Petani wajib waspada, BRIN ingatkan fenomena Godzilla hingga Oktober

- Redaksi

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Para petani wajib mewaspadai fenomena El Nino dengan intensitas kuat yang disebut sebagai “Godzilla” diprediksi berpotensi terjadi pada 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap, kondisi ini dapat memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering di Indonesia.

Terutama jika terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Demikian dilihat dari unggahan @brin_indonesia di Instagram Kamis (19/3/2026).

“Fenomena ini berpotensi memicu kekeringan yang dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk pertanian dan sumber daya air,” ujar periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof. Erma Yulihastin, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (20/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, apa yang dimaksud dengan El Nino “Godzilla” dan bagaimana dampaknya bagi Indonesia?

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang memengaruhi pola cuaca global. Dalam kondisi tertentu, intensitas El Nino dapat menjadi sangat kuat. BRIN menyebut kondisi ini sebagai El Nino ekstrem atau “Godzilla”.

Musim kemarau
Ilustrasi musim kemarau – Istimewa

Fenomena ini akan semakin berdampak jika terjadi bersamaan dengan IOD positif, yakni kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudra Hindia bagian barat lebih hangat dibandingkan bagian timur.

“Kombinasi El Nino kuat dan IOD positif dapat memperkuat penurunan curah hujan di Indonesia,” bunyi keterangan BRIN.

Dampak El Nino dan IOD positif di Indonesia BRIN menjelaskan, saat El Nino terjadi, pembentukan awan dan hujan cenderung bergeser ke wilayah Samudra Pasifik.

Sementara itu, IOD positif menyebabkan pendinginan suhu permukaan laut di sekitar Sumatera dan Jawa, sehingga memperkuat berkurangnya curah hujan.

Akibatnya, sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemarau yang lebih panjang dan kering. Wilayah selatan Indonesia, seperti Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, diprediksi menjadi daerah yang paling terdampak.

Institusi tersebut menambahkan, kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Meskipun demikian, dampak fenomena ini tidak merata di seluruh Indonesia. Wilayah timur seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku justru masih berpotensi mengalami curah hujan yang relatif tinggi.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan posisi wilayah terhadap pusat pembentukan awan.

April hingga Oktober 2026

Ilustrasi musim kemarau - sukabumiheadline.com
Ilustrasi musim kemarau – sukabumiheadline.com

BRIN memprediksi fenomena El Nino dan IOD positif akan terjadi bersamaan pada periode musim kemarau, yakni sekitar April hingga Oktober 2026. Dalam periode tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan.

Demikian pula dengan para petani, tentunya harus menyesuaikan jenis tanaman yang dibudidayakan agar tidak terjadi gagal panen akibat kekeringan.

Berita Terkait

Berawan hingga cerah, prakiraan cuaca Sukabumi pada 23-31 Mei 2026
Prakiraan cuaca Sukabumi 16-22 Mei 2026 didominasi hujan ringan
Jangan salah kaprah! Musim panas berbeda dengan kemarau, begini penjelasannya
Prakiraan cuaca Sukabumi 8-15 Mei 2026: Hujan bergeser ke siang
Prakiraan cuaca: Selalu sedia payung, 1-7 Mei Sukabumi diguyur hujan petir
Prakiraan cuaca Sukabumi 20-30 April dan rentang waktu turun hujan
Tinjauan sains terbentuknya Geyser Cisolok: Hanya 2 di dunia, satu di Sukabumi
Dalam 26 tahun Sukabumi lebih panas 7 derajat Celcius

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:06 WIB

Berawan hingga cerah, prakiraan cuaca Sukabumi pada 23-31 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:48 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 16-22 Mei 2026 didominasi hujan ringan

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:51 WIB

Jangan salah kaprah! Musim panas berbeda dengan kemarau, begini penjelasannya

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:20 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 8-15 Mei 2026: Hujan bergeser ke siang

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:24 WIB

Prakiraan cuaca: Selalu sedia payung, 1-7 Mei Sukabumi diguyur hujan petir

Berita Terbaru

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Bisnis

Proyek elektrifikasi jalur KRL Bogor-Ciawi-Sukabumi dikebut

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:24 WIB

Ilustrasi pelajar SMK sedang praktik mesin - sukabumiheadline.com

Pendidikan

Ini lho 10 SMK terbaik di Jabar berdasarkan rerata nilai UTBK 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:17 WIB