Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS

- Redaksi

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gokil! Pengusaha Tiongkok bikin kaos Boycott China untuk dijual di Amerika Serikat - Istimewa

Gokil! Pengusaha Tiongkok bikin kaos Boycott China untuk dijual di Amerika Serikat - Istimewa

sukabumiheadline.com – Viral di berbagai platform media sosial kaos bertuliskan “Boycott China” terjual laris manis di pasar Amerika Serikat (AS).

Kaos bertuliskan “Boycott China” adalah bentuk protes terhadap dominasi ekonomi China. Uniknya, kaos ajakan untuk memboikot Tiongkok tersebut mlah diproduksi di China.

Pada model lain, selain tulisan “Boycott China” juga terdapat tulisan “Make America Great Again” (MAGA), yang merupakan tagline kampanye Presiden Donald Trump yang terkenal dengan slogan America First. Bahkan, alat peraga kampanyenya Trump tersebut juga sebagian besar diproduksi oleh pabrik-pabrik di China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melansir dari Washington Post, dalam laporannya menulis bahwa lebih dari 90% topi MAGA diproduksi di China, dengan biaya sekitar $1 per unit, lalu dijual seharga $25.

South China Morning Post menulis bahwa sejak 2019 pabrik-pabrik di Provinsi Guangdong dan Zhejiang mengalami aktivitas pesanan hingga 30–40% untuk kaos bertuliskan slogan anti-China.

Diketahui, biaya produksinya hanya sekitar $1,50–$2 per kaos, tetapi dijual ke pasar Amerika Serikat seharga $10. Artinya, ada margin keuntungan sebesar 400% untuk barang yang terang-terangan mengecam negara pembuatnya.

Menurut hasil survei YouGov pada 2020, 60% konsumen AS membeli produk dengan pesan politik sebagai ekspresi pribadi.

Di sisi lain, ada 35% yang benar-benar memperhatikan asal-usul produk tersebut. Artinya, selama produk cepat tersedia dan harganya terjangkau, sebagian besar konsumen tidak peduli apakah kaos “Boycott China” dibuat di Beijing atau Amerika Serikat.

Berita Terkait

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53
Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv
Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Berita Terbaru

Ilustrasi dukun di Indonesia - sukabumiheadline.com

Kultur

5 cerita dan cap hitam teluh Jampang Sukabumi

Minggu, 1 Nov 2026 - 01:00 WIB