sukabumiheadline.com – Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji menuding kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon hanya jadi ajang mencari duit.
Dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV, pensiunan jenderal bintang tiga itu menyebut ada sejumlah pihak yang memanfaatkan kasus Vina Cirebon sebagai ladang untuk mencari keuntungan.

Menurut dia, sejak film Vina: Sebelum 7 Hari, kasus ini kembali viral dan menyedot perhatian masyarakat awam, pakar hukum, pejabat hingga content creator. Baca selengkapnya: Sinopsis Vina: Sebelum 7 Hari, kisah nyata gadis korban kebrutalan geng motor di Cirebon
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekomendasi Redaksi:
- Kasus Vina Cirebon, Dede bongkar keterlibatan Aep dan Iptu Rudiana
- Kejanggalan baru dalam kasus Vina Cirebon, Otto Hasibuan: Tak masuk akal
- Kalah di sidang praperadilan Pegi Setiawan kasus Vina Cirebon, Mahfud MD: Polisi Serampangan
“Ini bisnis kasus. Yang jelas film Vina: Sebelum 7 Hari sudah hampir 6 juta penonton kalau 1 tiket Rp100.000 itu Rp6 miliar,” ungkap Susno Duadji, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (29/7/2024).
Baca Juga: 5 pernyataan polisi soal kasus pembunuhan Vina Cirebon disoal netizen dan kuasa hukum
Selain rumah produksi film yang mengangkat kisah nyata tersebut, Susno juga menyebut pihak yang diuntungkan adalah stasiun TV dan content creator yang memproduksi program podcast. Hal itu mereka lakukan untuk mengejar rating semata dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Jadi tersangka pembunuhan Vina Cirebon, Pegi: Saya rela mati, tak pernah membunuh!
“Ini bisnis jasa. Jasa informasi stasiun TV rating-nya naik termasuk penyelanggara podcast naik juga. Kalau ini masih banyak penontonnya mungkin masih terus dilanjutkan,” yakin dia.