Jenuh Jadi Karyawan, Pemuda Sukabumi Sukses Budidaya Ikan Omzet Rp40 Juta per Bulan

- Redaksi

Rabu, 15 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teguh Gumilang. l Facebook: Teguh Gumilang

Teguh Gumilang. l Facebook: Teguh Gumilang

SUKABUMIHEADLINE.com l SUKARAJA – Teguh Gumilang sukses membangun usaha budidaya lele dan nila dengan sistem bioflok. Lulusan teknik mesin ini bercerita mulai merintis usahanya yang dilabeli Gumilang Farm, saat masih kuliah, yakni sekita tahun 2008.

Tuntas kuliah pada 2011, usaha pemuda berusia 34 tahun itu sempat berhenti lantaran harus memenuhi keinginan orang tua, menjadi karyawan.

“Saya mulai merintis usaha perikanan sejak masih kuliah. Setelah lulus sempat vakum sesaat karena bekerja,” kata Teguh kepada sukabumiheadline.com, Selasa (14/6/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenuh Menjadi Karyawan

Kesuksesan Teguh di bidang usaha budidaya ikan, berawal dari rasa jenuh menjadi karyawan, ditambah passion besar untuk berwirausaha. Hal itulah yang membuatnya yakin untuk segera meninggalkan pekerjaannya pada 2014.

Usai resign dari pekerjaannya, Teguh kembali menggeluti usaha budidaya lele dan nila. “Saya punya mimpi untuk bisa memberikan lapangan pekerjaan, kemudian saya minta izin ke orang tua untuk resign dan memulai lagi usaha perikanan,” katanya.

Pada 2016, Gumilang Farm yang berlokasi di Jl. Baru Sukaraja, Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini mulai beralih dari budidaya dengan sistem konvensional ke bioflok.

Sistem ini dinilai lebih efisien dalam hal penggunaan lahan, air dan pakan. Namun, kelemahan sistem bioflok cenderung membutuhkan ketelitian yang tinggi dan modal investasi awal yang cukup besar.

Potensi Usaha Budidaya Ikan

Teguh meyakini, potensi usaha di perikanan air tawar sangat besar karena menjadi alternatif sumber protein hewani yang sehat dan terjangkau.

“Potensi untuk pemenuhan kebutuhan protein dalam negeri dengan ikan itu cukup tinggi. Ini adalah peluang besar,” yakin Teguh.

Selain itu, komoditas ikan lele dan nila, punya demand cukup tinggi di pasaran. Terutama di wilayah perkotaan untuk kebutuhan lapak pecel lele dan warung makan.

Omzet Usaha Gumang Farm

Saat ini, Gumilang Farm menjual ikan lele seharga Rp18 ribu per kilogram. Sedangkan, ikan nila Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kg yang dipasarkan di wilayah Jabodetabek.

Gumilang Farm saat ini memiliki 12 kolam bioflok yang mampu memproduksi sekita satu sampai 1,5 ton ikan lele dan nila setiap bulan. Teguh mengatakan dari usahanya dia bisa mengantongi omzet Rp30 juta – Rp40 juta per bulan.

Tantangan Usaha Budidaya Ikan

Diakui Teguh, usahanya bukan tanpa risiko, karena fluktuasi harga menjadi tantangan terbesar, terutama untuk komoditas lele saat panen raya.

“Kalau panen raya, dan lele dari Jawa Timur membanjiri pasar Jabodetabek. Makanya harga bisa ancur-ancuran bisa di angka 12 ribu Rupiah per kilogram, dari sisi bisnis jadi tidak menguntungkan,” jelas Teguh.

Teguh juga menyebutkan, biaya operasional terutama penggunaan pakan sangat tinggi. Hal itu karena kualitas ikan adalah nomor satu, maka penting memberikan pakan berkualitas. Sekaligus untuk melawan stigma negatif di masyarakat terhadap kebersihan ikan lele.

“Kalau kita pakannya pakai full pelet, harganya dipengaruhi oleh kurs dolar, jadi kalau dolar naik ya harga pakan ikut naik. Pada akhirnya itu menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Selain itu, rantai distribusi ikan yang panjang menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi, terutama bagi para pemula.

Tak cukup sampai di situ, Teguh juga berencana membuka peluang kemitraan dengan banyak peternak ikan. “Saya mau buka banyak mitra, pasar yang besar tidak bisa kita handle sendirian. Artinya kita harus punya banyak jejaring. Ini yang saya lakukan sejak 2017,” pungkas dia.

Berita Terkait

Aturan minimarket sesuai Permendag 23/2021 setelah kasus Alfamart ditutup massal
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 via SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker, daftar di sini
Keluh kesah pedagang di pintu Tol Bocimi Seksi 2 Parungkuda Sukabumi
Proyek elektrifikasi jalur KRL Bogor-Sukabumi dikebut
Produksi pisang di Jawa Barat menurut kabupaten dan kota, Sukabumi juara 2
Ini prosedur lalu lintas hewan dalam & antar kabupaten dan provinsi sesuai Permentan 17/2023
Membanding volume produksi pisang Sukabumi dan Indonesia, jutaan kuintal!
Ganti LPG 3 kg, pemerintah impor 100 ribu tabung CNG 3 kg dari China

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 04:59 WIB

Aturan minimarket sesuai Permendag 23/2021 setelah kasus Alfamart ditutup massal

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:31 WIB

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 via SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker, daftar di sini

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:42 WIB

Keluh kesah pedagang di pintu Tol Bocimi Seksi 2 Parungkuda Sukabumi

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:24 WIB

Proyek elektrifikasi jalur KRL Bogor-Sukabumi dikebut

Minggu, 24 Mei 2026 - 04:10 WIB

Produksi pisang di Jawa Barat menurut kabupaten dan kota, Sukabumi juara 2

Berita Terbaru

Daihatsu Mira Gino - Daihatsu

Otomotif

Kenalkan Daihatsu Mira Gino, lebih murah dari Ayla dan Agya

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:11 WIB

Attar dan Alfajri, pelajar MAN 2 Kota Sukabumi - Kemenag Jawa Barat

Olahraga

Selamat, dua pelajar Sukabumi lolos seleksi Timnas Futsal U-17

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:00 WIB