs resminya, AQUA pertama kali didirikan pada tahun 1973 oleh Tirto Utomo dengan nama PT Golden Mississippi. Pabrik pertamanya berada di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

Saat ini, AQUA memiliki banyak pabrik di Indonesia, dan dua di antaranya di Kecamatan Cidahu dan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Tahun berikutnya, yaitu 1974, perusahaan ini merilis produk pertama dalam bentuk kemasan botol kaca berukuran 950 ml dari pabrik di Bekasi dengan harga per botol saat itu Rp75.

Perusahaan terus berkembang hingga mendirikan pabrik keduanya di Pandaan, Jawa Timur pada tahun 1984. Tahun 1985, pengembangan produk Aqua dalam bentuk kemasan PET 220 ml.

Selanjutnya, pada 1993, AQUA Group menyelenggarakan program AQUA peduli dengan melakukan daur ulang botol plastik kemasan AQUA menjadi materi yang dapat digunakan kembali.

Tahun 1998, terjadi aliansi strategis antara Tirta Investama dan Danone melalui Danone Asia Holding Pte Ltd sebagai minority shareholder, selanjutnya Tirta Investama, PT Aqua Golden Mississippi dan PT Tirta Sibayakindo sepakat untuk bersinergi membentuk Grup Aqua.

Pada tahun 2000 Aqua pun mulai mencantumkan ‘Danone’ di seluruh produknya. Pada 2001, Danone mulai meningkatkan kepemilikan saham di Tirta Investama sehingga Danone menjadi pemegang saham mayoritas Grup Aqua. Di tahun yang sama, Aqua menghadirkan kemasan botol kaca baru 380 ml.

PT Aqua Golden Mississippi sempat tercatat di Bursa Efek Indonesia (dulu Bursa Efek Jakarta/BEJ) dengan kode AQUA, tapi kemudian secara sukarela delisting pada 1 April 2011.

Presdir AQUA saat itu, Willy Sidharta dalam suratnya kepada BEJ dan Bapepam (kini OJK), menjelaskan, rencana go private tersebut berkaitan dengan kebijakan Danone Asia untuk mengkonsolidasikan kegiatannya di Indonesia dalam bidang pembotolan air minum dalam kemasan.

Pada awalnya, untuk bidang ini terdiri dari 12 anak perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh Tirta Investama.

Menurut Willy, go private ini juga sesuai dengan kebijakan global induk perusahaan yakni Grup Danone untuk membeli saham-saham yang dimiliki oleh pemegang saham non-strategis di dalam investasi-investasinya.

Willy juga menegaskan, tidak ada alasan bagi AQUA untuk tetap mencatatkan saham-sahamnya di bursa mengingat tidak aktifnya perdagangan saham AQUA di bursa. Perseroan melakukan pembelian atas sisa saham yang masih dimiliki publik sebanyak 6,4% sebesar Rp100.000 per saham.

Harga tersebut mencerminkan 65% lebih tinggi dari harga penutupan sebelum pengumuman 30 September 2005 sebesar Rp59.000 per saham.

Adapun harga tender offer selanjutnya ditetapkan dengan harga sebesar Rp500.000 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (22/9/2010).

Komposisi pemegang saham AQUA saat itu adalah PT Tirta Investama 12.419.090 saham (94,35%) dan publik 743.383 saham (5,65%). Dengan harga sebesar Rp 500.000 per saham, maka total dana yang harus dirogoh Tirta Investama saat itu sebesar Rp 371,691 miliar.

AQUA di bawah brand Danone dan terus ekspansi. Danone sendiri merupakan produsen makanan dan minuman yang berkantor pusat di Prancis kendati pendiriannya berawal dari Spanyol. Empat produk utamanya adalah susu segar, nutrisi awal kehidupan, air, dan gizi medis.

Situs resmi Danone mencatat, brand ini lahir berkat penggabungan BSN dan Gervais Danone pada Desember 1972 di Spanyol. Merger ini juga terjadi setelah pertemuan antara dua pengusaha saat itu, Daniel Carasso dan Antoine Riboud.

Sejarah Pendirian Danone

Menilik sejarahnya, Danone sendiri didirikan Isaac Carasso, seorang dokter yang bermigrasi dari wilayah Turki Ustmani ke Barcelona saat meletus Perang Balkan Pertama pada awal abad ke-20.

Nama Danone berasal dari sebuah perusahaan kecil yang didirikan pada tahun 1915 oleh Isaac Carasso di Barcelona (Spanyol). Perusahaan ini memproduksi yogurt dan diberi nama berdasarkan anak pertama Carasso, Daniel Carasso yang punya nama panggilan Danon.

Danone memegang beberapa merek terkenal air minum seperti Volvic, Evian, Aqua, dan Badoit. Sekitar 57% dari penjualan pada tahun 2007 berasal dari produk turunan susu, 23% dari minuman, dan 11% dari biskuit dan sereal. Iklan Danone Indonesia diambil oleh lisensi Saatchi & Saatchi Jakarta.

Sepuluh tahun kemudian, pabrik pertama di Prancis dibangun. Selama masa pendudukan Jerman di Prancis pada Perang Dunia 2, Daniel memindahkan perusahaan ke New York untuk menghindari penyitaan akibat kepercayaan Yahudi yang dianutnya.

Di Amerika Serikat, Daniel berpartner dengan Joe Metzger dan mengubah mereknya menjadi Dannon agar lebih cocok dengan orang Amerika.

Logo Danone S.A.. l Istimewa
Logo Danone S.A.. l Istimewa

Pada 1953, Daniel Carasso menjual bisnisnya di Amerika Serikat dan kembali pulang ke Paris untuk mengelola bisnis keluarga di Prancis dan Spanyol.

Di Eropa, pada 1961, Danone melakukan merger dengan Gervais, produsen keju, dan mengubah nama menjadi Gervais Danone.

Pada 1976, Gervais Danone melakukan merger dengan Boussois-Souchon-Neuvesel (BSN). BSN didirikan oleh keluarga Antone Riboud, yang mengubahnya dari perusahaan besar menjadi perusahaan makanan terbesar di Eropa melalui merger dan akusisi pada tahun era 70-an.

Pada 2006 Danone membeli perusahaan makanan bayi terbesar kedua di dunia setelah membeli Numero. Di Amerika Serikat, Danone dipasarkan dengan namanya Dannon, yang merupakan anak perusahaan dari Danone.

Profil Danone 

  • Jenis: Société Anonyme
  • Industri: Pemrosesan makanan
  • Didirikan: Barcelona, Spanyol (1915)
  • Kantor: Boulevard Haussmann
    Arondisemen ke-9, Paris, Prancis
  • Pendiri: Franck Riboud (Ketua dan CEO), Jacques Vincent (Wakil Ketua dan COO)
  • Produk: Produk susu, air minum dalam kemasan, dan makanan bayi.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer