18 C
Sukabumi
Senin, Juli 15, 2024

Sudah direstui keluarga, Sule pastikan Mahalini mualaf sebelum dinikahi Rizky Febian

sukabumiheadline.com - Kepastian siapa yang berpindah keyakinan...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Honda AMAX 160, skutik futuristik performa unggul jadi penantang Yamaha Aerox

sukabumiheadline.com - Honda kembali menggebrak pasar skutik...

Kemarin Saling Kritik, Ini Momen AHY Minta Puan Maharani Jadi Kakak

PolitikKemarin Saling Kritik, Ini Momen AHY Minta Puan Maharani Jadi Kakak

sukabumiheadline.com l Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Hutan Kota Plataran, Jakarta Pusat, Ahad (18/6/2023). Sejumlah elite kedua partai juga ikut menghadiri agenda politik jelang Pilpres 2024 tersebut.

Puan pun membeberkan salah satu obrolan empat mata bersama AHY. Ia menyebut AHY sempat mengutarakan keinginannya agar hubungan mereka dibangun layaknya kakak dan adik.

Ditambahkan Puan, AHY menginginkan agar hubungan Demokrat dan PDIP lebih harmonis lagi.

“Tadi Mas AHY bilang, ‘mbak, boleh tidak saya menganggap mbak sebagai kakak?’, ‘ya iya dong’. Kalau kemudian ngobrolnya itu antar Ketum sama Ketua DPR, kayaknya enggak sejam lebih, tapi paling ya 20 menit selesai,” kata Puan.

Puan pun mengaku lebih memaknai hubungan kakak adik meskipun keduanya kini berada di posisi yang berbeda. Apalagi dengan riwayat keduanya yang pernah menjadi anak presiden.

Puan juga menyampaikan baik PDIP dan Demokrat telah sepakat untuk menjalin hubungan yang berkelanjutan. Ia mengatakan perlu waktu dan komunikasi yang intens untuk membahas dan nantinya menyamakan tujuan kedua partai.

“Tadi kita akrab begini, melihat-lihat air mancur, itu beneran lho ya ngobrolnya bukan pura-pura. Bahkan ada yang nanya juga, ‘mbak ini sebenarnya pura-pura atau gak sih?’. Ya ngobolnya sejam lebih ya enggak lah ini enggak pura-pura kan mas?,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menyebut pertemuannya dengan Puan merupakan salah satu agenda untuk membahas isu kenegaraan dan dinamika politik bersama PDIP. Ia mengatakan pertemuan kali ini tak melulu membahas soal Pemilu 2024.

“Pertemuan ini bukan hanya sekadar gimik politik, tetapi juga sesuatu yang penting dan substansial,” kata AHY.

AHY menyebut partainya dan PDIP memiliki jejak riwayat yang sama dalam kancah perpolitikan Indonesia. Salah satunya, mereka sama-sama pernah menjadi ruling party alias partai penguasa dan partai oposisi.

PDIP misalnya menang dua kali berturut-turut pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, dan dalam dua periode itu Demokrat bertindak sebagai oposisi. Sedangkan Demokrat unggul dua periode sebelumnya atau pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2009, kala itu posisi PDIP adalah oposisi.

Seperti diketahui, Partai Demokrat yang selama ini beroposisi terhadap pemerintah kerap melontarkan kritikan tajam terkait kondisi di dalam negeri, terutama terkait ekonomi dan penegakan hukum.

AHY bahkan pernah menyoroti sistem penegakan hukum di Indonesia saat ini yang merosot tajam. Ia bahkan menilai hukum saat ini tajam ke lawan, tumpul ke kawan.

“Banyak yang merasakan praktik penegakan hukum yang seolah tajam ke bawah, tumpul ke atas, tajam ke lawan tumpul ke kawan,” kata AHY, Sabtu (20/5/2023).

Demikian pula dengan PDIP. Ketika SBY berkuasa, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu terbilang sangat rajin mengkritik pemerintahan SBY.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer