Jurusan di SMK sumbang pengangguran terbesar padahal paling digemari

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelajar SMK sedang praktik mesin - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pelajar SMK sedang praktik mesin - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dinilai sebagai pilihan agar lulusannya lebih cepat kerja. SMK, dengan berbagai jurusan yang diklaim siap pakai, banyak orang tua dan siswa percaya bahwa setelah lulus, peluang bekerja akan terbuka lebar tanpa harus menempuh pendidikan tinggi terlebih dahulu.

Namun, kini banyak lulusan SMK yang justru menghadapi tantangan besar dalam mencari pekerjaan. Di satu sisi, persaingan semakin ketat dan kebutuhan industri bergerak cepat. Sementara di sisi lain, keterampilan yang diperoleh di sekolah tidak selalu sesuai dengan standar perusahaan.

Akibatnya, tidak sedikit lulusan SMK yang akhirnya menganggur, bekerja tidak sesuai bidang, atau terpaksa melanjutkan pelatihan tambahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah tiga jurusan SMK yang ternyata menjadi penyumbang pengangguran terbesar.

1. Teknik Komputer dan Informatika (TKJ)

Ilustrasi siswa SMK jurusan Artificial Intelegence atau AI - sukabumiheadline.com
Ilustrasi siswa SMK Jurusan TKJ sedang praktik – sukabumiheadline.com

Jurusan TKJ pernah menjadi simbol masa depan. Banyak siswa memilihnya karena dianggap selaras dengan perkembangan digital. Namun kenyataan menunjukkan bahwa pengetahuan dasar jaringan dan komputer saja belum cukup untuk bersaing.

Industri teknologi membutuhkan tenaga yang memiliki kemampuan lebih mendalam, seperti pemrograman, keamanan data, hingga sertifikasi khusus.

Lulusan TKJ yang tidak memiliki keterampilan tambahan sering kali kalah bersaing dengan lulusan kursus independen dan peserta bootcamp yang memiliki kemampuan spesifik dan portfolio proyek.

Baca Juga :  Buat Warga Sukabumi Lulusan SMK, Ada 23 Posisi Dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dunia digital bergerak cepat, sehingga lulusan SMK yang ingin bertahan harus terus belajar dan memperbarui kemampuan mereka agar tetap relevan di industri.

2. Teknik Mesin

Ilustrasi pelajar SMK sedang praktik mesin - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pelajar SMK sedang praktik mesin – sukabumiheadline.com

Jurusan Teknik Mesin juga menghadapi tantangan serupa. Walaupun kebutuhan tenaga teknik masih tinggi, perusahaan umumnya mensyaratkan pengalaman kerja atau kemampuan mengoperasikan mesin tertentu.

Lulusan baru sering kali belum menguasai keterampilan teknis yang dibutuhkan secara mendalam, sehingga perusahaan lebih memilih tenaga kerja yang telah terlatih.

Permasalahan ini membuat lulusan Teknik Mesin harus mencari pengalaman tambahan di dunia kerja nyata sebelum mendapatkan posisi yang sesuai. Tanpa pengalaman lapangan yang cukup, peluang untuk masuk industri manufaktur berskala besar menjadi lebih sulit.

3. Jurusan Teknik Otomotif

Ilustrasi siswa SMK jurusan Otomotif sedang praktik produksi mobil listrik - sukabumiheadline.com
Ilustrasi siswa SMK Jurusan Mesin sedang praktik – sukabumiheadline.com

Jurusan Teknik Otomotif telah lama menjadi primadona di banyak SMK. Hampir setiap sekolah membuka jurusan ini karena permintaannya tinggi dan dianggap memiliki peluang besar di industri kendaraan bermotor.

Namun, jumlah lulusan yang terus meningkat tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai. Akibatnya, persaingan menjadi semakin ketat.

Baca Juga :  Hati-hati! Pelajar SMK di Gunungpuyuh Sukabumi Jadi Korban Penusukan ODGJ

Tidak sedikit perusahaan yang justru mencari tenaga berpengalaman, bukan lulusan baru. Hal ini membuat banyak lulusan harus memulai langkah dengan mencari magang mandiri atau bekerja di bengkel kecil untuk menambah jam terbang.

Keterampilan dasar yang dipelajari di sekolah belum cukup untuk langsung masuk industri otomotif berskala besar, sehingga pembelajaran lanjutan sering kali diperlukan.

Pentingnya skill tambahan

Dunia kerja saat ini tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kesiapan untuk terus belajar. Sementara itu, banyak lulusan SMK masih terpaku pada keterampilan dasar yang diperoleh saat sekolah, padahal industri menuntut keahlian lebih kompleks dan fleksibel.

Pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, magang yang serius, serta pembiasaan menghadapi pekerjaan nyata menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan lulusan SMK dalam mendapatkan pekerjaan.

Sekolah tidak cukup hanya mengajarkan praktik, tetapi juga harus memperkuat mentalitas kerja dan literasi teknologi yang semakin relevan.

Strategi Menguatkan Kesiapan Kerja Lulusan SMK di Era Persaingan Modern
Realita yang dihadapi lulusan SMK hari ini menunjukkan bahwa janji “siap kerja setelah lulus” perlu dikaji ulang.

Berita Terkait

KDM ingin semua pelajar di Jawa Barat cinta alam sejak dini
Pemprov Jabar siapkan Rp218 miliar untuk siswa miskin SMA/SMK swasta
Ada ribuan madrasah diniyah, berapa jumlah MI, MTs dan MA di Sukabumi?
Beasiswa LPDP 2026 dibuka! Skema Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Economics
KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul
Wajib dipelajari! Ini 7 bahasa asing dibutuhkan di masa depan dan penjelasannya
Pelajar Sukabumi, simak yuk kalender akademik 2026 ini
Daftar jurusan kuliah paling dibutuhkan pada 2030

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:04 WIB

Jurusan di SMK sumbang pengangguran terbesar padahal paling digemari

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:00 WIB

KDM ingin semua pelajar di Jawa Barat cinta alam sejak dini

Rabu, 11 Februari 2026 - 04:52 WIB

Pemprov Jabar siapkan Rp218 miliar untuk siswa miskin SMA/SMK swasta

Jumat, 30 Januari 2026 - 03:53 WIB

Ada ribuan madrasah diniyah, berapa jumlah MI, MTs dan MA di Sukabumi?

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:38 WIB

Beasiswa LPDP 2026 dibuka! Skema Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Economics

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131