Komunitas Syiah Sukabumi edukasi santri soal bahaya gadget dan bullying

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahlulbait Indonesia Sukabumi edukasi santri soal bahaya gadget dan bullying - Ahlulbait Indonesia

Ahlulbait Indonesia Sukabumi edukasi santri soal bahaya gadget dan bullying - Ahlulbait Indonesia

sukabumiheadline.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Sukabumi memberikan edukasi kepada santri Madrasah Diniyah (MD) Tsumirotul Ulum, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Jawa Barat, mengenai bahaya penggunaan gadget secara berlebihan dan perundungan atau bullying.

Kegiatan bertema “Sosialisasi Bahaya Gadget dan Bullying” tersebut digelar Jumat (25/9/2026) dan diikuti 34 santri bersama para guru. Sosialisasi berlangsung sekitar 1,5 jam dan diselingi permainan untuk membuat peserta lebih aktif mengikuti materi.

Narasumber kegiatan, Sunenda, yang merupakan Wakil Ketua Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) DPD ABI Kabupaten Sukabumi, mengingatkan peserta mengenai dampak penggunaan gadget secara berlebihan terhadap perkembangan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sunenda, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan fisik, konsentrasi belajar, hingga kondisi emosional anak.

“Kecanduan gadget bisa merusak kesehatan fisik, menurunkan fokus belajar, hingga mengganggu kestabilan emosi anak secara mental,” tegas Sunenda dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membatasi penggunaan gadget oleh anak. Menurutnya, pendampingan orang tua diperlukan agar teknologi dapat digunakan secara tepat dan tidak mengganggu aktivitas belajar maupun kehidupan sosial anak.

Selain penggunaan gadget, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai bullying. Sunenda meminta para santri tidak membiarkan tindakan perundungan terjadi di lingkungan mereka.

Bagi santri yang menjadi korban bullying, ia menyarankan agar segera melaporkan kejadian tersebut kepada ustaz atau ustazah. Korban juga diminta tetap tenang dan menunjukkan keberanian agar tindakan perundungan tidak semakin berkembang.

“Jika mengalami bullying, segera laporkan kepada ustaz atau ustazah. Tetap tenang dan tunjukkan sikap berani agar pelaku tidak semakin merundung,” ujar Sunenda.

Kegiatan tersebut turut melibatkan pihak Madrasah Diniyah Tsumirotul Ulum, antara lain Kepala Madrasah Ustaz H. Enden H.M., serta Ustazah Santi Susanti dan Ustazah Dede Patmah.

Bagi DPD ABI Kabupaten Sukabumi, edukasi mengenai penggunaan gadget dan bullying menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran anak terhadap persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Program tersebut juga direncanakan untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi pelajar dan mahasiswa. Beberapa pihak yang telah membuka komunikasi untuk kerja sama antara lain Himpunan Pelajar Sukabumi, Duta Literasi Kabupaten Sukabumi, Forum Kreativitas Pelajar Palabuhanratu, dan BEM STKIP Bina Mutiara Sukabumi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan kegiatan edukasi serupa ke lingkungan pendidikan lainnya. Namun, pelaksanaan kegiatan lanjutan masih dalam tahap persiapan dan koordinasi.

Melalui kegiatan tersebut, DPD ABI Kabupaten Sukabumi mendorong lingkungan pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membekali anak dengan kemampuan menghadapi tantangan penggunaan teknologi dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Mengenal Ahlulbait Indonesia

Untuk informasi, Ahlulbait Indonesia (ABI) adalah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia yang mewadahi aspirasi dan kegiatan penganut mazhab Syiah.

Organisasi ini berdiri secara resmi pada tahun 2010 di Indonesia. Hingga kini , ABI memiliki puluhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di berbagai provinsi serta ratusan kepengurusan daerah di tingkat kabupaten/kota, termasuk di Sukabumi.

Ormas ini bergerak di bidang pelayanan keagamaan, pendidikan, sosial, kemanusiaan, serta memperkuat ukhuwah dan komunikasi dengan berbagai elemen umat Islam lainnya di Indonesia.

ABI mengusung prinsip ke-Islam-an dan kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad (Ahlulbait), serta menjunjung tinggi nilai kewarganegaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berita Terkait

Go Suhartono, peserta tertua Bentang Jawa 2026 terpaksa DNF di Sukabumi
Ini daftar 103 ormas kawal program Prabowo dikukuhkan Hashim Djojohadikusumo
Kawal program Prabowo: 20 ormas dikukuhkan, total jadi 103 organisasi
Polda Jabar bakal bentuk Satgas Bobotoh Jaga Persib, Jaga Lembur Sauyunan
Mengenal Kucing Persia: Jenis, karakter, harga dan tips memelihara mpus asal Iran
Ceperist Sukabumi Ngahidji berbagi di bulan suci, santuni yatim piatu dan lansia
Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:00 WIB

Komunitas Syiah Sukabumi edukasi santri soal bahaya gadget dan bullying

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:27 WIB

Go Suhartono, peserta tertua Bentang Jawa 2026 terpaksa DNF di Sukabumi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Ini daftar 103 ormas kawal program Prabowo dikukuhkan Hashim Djojohadikusumo

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Kawal program Prabowo: 20 ormas dikukuhkan, total jadi 103 organisasi

Senin, 18 Mei 2026 - 02:44 WIB

Polda Jabar bakal bentuk Satgas Bobotoh Jaga Persib, Jaga Lembur Sauyunan

Berita Terbaru