Mengupas Figur 5 Kandidat Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Siapa Mereka?

- Redaksi

Selasa, 13 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri: Malik Ibrahim, Dede Iswandi, Rifal Fauzi, Asep Aripin, Imam Noeril tengah digadang-gadang jadi kandidat Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa

Dari kiri: Malik Ibrahim, Dede Iswandi, Rifal Fauzi, Asep Aripin, Imam Noeril tengah digadang-gadang jadi kandidat Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi. | Foto: Istimewa

sukabumiheadline.com l Dalam waktu dekat ini Karang Taruna Kabupaten Sukabumi akan melakukan musyawarah Temu Karya dalam rangka pemilihan ketua baru untuk lima tahun ke depan, periode 2021-2026.

Menjelang momentum tersebut muncul lima nama yang digadang-gadang akan maju sebagai bakal calon Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi.

Mereka adalah Malik Ibrahim dari Kecamatan Caringin, Dede Iswandi dari Cisaat, Rifal Fauzi dari Parakansalak, NS Asep Aripin dari Sagaranten dan Imam Noeril dari Kalapanunggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

sukabumiheadline.com merangkum beberapa pertanyaan seputar program hingga rekam jejak organisasi dari para kandidat tersebut. Berikut ulasannya.

1. Malik Ibrahim

Malik Ibrahim aktif di Karang Taruna Kecamatan Caringin. Sebelumnya ia merintis terlebih dulu di Karang Taruna Desa Cijengkol. Ia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan sewaktu kuliah pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Malik melihat kondisi Karang Taruna hari ini di tingkat desa dan kecamatan baik-baik saja. Kebanyakan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Hanya saja belum seutuhnya terjalin kolaborasi dengan stakeholder yang ada di tingkatannya masing-masing. Malik melihat perlu adanya motivasi dan inovasi untuk menggerakannya sehingga keberadaan Karang Taruna dan kemanfaatannya betul-betul dirasakan oleh masyarakat pada umumnya

“Dari sisi anggaran untuk Karang Taruna di tingkat desa sudah ada, hanya saja perlu adanya peningkatan dengan ditopang dengan kerja-kerja sosial yang konkret sehingga pemerintah desa juga tidak sulit menganggarkan untuk Karang Taruna itu sendiri. Untuk forum karang taruna di tingkat Kabupaten Sukabumi memang sedang masa transisi dari kepengurusan sebelumnya, sehingga pergerakannya tidak begitu maksimal dan dirasakan oleh semua pihak,” kata Malik

Ditanya mengenai program apabila ia terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Malik akan melakukan pembenahan keorganisasian terlebih dahulu, salah satunya pembenahan dari segi data organisasi dengan platform digital.

“Mau tak mau Karang Taruna harus bisa menyesuaikan dengan kondisi hari ini. Lalu program berikutnya yaitu produktivitas Karang Taruna itu sendiri sesuai dengan potensi dan kemampuan SDM dan SDA yang ada di tingkatan wilayahnya masing-masing,” imbuh Malik.

2. Dede Iswandi

Dede Iswandi sudah lebih dari 11 tahun mengabdi di Karang Taruna berbagai tingkatan. Ia aktif setelah lulus SMK. Ia juga sudah dua tahun terakhir mengurus Karang Taruna tingkat kecamatan di Cisaat. Selain itu, Dede juga merupakan relawan di organisasi sosial Jabar Bergerak.

Baca Juga :  Pernah picu rusuh, besaran retribusi Pantai Ujunggenteng Sukabumi kembali disoal warga

Dede Iswandi melihat kondisi Karang Taruna Kabupaten Sukabumi hari ini kurang sinergis dengan pemerintah daerah. Hal itu karena kepengurusan yang sudah vakum sehingga program tak berjalan dengan baik.

“Apabila ada izin Allah saya memimpin Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, langkah pertama saya akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan semua unsur atau stakeholder. Tujuannya agar program-program Karang Taruna bisa terrealisasikan dengan baik dan berjalan sesuai ruhnya,” kata Dede.

“Saya yakin dengan adanya sinergitas Karang Taruna dengan pemerintah daerah sampai ke tingkat bawah (desa) dan seluruh stekholder yang ada, maka Karang Taruna akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dengan kondisi apapun,” tegasnya.

3. Rifal Fauzi

Rifal Fauzi aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus. Tahun 2010 lalu ia menjadi Ketua BEM di salah satu kampus di Cianjur. Tahun 2015 ia menjadi pengurus Karang Taruna Desa Sukakersa, 2017 menjadi Ketua PK KNPI Parakansalak. Tahun 2019 ia terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Parakansalak. Sekarang ia juga aktif menjadi pengurus KNPI Provinsi Jawa Barat.

