sukabumiheadline.com – Jumlah pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025 hampir menembus angka 100 ribu orang, atau tepatnya dengan 88.519 korban. Jumlah tersebut diungkap dalam data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.
Jumlah korban PHK tersebut melonjak jika dibandingkan dengan 2024, yakni sebanyak 77.965 orang. Atau bertambah sekira 10 ribu lebih korban PHK pada 2025.
Merujuk data menurut bulan di Satu Data Kemenaker, jumlah PHK terbanyak pada Februari 2025, yakni sebanyak 18.516 orang, dan Januari tahun yang sama sebanyak 10.025 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Kemenaker Indah Anggoro Putri, salah satu penyebab tingginya angka PHK adalah tensi geopolitik yang berdampak pada kinerja ekspor dan impor serta industri di dalam negeri.
“Pertama ada tekanan juga dari ekspor-impor, ya, itu pasti. Kondisi dunia di awal 2025 terutama sampai semester I masih ada dinamika cukup tinggi (di) geopolitik, pasti itu pengaruh ke ekspor,” kata Indah dilansir Antara, Jumat (23/1/2026).
Untuk itu, Kemnaker diminta mempercepat pelaksanaan sejumlah program untuk menekan angka PHK sekaligus menurunkan pengangguran, khususnya di kelompok usia produktif.
“Mengatasi PHK itu kan bukan cuma (tugas) Kementerian Ketenagakerjaan, banyak faktor yang menjadi pengaruh atau menjadi faktor penyebab PHK. Jadi pasti ada koordinasi dan kolaborasi bersama,” ujar Indah.
Adapun, menurut laporan Satu Data Kemenaker, kasus PHK terbanyak terjadi di Jawa Barat sebanyak 18.815 orang. Diikuti Jawa Tengah di posisi kedua dengan 14.700 orang, lalu Banten posisi ketiga dengan jumlah PHK terbanyak ketiga dengan total 10.376 orang.









