sukabumiheadline.com – Setelah hampir 3 tahun tinggal di gubuk, puluhan korban bencana pergeseran tanah di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya mendapatkan bantuan dari 3 tahun terlantar, Human Initiative (HI) dan Internationale Humanitaire Hulporganisatie (IHH) Belanda.
Beberapa tahun lalu, 39 kepala keluarga (KK) di lingkungan ini masih tinggal di gubuk. Di tengah keterbatasan tempat tinggal, keluarga tetap menjalani keseharian dan menantikan kesempatan untuk memiliki rumah yang lebih nyaman.
Dalam pernyataannya, HI menyebut keluarga yang kehilangan rumah akibat pergeseran tanah di Sukabumi, memiliki tempat tinggal yang aman menjadi harapan yang terus mereka nantikan. Pada Sabtu (24/10/2026), pembangunan komplek hunian pulai mulai berjalan melalui kolaborasi HI bersama IHH Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Abdul Mughni, General Manager Program Management Human Initiative mengatakan, pembangunan ini menargetkan 30 rumah untuk membantu keluarga memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. Namun, dari total 39 KK, masih ada 9 keluarga yang membutuhkan dukungan pembangunan rumah.

Meski belum seluruh kebutuhan hunian terpenuhi, pembangunan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal dan menata kehidupan bersama keluarga.
“Pembangunan rumah ini kolaborasi antara HI dan IHH Belanda. Dalam implementasinya kita bareng dengan Mas Naryo yang banyak bangun RHP di berbagai lokasi bencana. Semoga Allah memberikan keberkahan dan kelancaran dalam pembangunan rumah komplek sehingga masyarakat punya hunian yang aman, nyaman, bermartabat hingga menguatkan ibadah para keluarga terdampak,” ujar Abdul Mughni, Ju (30/10/2026).
Menurutnya, rumah menjadi tempat keluarga berbagi keseharian, beristirahat, merawat anak, dan menjalani ibadah. Bagi masyarakat yang selama ini tinggal di gubuk sederhana, hunian yang lebih layak dapat memberikan ruang untuk menjalani aktivitas dengan nyaman.
“Pembangunan ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk kembali menata kehidupan di lingkungan tempat mereka tinggal,” katanya.
“Kebersamaan membuat setiap perjalanan menjadi lebih bermakna. Melalui pembangunan ini, Human Initiative berharap semakin banyak keluarga penyintas memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal,” paparnya.









