Ketika Warga Simpenan dan Cikembar Sukabumi Curhat Jalan Rusak ke Ridwan Kamil

- Redaksi

Senin, 17 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arab dan Ridwan Kamil. l Istimewa

Arab dan Ridwan Kamil. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Kondisi jalan rusak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat seakan tidak ada habisnya dikeluhkan warga. Dari mulai mengunggah di media sosial (medsos) disertai narasi berisi keluhan atau kritikan hingga demonstrasi dengan cara menutup akses jalan.

Namun, seakan tak cukup hanya mengeluh di akun medsos pribadi, beberapa netizen asal Kabupaten Sukabumi juga menggeruduk akun medsos Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Salah satunya, akun @chandranugraha975 mengeluh kondisi jalan desa yang belum tersambung aspal di daerahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun bukan kewenangan Pemerintah Provinsi, tapi akun tersebut nekad mengeluhkan kondisi jalan rusak tersebut ke Ridwan Kamil.

“Desa Cihaur kecamatan simpenan Sukabumi Jawa Barat.. jalan utama desa nya masih belum tersambung aspal,” tulis @chandranuhraha975 dikutip sukabumiheadline.com, Senin (17/7/2023).

Selain jalan desa, kemudian akun @sopyan’opi memprotes Jalan Provinsi yang sudah lama dibiarkan rusak di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, atau biasa di sebut Jalan Pelabuhan 2.

“Tong hilap pak jln provinsi plbuan 2 cikembang_cikembar kpan mau di lanjut perbaikan..truk2 besar scg..garmen tiap HR mengancam nyawa pmgendara Karen jln rusak dan hncur,” tulis akun @sopyan_opi.

Berita Terkait: 

Ketika Emak-emak Sukabumi Protes Jalan Provinsi Rusak

Jl. Pelabuhan Dua Sukabumi Diperbaiki, tapi Dinilai Membahayakan Pengendara

Ngeri, Begini Penampakan Jalan Rusak dan Berdebu di Sukabumi

Untuk informasi, keduanya mengeluhkan jalan rusak di unggahan Ridwan Kamil yang pamer pembangunan ruas jalan di Kabupaten Pangandaran, Ahad (16/7/2023.

Dalam narasinya, Ridwan Kamil juga menyampaikan rencana perbaikan Jalan Provinsi yang rusak di wilayah Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Baca lengkap: Jalan Rusak di Jampang Tengah Sukabumi Diperbaiki Awal Tahun Depan

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB