Keripik tempe Kahla, produk UMKM Sukabumi ekspor ke Asia dan Australia raih penghargaan PBB

- Redaksi

Minggu, 9 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kahla Keripik Tempe, produk UMKM Sukabumi diekspor ke Arab Saudi - CV Kahla Global Persada

Kahla Keripik Tempe, produk UMKM Sukabumi diekspor ke Arab Saudi - CV Kahla Global Persada

sukabumiheadline.com – Produk UMKM asal Sukabumi, Jawa Barat kian mendunia. Salah satunya, keripik tempe produksi CV Kahla Global Persada (KGP), sebuah UMKM asal Sukabumi yang menjadi binaan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat.

Melalui UMKM tersebut, keripik tempe mendunia hingga ke Arab Saudi. Setidaknya 1.200 box atau 28.728 pcs keripik tempe, senilai Rp269 juta diekspor ke Arab Saudi. Pelepasan ekspor perdananya dilakukan pada Kamis 6 Februari 2025 di Gedung Serbaguna Bunda Ratu, Sukabumi.

Pelepasan ekspor keripik tempe tersebut dihadiri langsung Deputi Kementerian UMKM dan Koperasi, Direktur Kementerian Perindustrian, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Bupati Sukabumi, Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jawa Barat, Kepala Dinas Perindustrian, serta jajaran instansi vertikal dan OPD di Kabupaten Sukabumi serta undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KGP merupakan salah satu UMKM binaan BI Jawa Barat yang telah mendapatkan bantuan teknis melalui capacity building onboarding UMKM Unggulan. Melalui berbagai bantuan teknis yang telah dilakukan BI.

KGP telah memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan toko online di platform e-commerce dan marketplace, pelatihan pencatatan keuangan sistematis menggunakan aplikasi SIAPIK, akses pemodalan, dan eksposur lebih luas kepada investor maupun mitra bisnis potensial baik dalam dan luar negeri.

Tak hanya itu, KGP juga mendapatkan pelatihan untuk memahami berbagai regulasi ekspor, sertifikat yang dibutuhkan, dan standar kualitas yang berlaku di negara tujuan ekspor.

Baca Juga :  UMKM Sukabumi Bisa Ajukan Pinjaman Rp20 Juta ke Pegadaian, Begini Caranya

Berbagai pelatihan dan bimbingan teknis tersebut semakin memperkuat tekad pasangan Vivi Hervianty dan Handry Wahyudi sebagai pemilik untuk terus berusaha mengangkat citra tempe yang selama ini memiliki konotasi sebagai makanan khas Indonesia, menjadi camilan sehat berkelas.

Keripik tempe tidak hanya berjaya di pasar lokal, tapi mampu melanglang buana menembus pasar global. Keripik tempe dengan brand “Kahla” juga telah dapat dinikmati di Thailand, Malaysia, Kanada, New Zealand, Korea Selatan, hingga Australia.

Tidak hanya sukses berbisnis, KGP juga berhasil memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar, khususnya penduduk pria yang mengalami kesulitan mencari pekerjaan. Hal tersebut karena industri garmen yang berada di sekitar wilayah Sukabumi umumnya mempekerjakan karwayan wanita.

Pemberdayaan masyarakat tersebut tentunya sejalan dengan makna dari nama “Kahla” yang diambil dari kata “berKAH LAngit”, ungkapan yang penuh doa dan harapan bahwa kehadiran perusahaan sejak 2014 itu membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.

KGP telah mempekerjakan 15 orang pegawai yang terlibat dalam proses produksi dengan kapasitas rata-rata 31.000 bungkus per bulan.

Atas kegigihannya, berbagai apresiasi membanggakan telah diraih KGP. Pada tahun 2016, KGP dinobatkan sebagai Wirausaha Baru Terinspiratif tingkat Provinsi Jawa Barat.

Prestasi membanggakan lainnya diraih tahun 2020, yaitu sebgai Top One UB Women Indonesia yang diberikan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berdedikasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga :  Perajin Lis Gipsum di Parungkuda Sukabumi: Berapapun Saya Bersyukur

Tidak berhenti di sana, tahun 2022 pasangan Vivi dan Handry berhasil meraih Top One Juragan pada acara realitas bisnis Indonesia yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.

Selain itu, pada tahun 2023 Kahla Global Persada ditetapkan sebagai UKM terbaik tingkat Kabupaten Sukabumi.

Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian UMKM dan Koperasi, Temmy Satya Permana, dalam sambutannya mengucapkan selamat atas keberhasilan ekspor perdana ke Arab Saudi.

Diharapkan KGP dapat secara konsisten menjaga kualitas dan kapasitasnya agar dapat terus memperluas penetrasj pasar ekspor. Sinergi antar K/L, Pemerintah Pusat dan Daerah terus dibutuhkan untuk dapat mendorong UMKM Indonesia terus tumbuh dan melesat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Muslimin Anwar, mengapresiasi keberhasilan tersebut. Muslimin menekankan bahwa ekspor tersebut merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal di kancah global.

Hal itu juga sejalan dengan tujuan program pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mendorong UMKM naik level. Dari kelompok subsisten, naik level menjadi UMKM potensial, lanjut ke level UMKM Sukses, lalu UMKM Go Digital, hingga UMKM Ekspor yang turut berperan dalam memperkuat neraca pembayaran Indonesia.

KGP merupakan 1 dari 33 UMKM binaan BI Jawa Barat yang telah berhasil melakukan ekspor. Dengan acara pelepasan ekspor tersebut, diharapkan makin banyak UMKM di Kabupaten Sukabumi yang termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka agar mampu menjangkau pasar internasional.

Berita Terkait

Berani digital lewat Program Kota Masa Depan untuk UMKM Sukabumi naik kelas
Intip Rumah Batik Fractal LPS di Sukabumi, membuat karya seni dengan aplikasi jBatik
Peluang usaha 10 menu takjil lezat berikut harga jualnya
Peluang usaha untuk warga Sukabumi, pemerintah mau beli minyak jelantah Rp6.000 per liter ada bonus juga
Jual batu akik ke Eropa dan Amerika, pemuda Cikembar Sukabumi raup puluhan juta Rupiah per bulan
Keren, ini ragam model bumerang dan ketapel Sukabumi dijual ke Eropa dan Amerika
Acun Bumerang, produk UMKM asal Sukabumi yang disukai bule dimanja Bea Cukai
5 usaha di Sukabumi ketiban rezeki Lebaran

Berita Terkait

Sabtu, 15 Maret 2025 - 00:01 WIB

Berani digital lewat Program Kota Masa Depan untuk UMKM Sukabumi naik kelas

Rabu, 12 Maret 2025 - 01:00 WIB

Intip Rumah Batik Fractal LPS di Sukabumi, membuat karya seni dengan aplikasi jBatik

Sabtu, 1 Maret 2025 - 17:00 WIB

Peluang usaha 10 menu takjil lezat berikut harga jualnya

Minggu, 9 Februari 2025 - 01:21 WIB

Keripik tempe Kahla, produk UMKM Sukabumi ekspor ke Asia dan Australia raih penghargaan PBB

Jumat, 17 Januari 2025 - 05:00 WIB

Peluang usaha untuk warga Sukabumi, pemerintah mau beli minyak jelantah Rp6.000 per liter ada bonus juga

Berita Terbaru