Kisah Alvaro: Anak hilang dicari hingga Sukabumi, ditemukan sudah tulang belulang

- Redaksi

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alvaro Kiano Nugroho - Ist

Alvaro Kiano Nugroho - Ist

sukabumiheadline.com – Alvaro Kiano Nugroho bocah berusia enam tahun yang hilang sejak 6 Maret 2025 ditemukan meninggal dunia. Namun polisi belum menyebutkan di mana jenazah Alvaro pertama kali ditemukan, Ahad (23/11/2025) sore.

Jenazah Alvaro ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka manusia. Pihak kepolisian masih melakukan tes DNA untuk konfirmasi identitas, meskipun sudah kuat dugaan bahwa kerangka tersebut adalah Alvaro.

Penemuan sosok diduga kerangka bocah Alvaro secara tidak sengaja. Pada Ahad sore. Namun, Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam hanya menyebutkan lokasi penemuan jenazah Alvaro di kawasan Jabodetabek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ditemukannya di sekitar Jabodetabek,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan penemuan kerangka tersebut masih harus dipastikan melalui serangkaian pemeriksaan ilmiah.

“Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro. Tapi kita butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan Labfor (Laboratorium Forensik) ya,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak di Nyalindung Sukabumi Disebut Sebabkan Hernia, Begini Penjelasan Medis

Nicolas menegaskan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh, termasuk lokasi penemuan dan tersangka yang telah diamankan. Kapolres mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan dan identifikasi oleh penyidik.

Ia menambahkan, konferensi pers resmi terkait perkembangan kasus akan digelar Kamis (27/11/2025) mendatang.

Sebelumnya, pencarian Alvaro melibatkan tim gabungan Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Resmob Polda Metro Jaya. Selama penyelidikan, setiap informasi yang masuk terus ditelusuri.

Hilangnya Alvaro saat itu, memunculkan spekulasi adanya penculikan yang dilakukan seseorang. Kakek Alvaro, Tugimin, menduga cucunya diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya.

Polisi akhirnya mengumpulkan berbagai informasi dari saksi, pihak sekolah, pesan aduan melalui Instagram Kapolsek, hingga laporan warga untuk merangkai kembali rekam jejak terakhir Alvaro. Berdasarkan laporan keluarga, Alvaro terakhir terlihat pada Kamis, 6 Maret 2025.

Dicari hingga ke Banten dan Sukabumi

Penyebab pasti kematian Alvaro memang belum dirinci ke publik, namun polisi telah mengamankan satu orang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus ini. Berdasarkan informasi awal, pria yang diamankan tersebut diduga adalah ayah tiri korban.

Baca Juga :  Pemkab Sukabumi Anggarkan Rp5 Milyar untuk Sarana Prasarana Huntap di Nyalindung

Dalam proses pencarian selama 8 bulan, polisi memperluas area pencarian hingga ke beberapa daerah, termasuk Banten dan Sukabumi, Jawa Barat. Tempat polisi menelusuri berbagai kemungkinan berdasarkan laporan masyarakat.

Namun proses penyelidikan terkendala rekaman CCTV di sekitar lokasi hilangnya Alvaro.

“Rekaman CCTV otomatis terhapus setiap hari dan tidak tersimpan,” ungkap kepolisian.

Keluarga juga tidak melaporkan hilangnya Alvaro tepat pada hari kejadian sehingga rekaman penting tidak dapat diselamatkan.

Polisi kini mengumpulkan informasi dari berbagai sumber: keterangan saksi, pihak sekolah, keluarga, hingga laporan melalui DM Instagram dan saluran aduan Kapolsek.

Namun sebuah sumber menceritakan, diduga kerangka Alvaro secara tidak sengaja. Pada Ahad sore di kawasan Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Berita Terkait

Januari-10 Februari: 32 pelaku penipuan, pencabulan hingga maling motor di Sukabumi dibekuk
Terjadi di Sukabumi, kenali bahaya child grooming cases, ke mana harus mengadu?
Niat bela istri korban jambret, Hogi Minaya malah ditetapkan tersangka oleh polisi
Tak semua pencuri dipenjara menurut KUHP baru, apa dan berapa batasan nilainya?
Mencermati pergeseran tren tindak kriminal remaja 2026, orang tua wajib waspada
ASN di Sukabumi diculik pengusaha, cemburu atau proyek? Kuasa hukum ungkap kronologisnya
Sakit hati, wanita Sukaraja ini ngaku puas sayat kemaluan pacar pakai cutter
Kronologis kasir Alfamart Dina Oktaviani dibunuh dan diperkosa Kepala Toko

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:08 WIB

Januari-10 Februari: 32 pelaku penipuan, pencabulan hingga maling motor di Sukabumi dibekuk

Senin, 9 Februari 2026 - 22:00 WIB

Terjadi di Sukabumi, kenali bahaya child grooming cases, ke mana harus mengadu?

Senin, 26 Januari 2026 - 19:20 WIB

Niat bela istri korban jambret, Hogi Minaya malah ditetapkan tersangka oleh polisi

Minggu, 25 Januari 2026 - 00:26 WIB

Tak semua pencuri dipenjara menurut KUHP baru, apa dan berapa batasan nilainya?

Senin, 12 Januari 2026 - 21:13 WIB

Mencermati pergeseran tren tindak kriminal remaja 2026, orang tua wajib waspada

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas sedang memantau peristiwa gempa bumi - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Malam ini dua kali gempa guncang Sukabumi

Jumat, 20 Feb 2026 - 00:28 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131