KDM: Wisata alam harusnya gratis

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporannya pada 2024 lalu, merilis daftar provinsi dengan wisata alam terbanyak di Indonesia. Diketahui, Provinsi Jawa Barat berada diurutan kedua dengan 224 objek wisata alam.

Di posisi pertama, ditempati Jawa Tengah dengan 250 objek wisata. Lalu Jawa Timur memiliki 210 wisata alam di posisi ketiga.

Daftar Provinsi dengan Wisata Alam Terbanyak Menurut Data BPS 2024:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Jawa Tengah (250)
  2. Jawa Barat (224)
  3. Jawa Timur (210)
  4. Bali (91)
  5. Sumatera Utara (85)
  6. Banten (67)
  7. Daerah Istimewa Yogyakarta (65)
  8. Lampung (55)
  9. Sumatera Barat (53)
  10. Sulawesi Selatan (43)

KDM: Harusnya gratis 

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut bahwa wisata alam seharusnya gratis. Pria yang akrab dipanggil KDM itu menyoroti maraknya keberadaan tukang parkir pungutan liar (pungli) yang kerap menjadi masalah masyarakat untuk menikmati alam tersebut.

Padahal, selama ini wisata alam di Jawa Barat menjadi kebanggaan masyarakatnya. Karenanya, ia menegaskan komitmen menjaga alam dalam kebijakannya.

Baru-baru ini Dedi Mulyadi menyoroti kekayaan alam Jawa Barat itu lewat unggahan di Instagram-nya. Dedi mengungkap kekayaan alam Jawa Barat sangat luar biasa.

Mulai dari tanahnya yang subur, hamparan kebun dan lahan pertanian yang luas, hingga gunung-gunung yang menjulang serta laut yang indah. Baginya keindahan alam Jawa Barat  merupakan anugerah sekaligus keberkahan yang mesti dijaga masyarakatnya.

Baca Juga :  Bernostalgia dengan pasangan, healing atau refresing, ke Situ Cukang Paku Sukabumi aja

“Anugerah alam yang indah merupakan keberkahan dalam kehidupan kita,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip Rabu (11/2026).

Seluruh keberadaan alam di sekitar manusia itu  bagi Dedi Mulyadi adalah nilai estetika yang bisa dinikmati bersama. Karena hal itu menurut Dedi Mulyadi, sudah sepantasnya wisata alam dinikmati seluruh masyarakat tanpa diskriminasi, kaya maupun miskin.

“Untuk itu seluruh alam ini harus dinikmati tanpa harus membedakan, kaya dan miskin, punya uang atau tidak punya uang,” ujarnya

Sebagai upaya komitmennya menjaga prinsip itu, Dedi menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghadirkannya agar bisa dinikmati seluruh masyarakat.

Namun, Dedi Mulyadi berpesan dengan syarat agar masyarakat tak melayani dan tidak memberikan uang kepada oknum tukang parkir liar.

Dedi tak memungkiri selama ini kebiasaan yang terjadi di masyarakat adalah setelah suatu lokasi menjadi indah dan ramai, muncul tukang parkir yang melakukan pungutan liar (pungli).

“Jangan melayani dan jangan diberi,” imbau Dedi Mulyadi.

Selain pungli, kebiasaan di masyarakat adalah mendadak muncul kerumunan pedagang kaki lima (PKL) yang seringkali meninggalkan sampah berserakan di lokasi.

Kondisi tersebut dinilai merusak tata kelola, keindahan dan sering kali membuat suatu spot wisata hanya ramai sesaat. Setelah itu  tempat tersebut ditinggalkan dalam keadaan kotor dan tak terurus.

Baca Juga :  Mesra dengan Kang Dedi Mulyadi, Ini Lho Profil Gita KDI

Dedi Mulyadi menekankan bahwa setiap ruang publik dan wisata alam yang dihadirkan bukan untuk kepentingan sekelompok orang, melainkan untuk semua orang.

Karena itu, Dedi Mulyadi mengimbau bahwa keindahan yang sudah tercipta harus dirawat dan dijaga bersama, agar dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi sekarang maupun mendatang.

Dedi berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat tumbuh, sehingga keindahan alam Jawa Barat tetap lestari, tertib, bersih, dan benar-benar menjadi milik bersama.

Daftar Provinsi dengan Wisata Alam Terbanyak Menurut Data BPS 2024:

Meskipun secara kuantitas berada di bawah Jawa Tengah, Jawa Barat memiliki karakteristik unik yang jika dioptimalkan bisa menjadi keunggulan kompetitif.

Hal ini karena beberapa faktor, seperti kedekatan dengan pasar terbesar atau pusat ekonomi Jakarta (Jabodetabek), topografi pegunungan dan vulkanik, hingga keberagaman ekosistem.

Selain itu, masih banyak wisata alam di Jawa Barat yang menjadi keunggulan dan populer. Bahkan pemerintah Jawa Barat mencatat kunjungan wisata ke Bandung hingga triwulan III 2025 mencapai 6,5 juta orang.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya, dengan wisata kuliner mendominasi hingga 60 persen.

Berita Terkait

Tingkat penghunian kamar hotel di Sukabumi Februari 2026 turun
Foto-foto penampakan kebun kurma Sukabumi berbuah lebat
Bus Sukabumi-Bali: Rute, tarif dan tips
Pilung Girijaya Cidahu Sukabumi sajikan keindahan alam, camping ground dan wisata religi
Daftar desa wisata di Sukabumi yang menarik dikunjungi
5 plus minus Pantai Palabuhanratu Sukabumi menurut turis asing
Turis asing ke Sukabumi 2025 cuma segini, meski punya destinasi kelas dunia, dipuji aktor Hollywood
5+2 wisata alam dan religi dekat Stasiun KA Cibadak Sukabumi naik Kereta Wisata Jaka Lalana

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:25 WIB

Tingkat penghunian kamar hotel di Sukabumi Februari 2026 turun

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:00 WIB

Foto-foto penampakan kebun kurma Sukabumi berbuah lebat

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:08 WIB

Bus Sukabumi-Bali: Rute, tarif dan tips

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:00 WIB

KDM: Wisata alam harusnya gratis

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pilung Girijaya Cidahu Sukabumi sajikan keindahan alam, camping ground dan wisata religi

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau - sukabumiheadline.com

Sains

Kapan mulai musim kemarau 2026? Ini prediksi BMKG

Rabu, 4 Mar 2026 - 08:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131