22.1 C
Sukabumi
Senin, Mei 20, 2024

Thrust Defender 125, Motor Matic Maxi Bikin Yamaha XMAX Ketar-ketir, Cek Harganya

sukabumiheadline.com l Thrust Defender 125, diprediksi bakal...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Baceprot, Trio Gadis Metal asal Garut Siap Gebrak Eropa Akhir Tahun Ini

Gaya hidupBaceprot, Trio Gadis Metal asal Garut Siap Gebrak Eropa Akhir Tahun Ini

sukabumiheadline.com l Tiga gadis berjilbab asal Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang tergabung dalam band metal Voice of Baceprot (VoB) akan menggebrak panggung Eropa akhir tahun ini.

Trio gadis berjilbab itu rencananya akan menggelar tur Eropa pada November-Desember 2021.

Trio VoB yang dipertemukan saat masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al Baqiyatussolihat Singajaya, itu terdiri dari Widi Rahmawati sebagai pemain bass, Firdda Kurnia sebagai gitaris dan vokalis, serta Euis Siti Aisyah sebagai drummer.

Mereka dipertemukan dalam kegiatan ekstrakurikuler teater di sekolahnya.

“Dulu kita ekskul teater waktu kita duduk di Mts kelas 2. Terus kita mencoba drama musikal, tapi kita malah suka dengan musiknya,” tutur Firdda dalam wawancara dengan Kompas TV, dikutip sukabumiheadlines.com, Rabu (3/11/2021).

Kecintaan mereka pada musik ialah ketika mendengar lagu-lagu kesukaan pengasuh teater mereka, Abah Erza Satia.

Ketiganya menyukai genre musik berbeda, meskipun akhirnya disatukan dalam musik metal. Firdda menyukai hip hop, Widi penggemar Red Hot Chili Peppers, dan Siti penyuka band metal Lamb of God dan System of Down.

Diakui Firdda, mereka sering dianggap berisik dan bawel di sekolah karena sering melakukan protes. Dari kebiasaannya itu, pengasuh teater memberi nama band Voice of Baceprot yang bermakna berisik atau bawel.

“Kalau ada hal yang enggak benar di sekolah, pasti kita protes. Kita juga sering bikin tulisan di mading. Kita disebut anak-anak berisik,” ungkap Firdda.

Tidak mengherankan jika kebiasaan mereka protes, kemudian menular ke karya-karya mereka yang didominasi lirik-lirik tentang kritik sosial.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer