sukabumiheadline.com – Kehadiran ban tanpa udara dipahami sebagai komponen baru pada industri otomotif yang sedang dikembangkan produsen ban dunia seperti Michelin.
Menurut informasi, ban jenis ini memiliki struktur unik pada bagian dinding yang berfungsi sebagai penyangga antara bagian tapak ban dengan pelek.
Selain itu, desain ban seperti itu tak akan menggunakan tekanan udara. Ban diklaim didesain mampu meredam guncangan ketika menghantam lubang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ban tanpa udara juga didesain antibocor sehingga pengguna tidak perlu repot ke tukang tambal ban jika bocor atau, sekadar tambah angin.
Saat ini, para insinyur otomotif baru merancang ban tanpa udara untuk kebutuhan mobil penumpang. Namun, bukan tidak mungkin akan terus diperluas untuk sepeda motor.
Seorang penyedia jasa tambal di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Damri Abdin Gultom merespons pasrah terkait kabar tersebut.
Menurutnya, kehadiran ban tanpa udara atau Unique Puncture-proof Tire System (Uptis) akan mengancam usaha tambal bannya. Karenanya, ia merasa ditantang terus berinovasi agar bisa terus bertahan dengan usaha yang sudah bertahun-tahun dijalaninya.
“Ya harus berinovasi. Tapi saya yakin masyarakat masih akan melihat perkembangannya, jadi gak akan serta merta ganti ban,” yakin dia kepada sukabumiheadline.com, Ahad (8/1/2023) malam.
Dijelaskan Damri, ban tanpa udara bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan, meski kehadirannya memiliki potensi mengancam pendapatannya dari usaha jasa tambal ban.
“Pengaruh ke pendapatan pasti ada, apalagi ini ban yang tanpa angin, tapi usaha tambal ban saya juga bukan yang utama. Selama ini pendapatan saya lebih banyak dari reparasi sepeda motor,” kata dia.
“Ya bisa dibilang ancaman kalau usahanya hanya mengandalkan dari tambal ban saja,” pungkas pria berusia 29 tahun itu.