Sarjana banyak jadi pengangguran, Gen-Z AS boikot kuliah

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Jumlah calon mahasiswa di universitas di Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan.
Kampus-kampus di AS mengalami penurunan pendaftaran 15% tahun 2010 hingga 2022. Di sisi lain, ketakutan lulusan universitas tak mendapatkan pekerjaan juga semakin tinggi.

Bahkan, mahasiswa yang baru lulus menghadapi masalah kekhawatiran bakal menjadi pengangguran.

Menurut data dari Federal Reserve Bank of New York, Desember 2025, tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi baru mencapai 5,8%. Para pengangguran fresh graduate mencapai dua kali lipat dari rata-rata semua lulusan perguruan tinggi sekitar 2,9%. Jumlah itu 1,7% lebih tinggi dibanding semua pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu faktor yang disorot, adalah sejumlah perusahaan besar sudah tidak lagi menyediakan program magang. Diketahui, menurut mantan kepala program karir awal Raymond James Financial, Simon Kho, AI berperan dalam mengubah perhitungan keuangan terkait perekrutan dan pelatihan talenta.

Karena setidaknya butuh 18 bulan, sebagaimana dikutip dari Futurism, untuk modal waktu dan sumber daya pelatihan bisa kembali lagi. Ini yang membuat mereka resah dan harus mencari langkah lanjutan bagi kariernya.

“Jadi yang bisa Anda lihat tantangannya dari sudut pandang SDM,” jelasnya, dikutip, Jumat (6/2/2026).

Saat bangku kuliah, persepsi pengembalian investasi muncul dan dampaknya kian sedikit orang yang mendaftar. Khususnya pada studi seperti komputer.

Para mahasiswa juga memikirkan pengalaman magang yang harus didapatkan sebelum lulus kuliah. Jika tidak, mereka akan menghadapi kesulitan mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, perusahaan ragu menanggung beban melatih talenta-talenta baru.

Penulis buku Apprentice Nation, Ryan Craig mengatakan kampus menghadapi masalah eksistensi. Lembaga pendidikan itu harus mencri cara bisa mengintegrasikan pengalaman sebelum para mahasiswanya lulus.

“Mereka harus mencari cara mengintegrasikan pengalaman kerja yang relevan, sesuai bidang dan berbayar untuk semua siswa. dan berharap beberapa pengalaman sebelum lulus,” ujarnya.

Berita Terkait

Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI
RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei
Benjamin Netanyahu mau dilengserkan
Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS
Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan
Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu
Indonesia Top 5 negara terbanyak janda, ada AS dan Rusia
Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 07:33 WIB

Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:52 WIB

RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:59 WIB

Benjamin Netanyahu mau dilengserkan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:58 WIB

Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS

Senin, 15 Juni 2026 - 19:50 WIB

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Berita Terbaru

Sekjen Kemenhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo - Kemenhan RI

Nasional

Bukan Budi Utomo yang ini, TNI aktif dalam kasus korupsi MBG

Senin, 6 Jul 2026 - 05:28 WIB