Mengenal Kompeni, Kumpulan Pegiat Seni di Sukabumi Berharap Dukungan Pemerintah

- Redaksi

Minggu, 28 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompeni. l Istimewa

Kompeni. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I BAROS – Komunitas di Indonesia semakin hari kian tumbuh subur. Hal itu dapat dilihat dari berbagai jenis komunitas yang ada di Tanah Air, terutama di Sukabumi.

Sukabumi tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tapi juga kreativitas warganya.

Selain keindahan wisata alam, kelezatan dan aneka ragam kulinernya, hingga berbagai komunitas ada di sini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bicara komunitas, di Sukabumi terdapat komunitas yang anggotanya memiliki minat dan perhatian yang sama terhadap seni, yaitu Kompeni (Komunitas Pecinta Seni Sukabumi) yang diketuai Sandy Lesmana.

Kepada sukabumiheadlines.com. Ahad (28/11/2021), pria berusia 40 tahun itu mengatakan, berawal dari kecintaannya terhadap seni, pada tahun 2018 didirikan Kompeni.

“Tujuannya meningkatkan kreativitas untuk menggali potensi bakat yang dimiliki seseorang agar lebih berkembang, sehingga menghasilkan karya yang bernilai jual tinggi serta membuka wacana baru tentang seni musik, budaya, entertaintment dan komedi di masyarakat Sukabumi, maka pada 2018 dibentuklah wadah yang dinamakan Kompeni. Sekarang sudah beranggotakan 80 orang,” kata Sandy.

Tiga tahun Komunitas Pecinta Seni Sukabumi tumbuh dan terus berikhtiar untuk negeri dan bertekad menjadi salah satu komunitas yang bisa mengharumkan nama daerah dan negara.

Baca Juga :  Bareskrim Polri bekuk pelaku perdagangan gading gajah di Sukabumi
Dalam 2 2
Kompeni. l Istimewa

“Kami hadir untuk Anda sebagai komunitas yang mewadahi rekan-rekan pecinta seni, tidak hanya pegiat seni musik saja dalam komunitas ini. Ada pegiat seni tari, seni rupa, sastra. Pokoknya masih banyak seni lainnya yang tergabung di sini, dan juga sebagai penyampaian beragam aspirasi informasi kepada masyarakat yang mendidik, serta produk seni dan layanan berkualitas untuk mengisi ruang-ruang inspirasi masyarakat khusunya pecinta seni,” tambahnya.

Berbagai macam kegiatan kesenian sering dihelat komunitas ini. Selain itu, Kompeni juga sering mengadakan bakti sosial seperti penggalangan dana.

Alhamdulillah kalau kegiatan-kegiatan yang Kompeni lakukan bisa dibilang sering, untuk kegiatan kesenian kita adakan rutin seminggu sekali, kopdar juga seminggu sekali, dan waktu itu Kompeni pernah mengadakan kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa di Lombok,” ungkapnya.

Berharap Perhatian Pemkab Sukabumi

Salah seorang pengurus Kompeni, Prila Putri (26) menyampaikan keinginan komunitasnya diakui Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas dasar tujuan komunitas ini yang mau memajukan seni budaya serta merangkul komunitas dan para pelaku seni lainnya agar bisa bersinergi dengan pemerintah.

Baca Juga :  Ketua MUI Bojonggenteng Sukabumi Diperas dan Dihina Oknum Wartawan

“Bukan hanya saya pribadi saja yang ingin agar Kompeni diakui keberadaannya di Kabupaten Sukabumi, seluruh pengurus dan anggota juga inginnya komunitas ini diakui sebagaimana Pemerintah Kota Sukabumi melakukannya,” kata Prila.

Karenanya, Prila dan pengurus lainnya berharap Bupati Sukabumi Marwan Hamami agar men-support kegiatan mereka dalam berkomunitas dan beraktivitas.

Dalam 1 1
Kegiatan Kompeni I Istimewa

Sementara, Sandy menimpali, bagi masyarakat Sukabumi, baik yang berada di kota maupun kabupaten, jika memiliki hobi, skill dan kecintaan terhadap bidang seni ditantang untuk bergabung. Bahkan, untuk yang sekadar ingin mengetahui tentang Kompeni bisa datang langsung di basecamp Kompeni di Jl. Lio Asem, Desa Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, tepatnya belakang Terminal Tipe A, Jl. Lingkar Selatan.

“Khususnya warga Sukabumi yang punya keahlian atau hobi di bidang seni, dan bersedia bergabung dengan kami, atau hanya sekadar ingin mengenal Kompeni datang aja ke basecamp kami. Untuk yang berminat menjadi anggota, tidak ada persyaratan khusus, yang penting punya keahlian dalam bidang seni,” pungkas Sandy.

Berita Terkait

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah
Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam
Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025
Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi
Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi
Mengenal 7 hobi Nabi Muhammad SAW, dari olah raga, spiritual hingga buah favorit
Aisyiyah dan PA Sukabumi perkuat gerakan keadilan sosial keluarga

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:40 WIB

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:41 WIB

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Senin, 5 Januari 2026 - 16:15 WIB

Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:01 WIB

Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi tiga perempuan Sunda sedang botram atau makan bareng - sukabumiheadline.com

Kultur

5 tradisi wanita Sukabumi zaman dulu yang perlahan luntur

Selasa, 27 Jan 2026 - 17:10 WIB