Hijaber cantik asal Sukabumi ini rela PP ke Jakarta demi Rupiah, pulang jam 23.00

- Redaksi

Selasa, 24 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merryana Sastra, hijaber cantik asal Sukabumi ini rela PP ke Jakarta demi Rupiah - Istimewa

Merryana Sastra, hijaber cantik asal Sukabumi ini rela PP ke Jakarta demi Rupiah - Istimewa

sukabumiheadline.com – Merryana Sastra, seorang hijaber asal Sukabumi, Jawa Barat, membagikan rutinitasnya sebagai seorang karyawati di Jakarta. Bekerja di luar kota membuat gadis cantik ini harus melalui waktu yang panjang di perjalanan untuk sampai ke kantornya.

Salam unggahan di media sosial TikTok, Merryana Sastra memperlihatkan bagaimana ia setiap hari harus rela berpindah moda transportasi.

Baca Juga: Menikmati sensasi menawan naik KA Panoramic dari Stasiun Gambir ke Sukabumi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia harus melakukan kesibukan itu sejak langit masih gelap pagi hari menuju Stasiun Kereta Api (KA) Sukabumi, hingga gelap kembali pada malam hari di stasiun yang sama.

Mengutip dari akun Instagram @jkt.circle yang dikutip dari akun TikTok @merryanasastra, Selasa (24/9/2024), Merryana Sastra memulai kesibukannya dari Stasiun Sukabumi saat subuh.

Baca Juga: Hijabers Sukabumi, ini 5 model busana Muslimah dan harga dari Heaven Lights untuk Idul Adha

“Sukabumi-Jakarta PP tiap hari demi mencari rezeki,” tulisnya di video yang diunggahnya. “05.20 sampai stasiun Sukabumi,” lanjut dia.

Merryana harus melewati beberapa kota untuk sampai ke Jakarta seperti Bogor dan Depok. Pukul 05.30 WIB, kereta yang dinaikinya kemudian berangkat menuju Bogor. Sesampainya di stasiun Bogor, dia kemudian pukul 07.30 WIB beralih naik KRL menuju Stasiun Cikini. “07.30 lanjut naik KRL,” tulisnya.

Baca Juga: Kuliah atau santai? Ini 5 model blazer wanita modern untuk hijabers Sukabumi

Setelah sampai di Stasiun Cikini pukul 08.45 WIB, Merry langsung pindah moda transportasi dengan menggunakan ojek online menuju ke kantor. Ia pun tiba pada pukul 09.00 di tempatnya bekerja.

Seperti kegiatan karyawan pada umumnya, ia juga melakukan kegiatan lain supaya tak stres selama bekerja seperti menyeruput kopi hingga makan siang di restoran kesukaannya.

“10.30 ngopi, 12.00 makan,” tambahnya.

Ia pun melanjutkan kegiatannya dengan bekerja hingga pukul 18.00 petang. “14.00-18.00 kerja,” tulis Merryana.

Kemudian, tepat pada pukul 18.20 WIB, saat jam pulang kerja, ia segera menuju travel untuk pulang ke Sukabumi. Ia pun harus berjibaku dengan macetnya Jakarta.

“18.20 otw ke travel, 19.30 macet di kuningan,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: 5 inspirasi gaun pengantin modern untuk hijabers Sukabumi, terlihat modern, mewah dan beda

Dan luar biasanya, ia tiba di rumah pada pukul 23.00 WIB. “22.45 sampai likeearth, 23.00 sampai kamar,” tutupnya.

Rupanya keseharian Merryana Sastra juga banyak dialami netizen. Banyak komentar mengaku bahwa mereka juga melakukan hal yang sama setiap hari demi meraih rezeki di Jakarta.

“Sudah pernah menjalani KRL pulang pergi tiap hari Depok-Rangkasbitung selama 4 tahun. Bangun tidur 03:00, kereta pertama dari Pondok Cina ke Tanah Abang 04:30. Kereta pertama ke Rangkasbitung 05:50. Nyampe Rangkasbitung 07:50. Pulang kantor 16:30. Nyampe rumah 20:30. Alhamdulillah masih diberikan kesehatan. Mottoku: apa yang kita jalani hari ini, boleh jadi sedang diimpikan oleh orang lain. Banyak mengucap syukur adalah kunci,” tulis akun @irwantahir

Baca Juga: 15 model hijab Muslimah Turki untuk santai, Hijabers Sukabumi tertarik?

“Pernah PP Depok – Sukabumi, 3 th. Naik motor. Berangkat jam 5 pg- nyampe jam7 (kalo pagi 3 jam), pulang kerja jam 5 sore. Nyampe Depok jam 8 ( 3 jam soalnya banyak macetnya kalo sore). Alhamdulillah tetap sehat & sekarang tinggal kenangan. yg saya heran?? Dulu PP-Koq kuat ya .😂😂,” tulis akun @eddy.cahyo.no

“Pp citeureup-slipi aja berasa ngap2an. Ya Allah mbaknya kuat bgt. Dulu aku langganan asam lambung pokoknya mah.,” tulis akun @ibunghazi

Berita Terkait

Kenalin Poyici Oyen, si mpus tukang pantau lalin Bogor, Puncak, Sukabumi
Mengingat kembali alasan gambar di kaleng Khong Guan Biscuits tanpa ayah
Nama terpopuler pria dan wanita di Indonesia dari generasi Baby Boomer, XYZ – Alpha
Alpha woman: 5 ciri wanita tangguh, bangkit meski fisik dan mental lelah
Nikahi ibu tiri Nizam Sukabumi karena faktor ekonomi, Anwar dituding playing victim
Profil Badru Kepiting: Bikin paspor di Sukabumi, siap dukung Persib away ke Tailan
Orang dengan 5 zodiak ini tangguh menghadapi masalah ekonomi dan tips mengatasinya
Momen Young Syefura bertemu wanita asal Sukabumi di Malaysia, langsung tanya kabar KDM

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 02:29 WIB

Kenalin Poyici Oyen, si mpus tukang pantau lalin Bogor, Puncak, Sukabumi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:01 WIB

Mengingat kembali alasan gambar di kaleng Khong Guan Biscuits tanpa ayah

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:42 WIB

Nama terpopuler pria dan wanita di Indonesia dari generasi Baby Boomer, XYZ – Alpha

Selasa, 10 Maret 2026 - 03:26 WIB

Alpha woman: 5 ciri wanita tangguh, bangkit meski fisik dan mental lelah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:14 WIB

Nikahi ibu tiri Nizam Sukabumi karena faktor ekonomi, Anwar dituding playing victim

Berita Terbaru

Praka Farizal Romadhon, anggota pasukan Perdamaian UNIFIL gugur di Lebanon - Muhammad Husein

Internasional

PBB: Prajurit TNI di Lebanon tewas ditembak tank militer Israel

Rabu, 8 Apr 2026 - 20:46 WIB