sukabumiheadline.com – Cinta mendalam masyarakat Sunda kepada Persib Bandung kini menjelma menjadi sebuah komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan kehormatan daerah.
Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi kepolisian, Senin (18/5/2026), semangat kebersamaan itu terlihat di Rumah Makan Saung Mang Engking, Kiara Artha Park, Kota Bandung, pada Jumat (15/5/2026) lalu.
Dalam silaturahmi tersebut, jajaran Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Wadi Sa’bani, duduk bersama manajemen Persib serta para pimpinan kelompok suporter mencapai kesepakatan mengenai pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Bobotoh Jaga Persib, Jaga Lembur Sauyunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Inisiatif lahir untuk menciptakan iklim sepak bola yang kondusif di Tanah Pasundan. Melalui satgas ini, penyebaran nilai-nilai edukasi akan digalakkan hingga ke akar rumput, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian semata, melainkan juga peran krusial para suporter.
Kombes Pol. Wadi Sa’bani menegaskan bahwa kehadiran satgas ini menjadi wadah persatuan dan pengingat bersama bagi seluruh elemen pendukung.
“Atas arahan Bapak Kapolda Jabar, hari ini kita sepakat membentuk Satgas Bobotoh Jaga Persib, Jaga Lembur Sauyunan,” kata dia.
“Kehadiran satgas ini menjadi wadah edukasi agar rekan-rekan Bobotoh bisa saling mengingatkan. Kita ingin menyaksikan pertandingan Persib dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga nama baik lembur kita dengan semangat sauyunan atau kebersamaan,” lanjut Wadi Sa’bani.
Langkah sinergis ini disambut sangat positif oleh Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Pria yang akrab disapa Uwak Haji ini menilai momen tersebut sebagai titik balik kedewasaan Bobotoh.
Menurutnya, Persib tumbuh besar karena dukungan suporternya, dan saat ini adalah waktu yang tepat bagi pendukung untuk membuktikan diri sebagai kelompok yang dewasa, tertib, dan santun.
“Persib bisa menjadi klub besar karena napas kehidupan dari Bobotoh. Oleh karena itu, ini momentum tepat bagi kita semua untuk membuktikan kedewasaan. Mari kita kawal Persib dengan cara-cara yang bermartabat, karena perilaku kita adalah cerminan dari daerah kita,” tegas Umuh.
Komitmen serupa juga datang dari perwakilan akar rumput. Dian Purnama, yang mewakili suara para suporter, menegaskan bahwa Bobotoh ingin hadir sebagai solusi, bukan masalah.
Pesan-pesan edukasi dan perdamaian, kata dia, akan terus disebarkan ke seluruh kelompok pendukung agar atmosfer sepak bola di Bandung dan Jawa Barat semakin sehat, aman, dan ramah.
Kesepakatan ini pun didukung secara aklamasi oleh seluruh entitas besar pendukung Persib yang hadir, di antaranya Viking Persib Club, Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu), The Bombs, hingga Boboko (Bobotoh Kolot). Semuanya melebur dalam satu frekuensi, menanggalkan ego masing-masing demi kebaikan tim kebanggaan dan nama baik daerah.
Dengan bersatunya elemen keamanan, manajemen, dan ribuan pendukung dalam satu tujuan menjaga kondusivitas, optimisme pun tumbuh besar.
Dukungan moral yang elegan dan tertib ini diharapkan menjadi energi positif yang memuluskan langkah skuad Maung Bandung berkompetisi di Liga Indonesia, demi satu tujuan mempertahankan mahkota juara di Tatar Pasundan.









