AS melunak untuk redam harga minyak, sanksi terhadap Iran dilonggarkan

- Redaksi

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Untuk meredam lonjakan harga energi global, pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang tertahan di kapal tanker di laut.

Langkah ini muncul di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi global dan memberi tekanan terhadap pasar minyak.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut volume minyak yang berpotensi dilepas mencapai sekitar 140 juta barel. Langkah ini disiapkan sebagai respons atas gangguan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam beberapa hari ke depan, kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang berada di laut. Jumlahnya sekitar 140 juta barel,” katanya seperti diberitakan Reuters.

Namun, pelepasan minyak tersebut diperkirakan hanya memberi dampak jangka pendek, sekira 10 hingga 14 hari, untuk menahan harga minyak yang dua pekan terakhir telah mencapai di atas US$100 per barel.

Selain itu, AS juga menyiapkan opsi tambahan berupa pelepasan cadangan minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) guna menutup defisit pasokan global yang diperkirakan mencapai 10 juta hingga 14 juta barel per hari.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebut skema yang dipertimbangkan berupa pemberian pengecualian terbatas (waiver), serupa kebijakan sebelumnya terhadap minyak Rusia, agar minyak Iran yang sudah tertahan bisa segera dijual ke pasar global.

“Pengecualian potensial dapat mempercepat pengalihan minyak yang sebelumnya ditujukan ke China ke pasar global yang lebih luas, membantu memastikan pasokan yang memadai dan mengurangi leverage Iran atas Selat Hormuz.”

Pemerintah AS menegaskan tidak akan melakukan intervensi di pasar keuangan, melainkan fokus pada peningkatan pasokan fisik untuk menstabilkan harga energi.

“Jadi, untuk memperjelas, kami tidak melakukan intervensi di pasar keuangan. Kami memasok pasar fisik.”

Berita Terkait

Tahun ini UNESCO punya 12 Geopark Global baru, dua di Malaysia
DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan
Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:09 WIB

Tahun ini UNESCO punya 12 Geopark Global baru, dua di Malaysia

Senin, 11 Mei 2026 - 19:08 WIB

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:58 WIB

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Berita Terbaru

Nokia X700 5G - Nokia

Gadget

Nokia X700 5G, ponsel semewah iPhone cuma Rp2 jutaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:31 WIB

Ilustrasi personel TNI - sukabumiheadline.com

Regulasi

Konstitusi tidak mengatur TNI sebagai aktor pembangunan

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:00 WIB

Ekonomi

Rupiah kian terpuruk, Purbaya: Tak masuk akal, stres saya

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:50 WIB