Rifal menjelaskan, 61 tahun karang taruna hadir mewarnai perjalan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai program dan eksistensinya telah dirasakan sampai saat ini yang bertumpu pada penggalangan aktivitas yang bersifat penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Karang Taruna adalah lembaga kemasyarakatan “terbesar” di Indonesia. Hal ini terbukti dalam sistem stelsel pasif dimana pemuda dan remaja yang berusia 13-45 tahun otomatis menjadi warga karang taruna.

“Karang Taruna kabupaten Sukabumi saat ini sedang mencari sosok pemuda terbaik dalam agenda Temu Karya ke IV tahun 2021. Tentunya secara pribadi saya berharap TKKT IV Kabupaten Sukabumi menghasilkan sosok pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas, memiliki integritas dan kompetensi,” ungkap Rifal.

Ditanya mengenai programnya apabila terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Rifal terlebih dulu melihat ada beberapa hal. Pertama, masalah sosial saat ini bukan hanya karena masih belum kondusifnya situasi politik dan belum paripurnanya pembenahan tatanan ekonomi makro bangsa, tetapi juga disebabkan transisi sosial politik, ekonomi dan keamanan pada tingkat regional maupun nasional yang sulit diramalkan (unpredictable).

Baca Juga :  Gelombang Setinggi 6 Meter Terjang Pantai Istiqomah Sukabumi

“Permasalahan seperti kemiskinan, bencana alam, pengangguran, kesenjangan sosial dan konflik horizontal dan disintegrasi sosial adalah contoh nyata tantangan Karang Taruna ke depan. Oleh karenanya misi “Jawara Kebaikan” terproyeksi pada upaya pengembangan sumberdaya karang taruna yang handal di bidang pengembangan ekonomi masyarakat, pengembangan taraf kesejahteraan sosial masyarakat, serta pengembangan kualitas kepemimpinan baik di internal Karang Taruna maupun masyarakat,” paparnya.

“Upaya pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama, apalagi pada era saat ini yang semakin kompetitif dan bonus demografi yang musti kita tata dan kelola agar menjadi nilai positif bagi pembangunan daerah kita,” pungkas Rifal yang punya strategi “Jawara Kebaikan”.

4. NS Asep Aripin

Asep Aripin adalah seorang lulusan keperawatan yang aktif di bidang kepemudaan. Ia aktif di Karang Taruna Desa Pasanggrahan sejak tahun 2018 dan sekarang naik ke Karang Taruna Kecamatan Sagaranten. Selain itu, ia adalah pengurus aktif di DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukabumi.

Menurut Aripin, Karang Taruna saat ini perlu ada pemberdayaan terhadap generasi muda agar terciptanya pemuda yang kreatif, inovatif dan mandiri sehingga perlu dukungan dari pemerintah daerah untuk pemberdayaan tersebut.

“Karena itu, program yang akan saya perjuangkan adalah program skala prioritas dari setiap Karang Taruna tingkat kecamatan yang aspirasinya berdasarkan dari Karang Taruna desa sehingga program prioritas tersebut bisa teratasi setiap tahunnya. Untuk menuju pemuda yang kreatif, inovatif dan mandiri,” papar Aripin.

“Bagaimana cara membuat Karang Taruna ikut andil di tengah masyarakat? Ketika saya diamanahkan menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, saya akan mendorong Karang Taruna kecamatan dan desa agar bisa menjadi pelopor dalam bidang sosial dan garda terdepan untuk setiap permasalahan sosial di masyarakat,” paparnya.

5. Imam Noeril

Imam Noeril belum bersedia memberikan jawaban, visi, misi dan program apapun saat dihubungi sukabumiheadline.com. Namun, pria asal Kalapanunggal itu mempunyai visi misi mewujudkan Karang Taruna Kabupaten Sukabumi sebagai wadah berkreativitas para pemuda.

Imam Noeril optimis melalui gagasannya ini Karang Taruna ke depan dapat membentuk pemuda yang mandiri, berdikari, dan berjiwa entrepreneur. Imam mengajak para pemuda yang berada di Kabupaten Sukabumi berkontribusi atau berperan pembangunan sosial dan ekonomi.

Berita Terkait

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta
Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?
Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak
Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda
Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon
Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi
Penduduk miskin Kota Sukabumi naik, ranking berapa se-Jawa Barat?
Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 04:18 WIB

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta

Kamis, 3 April 2025 - 10:00 WIB

Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?

Rabu, 2 April 2025 - 03:32 WIB

Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak

Selasa, 1 April 2025 - 00:01 WIB

Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda

Senin, 31 Maret 2025 - 13:00 WIB

Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon

Berita Terbaru

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB