Pemprov Jabar dan PT KAI hadirkan Kereta Petani dan Pedagang, Bandung – Sukabumi – Bogor

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin - Pemprov Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin - Pemprov Jawa Barat

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin membahas inovasi transportasi baru yang akan mempermudah mobilitas petani dan pedagang di Jawa Barat.

Melalui konsep “Kereta Petani dan Pedagang”, Pemda Provinsi Jabar dan KAI berkomitmen menghadirkan sarana distribusi hasil bumi yang efisien, murah, dan ramah lingkungan.

Dalam pertemuan tersebut, KDM– sapaan akrab Dedi Mulyadi –mengusulkan agar salah satu jalur kereta di Jawa Barat dimanfaatkan untuk mengangkut hasil pertanian dan peternakan, seperti domba, ayam, sayur, buah, dan beras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ingin satu rel disiapkan khusus untuk petani dan pedagang. Jadi mereka bisa membawa hasil bumi langsung ke pasar tanpa mengganggu penumpang umum,” ujar KDM dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (8/11/2024.

Baca Juga :  Kolaborasi haram pemuda Cianjur dan Sukabumi mencuri baut rel kereta milik KAI

“Dari mana?” tanya Dedi Mulyadi.

“Bandung, Cianjur, Bogor, Depok,” jawab Bobby.

“Tapi kan Depok bukan daerah pertanian. Sukabumi! Karena dari Bandung satu jalur tuh,” timpal Dedi Mulyadi.

Dirut KAI Bobby Rasyidin menyambut baik ide tersebut.

Ia mengungkapkan KAI telah memproduksi empat unit Kereta Petani dan Pedagang dan berencana menambah empat unit lagi yang akan difokuskan untuk melayani wilayah Jawa Barat.

“Empat unit tambahan ini kami siapkan khusus untuk Jawa Barat. Produksinya segera kami jalankan,” kata Bobby.

Bobby menambahkan, desain kereta untuk Jawa Barat akan dibuat khusus tanpa sistem pendingin (AC), menyesuaikan dengan kebutuhan pengangkutan hasil ternak dan pertanian.

“Presiden juga menyarankan agar kereta angkutan semacam ini tidak menggunakan AC karena dapat membahayakan hewan ternak seperti ayam atau domba,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Sukabumi, PT KAI Buka Lowongan Kerja untuk Penempatan Jakarta

KDM menilai langkah ini akan sangat membantu pedagang kecil, terutama di daerah-daerah penghasil.

Ia juga mengusulkan agar jalur angkutan hasil bumi dari Cirebon hingga Jakarta diintegrasikan dengan stasiun-stasiun penggilingan beras di sepanjang lintasan.

“Bayangkan kalau di dekat stasiun-stasiun seperti Subang, Indramayu, atau Cirebon dibuat penggilingan beras dekat stasiun, hasilnya bisa langsung naik kereta menuju Jakarta,” terang KDM.

Dirut KAI pun menyetujui gagasan tersebut dan menyebutkan akan menindaklanjutinya dengan kerjasama formal.

“Baik, kita buat MOU untuk program angkutan distribusi barang,” ujar Bobby.

Sebagai langkah awal, KAI juga akan meluncurkan Kereta Wisata Cianjur–Sukabumi pada Desember mendatang sebagai bagian dari revitalisasi jalur kereta di wilayah selatan Jawa Barat.

Berita Terkait

Deal! Unilever sponsori Persib, ada Rinso Beckham Special Edition
Ini pemilik Hotel Santika Premiere Hills Resort Cibadak Sukabumi, lahir dari pembredelan media
5 bisnis menggiurkan di dekat Gerbang Tol Bocimi Sukabumi
Potensi buah manggis Sukabumi: Sentra, volume, tujuan ekspor dan khasiatnya bagi kesehatan
Menghitung jumlah kekayaan Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi
Belanja online fesyen lokal berkualitas di Elizabeth, ada ribuan produk dan gratis ongkir
Menanti IPO Persib di Bursa Efek Indonesia tawarkan 45% saham, ini penjelasan OJK
5+5 merek dan jenis mobil terlaris di Indonesia 2025

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:36 WIB

Deal! Unilever sponsori Persib, ada Rinso Beckham Special Edition

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:10 WIB

Ini pemilik Hotel Santika Premiere Hills Resort Cibadak Sukabumi, lahir dari pembredelan media

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:34 WIB

5 bisnis menggiurkan di dekat Gerbang Tol Bocimi Sukabumi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:50 WIB

Potensi buah manggis Sukabumi: Sentra, volume, tujuan ekspor dan khasiatnya bagi kesehatan

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:40 WIB

Menghitung jumlah kekayaan Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi

Berita Terbaru

Gedung tua peninggalan Belanda - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Khazanah

Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya

Kamis, 29 Jan 2026 - 03:02 WIB