sukabumiheadline.com – Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu kajiannya membahas soal qunut. Ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan qunut.
Namun, dikutip dari YouTube Ceramah Pendek, Ahad (21/7/2024), ulama Sunda itu menjelaskan, ada sahabat yang mempraktikkan qunut dan ada yang tidak.
Karenanya, UAH merasa heran dengan orang-orang yang bukan ahli fiqih tapi ramai mempersoalkan qunut dalam sholat. Bahkan, mereka secara terang-terangan menyebut qunut adalah bid’ah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagian sahabat tidak qunut. Anas tidak qunut tapi Ibnu Umar qunut. Dua-duanya sahabat. Turun ke bawahnya. Ada yang mempraktikkan, ada tidak. Imam Abu Hanifah tidak qunut,” kata UAH.

Pria yang menjabat Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027 itu menambahkan, demikian pula dengan ulama-ulama lainnya.
“Imam Malik qunut, qunutnya sir sebelum rukuk. Imam Syafi’i qunut, qunutnya jahar bakda rukuk. Imam Ahmad bin Hambal tengah-tengah, qunutnya nazilah saja,” jelasnya.
Kata UAH, para sahabat dan ulama terdahulu yang beda pandangan soal qunut satu sama lain tidak pernah mengatakan qunut termasuk perbuatan bid’ah. Tidak ada larangan salat di belakang orang yang menggunakan qunut atau tanpa qunut.
Melihat kondisi tersebut, UAH merasa heran dengan orang-orang yang bukan ahli fiqih, namun mempersoalkan qunut dalam shalat hingga menyebutnya bid’ah.