Waspada kekeringan di Jabar, BMKG: Bogor, Sukabumi, Cianjur hingga Banjar Mei – Juni

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi musim kemarau - sukabumiheadline.com

Ilustrasi musim kemarau - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Wilayah Sukabumi, Jawa Barat, diprediksi bakal mengalami bencana kekeringan pada Mei hingga Juni 2026. Hal itu diungkap Badan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan wilayah Jawa Barat akan dilanda musim kemarau panjang, mulai Maret hingga Juni tahun ini.

Kepala Stasun Geofsika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu menuturkan bahwa prediksi tersebut didasarkan pada analisis dinamika atmosfer dan model prediksi iklim periode normal 1991–2020. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan, musim kemarau di Jawa Barat akan datang lebih awal dan lebih kering dari kondisi normal.

“Secara umum, sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan durasi kemarau berkisar 13 hingga 15 dasarian, bahkan cenderung lebih panjang dari normal,” kata Teguh, Selasa (24/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data yang telah dirilis oleh BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Barat akan menghadapi musim kemarau pada Mei 2026. Tercatat, sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat diperkirakan akan mengalami periode kemarau pada waktu tersebut.

Adapun beberapa daerah, diprediksi memasuki musim kemarau lebih cepat. Di sebagain kecil wilayah Bekasi dan Karawang, kemarau diperkirakan akan mulai terjadi pada bulan Maret. Selanjutnya, kemarau akan meluas hingga wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, serta sebagian Cirebon pada bulan selanjutnya.

Sementara Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Ciamis hingga Banjar diprediksi mulai memasuki musim kering pada Mei hingga Juni 2026.

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com
Ilustrasi musim kemarau ekstrem – sukabumiheadline.com

Menghadapi potensi tersebut, BMKG mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera mempersiapkan berbagai langkah preventif, seperti optimalisasi penggunaan sumber daya air hingga penyesuaian jadwal tanam pada sektor pertanian.

Hal tersebut penting dilakukan untuk memitigasi potensi dampak dari musim kemarau, mulai dari kekeringan, berkurangnya pasokan air, terganggunya sistem irigasi pertanian, hingga resiko kebakaran lahan dan hutan yang meningkat.

Berita Terkait

Prakiraan cuaca 29-31 Oktober: Sukabumi diguyur hujan lebat dan petir
22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi
Kisah Nikola Tesla dan Macak: Fisikawan pencipta PLTA dan kucing kesayangan
Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi
Mengenal Sesar Bayah-Salak, pemicu gempa bumi beruntun di Sukabumi
Prakiraan cuaca Sukabumi 20-31 Agustus, hujan ringan 5 hari
Kapan mulai musim hujan di Sukabumi?
Setelah Godzilla, kini Super El Nino terkuat dalam 100 tahun ancam petani

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Prakiraan cuaca 29-31 Oktober: Sukabumi diguyur hujan lebat dan petir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:03 WIB

22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kisah Nikola Tesla dan Macak: Fisikawan pencipta PLTA dan kucing kesayangan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Senin, 21 September 2026 - 04:09 WIB

Mengenal Sesar Bayah-Salak, pemicu gempa bumi beruntun di Sukabumi

Berita Terbaru