Mengenal sosok Haji Rasul, pemikir Islam moderat diasingkan ke Sukabumi bersama 2 putranya

- Redaksi

Kamis, 23 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syeikh Abdul Karim Amrullah (Muhammad Rasul), atau populer dipanggil Haji Rasul - Istimewa

Syeikh Abdul Karim Amrullah (Muhammad Rasul), atau populer dipanggil Haji Rasul - Istimewa

sukabumiheadline.com – Syeikh Abdul Karim Amrullah (Muhammad Rasul) lahir pada 10 Februari 1879 dan wafat pada 2 Juni 1945. Pria yang populer dipanggil Haji Rasul ini adalah ulama terkemuka sekaligus seorang reformis asal Minangkabau, Sumatra Barat.

Dimuat dari VOI, ayah dari Buya Hamka ini sejak kecil telah mendalami ilmu Islam. Karena itulah dirinya kepincut untuk belajar agama ke Arab Saudi (Mekah dan Madinah). Di Tanah Suci, Haji Rasul berguru kepada Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Pada 1906, Haji Rasul baru kembali ke tanah air dan mengajar di berbagai pesantren di Sumatra Barat. Karena terjun ke dunia pesantren ini, jiwa prihatin dari Haji Rasul bangkit melihat penderitaan rakyat yang sulit mendapat pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dia pun berjuang lewat jalur pendidikan untuk mencerdaskan kaum muda di Minangkabau,” tulis laman tersebut.

Bergaul dengan pejuang 

Karena perjuangannya itu membuat Haji Rasul banyak bertemu dengan tokoh besar Islam lainnya, seperti pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan hingga H.O.S Tjokroaminoto. Pertemuan ini membuatnha mantap melanggengkan perjuangan melalui pendidikan.

Kedekatan dengan Ahmad Dahlan, membuat Haji Rasul berjuang untuk mengembangkan Muhammadiyah di Minangkabau. Kepemimpinan itu membuat nama Haji Rasul kesohor sebagai intelektual Muslim di seantero negeri.

Baca Juga :  Hanung Bramantyo Minta Muhammadiyah Bangun Pusat Kebudayaan

“Di tahun-tahun awal abad ke 20, tiga orang murid Syekh Ahmad Chatib di Mekah – Syekh Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) Haji Abdullah Ahmad, dan Syekh Mohd Djamil Djambek – mempelopori penyebaran ajaran Islam modern kita ketiganya kembali ke kampung halaman.

Namun demikian, sejalan dengan pandangan gurunya, meskipun mereka banyak mengambil ajaran dari pembaharu Islam asal Mesir, Muhammad Abduh,” terang Audrey R Kahin dalam Dari Pemberontakan ke Integrasi Sumatra Barat dan Politik Indonesia (1926-1998) (2005).

Haji Rasul kemudian aktif memberikan pengajian nasihat dan fatwa sehingga banyak muncul pengikut. Tetapi dirinya menolak dikaitkan dengan gerakan politik. Karena menyebut gebrakannya sebagai dakwah.

Diasingkan ke Sukabumi

Karena gerakan Haji Rasul itu, membuat Pemerintah Belanda resah, sehingga menerapkan ordonansi sekolah liar. Hal itu menjadikan tidak sembarang orang bisa memberikan pendidikan.

“Begitu pula para pengajarnya, Belanda khawatir sekolah yang digelar Haji Rasul jadi gudangnya subversi,” paparnya.

Tetapi Haji Rasul menentang hukum ordonansi sekolah liar tersebut dengan mengumpulkan dua ribu ulama di Bukit Tinggi pada 1828 untuk menentang Belanda secara terang-terangan.

Alhasil, perlawanan Haji Rasul tersebut membuatnya diasingkan ke Sukabumi, Jawa Barat.

Mengutip James R Rush dalam Adicerita Hamka, proses penangkapan dari Haji Rasul oleh Pemerintah Hindia Belanda kala itu menuai protes dari kalangan pers dan Volksraad. Namun, Pemerintah Hindia Belanda kukuh dengan keputusan, membuang Haji Rasul ke Sukabumi.

Baca Juga :  Film Buya Hamka Dibintangi Artis Sukabumi, Vino Ungkap "Kedekatan" dengan Sang Ulama

“Alasan Belanda adalah kekuasaan pemerintah yang sah dan hukum-hukum adat tidak dapat dijalankan lagi di negeri yang beliau duduki. Hamka yang sedang menghadiri konferensi Muhammadiyah di Aceh mendengar berita pembuangan ayahnya di radio,” jelas James.

Untuk informasi, sebelum Haji Rasul, putranya yang bernama  Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka, telah lebih dulu diasingkan ke Sukabumi. Baca lengkap: Kisah Buya Hamka ditahan di Sukabumi, menulis buku Hanya Allah hingga ingin bunuh diri

Setelah itu, Haji Rasul yang merupakan pendiri Sumatera Thawalib, sebuah sekolah Islam modern pertama di Indonesia kemudian turut diasingkan ke Sukabumi.

Alasan pemerintah Hindia Belanda mengasingkan Haji Rasul, adalah karena aktivitasnya  sebagai tokoh Muhammadiyah di Sumatera Barat membuat penfuasa gerah. Walhasil dengan tuduhan subversif, Belanda akhirnya memutuskan untuk mengasingkannya Haji Rasul ke Sukabumi pada 8 Agustus 1941.

Informasi dihimpun, Haji Rasul diasingkan ke Sukabumi bersama dengan istrinya Dariyah dan anaknya Abdul Wadud Karim Amrullah alias AWKA.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Wadud Karim Amrullah kemudian berganti nama menjadi Willy Amrull setelah murtad dan memeluk Kristen. Baca lengkap: Perjalanan hidup AWKA, adik Buya Hamka ditahan di Sukabumi lalu murtad dan jadi pendeta

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru