sukabumiheadline.com – Bulan Oktober 2024 diprediksi akan ada lima fenomena astronomi akan menghiasi langit, salah satunya adalah kemunculan Planet Saturnus. Sejumlah fenomena astronomi lain pada Oktober 2024 yang menarik adalah dua hujan meteor.
Berikut adalah 5 fenomena astronomi yang diprediksi akan terjadi pada Oktober tahun ini:
1. Gerhana Matahari Cincin Rabu (2/10/2024)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gerhana Matahari cincin adalah fenomena astronomi saat Bulan melewati antara Matahari dan Bumi dan berada dekat dengan titik terjauhnya dari Bumi. Karena Bulan lebih jauh, Bulan tampak lebih kecil dari Matahari dan tidak sepenuhnya menutupi Matahari. Karenanya, Bulan tampak seperti cakram gelap di atas cakram yang lebih besar dan terang.
Peristiwa ini disebut “cincin api” di sekitar Bulan. Gerhana Matahari cincin akan terjadi pada Rabu (2/10/2024) dan dapat disaksikan di Patagonia, wilayah paling selatan Chile dan Argentina.
2. Kemunculan Saturnus
Planet Saturnus, akan menampakkan diri ke penduduk Bumi pada Senin (14/10/2024). Planet yang memiliki cincin itu akan berada di posisi tepat bersebelahan dengan Bulan apabila dilihat dari Bumi. Planet berwarna emas ini bersinar terus-menerus jika dibandingkan bintang-bintang yang berkelap-kelip.
3. Supermoon Supermoon
“Hunter’s Moon” akan muncul terlihat di semua belahan Bumi. Fenomena Supermoon kali ini bisa dianggap istimewa karena menjadi Supermoon yang paling dekat pada 2024. Artinya, Bulan akan tampak lebih besar dan terang daripada dua Supermoon lain yang terjadi pada 2024. Fenomena astronomi ini akan terjadi pada pada Kamis (17/10/2024) sekitar pukul 19.26 waktu setempat.
4. Hujan Meteor Draconid
Kemudian, pada Selasa (8/10/3024) juga diprediksi akan terjadi hujan meteor Draconid. Hujan meteor ini tidak termasuk jenis hujan meteor yang terjadi dalam jumlah besar, yakni sekitar enam meteor per jam. Namun, hujan meteor menjadi awal musim hujan meteor lain yang jauh lebih banyak jumlahnya. Pada 2024, hujan meteor akan mencapai puncaknya saat Bulan purnama 29 persen, sehingga cahaya Bulan akan memberikan gangguan minimal. Waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Draconid adalah saat sore.
5. Hujan Meteor Orionid
Hujan meteor Orinoid akan mencapai puncaknya pada Senin (21/10/2024) pada malam hari dengan laju maksimum sekitar 25 meteor per jam, dilansir dari Royal Museums Greenwich. Hujan meteor ini memiliki ciri khas meteor yang sangat cepat yang dapat meninggalkan jejak yang terus-menerus. Seperti hujan meteor lainnya, untuk mendapatkan kesempatan terbaik melihat Orionid, Anda bisa melihat langsung ke langit. Setelah itu perhatikan garis-garis cahaya terang yang berasal dari butiran-butiran kecil Komet Halley yang terkenal.