21.8 C
Sukabumi
Selasa, Juni 18, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Desain Ala Skuter Retro, Intip Spesifikasi dan Harga Suzuki Saluto 125

sukabumiheadline.com l Di belahan dunia lain, Suzuki...

Suzuki SUI 125 Meluncur, Spesifikasi Vespa Banget Harga Terjangkau

sukabumiheadline.com l Skutik modern Suzuki Vespa SUI...

Perusahaan Rugi Rp180 Triliun per Tahun, Gerakan Boikot Produk Pro Israel Dinilai Berhasil

InternasionalPerusahaan Rugi Rp180 Triliun per Tahun, Gerakan Boikot Produk Pro Israel Dinilai Berhasil

sukabumiheadline.com l Gerakan boikot terhadap produk dari dan pro Israel yang gencar dikampanyekan di seluruh dunia dinilai berhasil. Bahkan, kerugian perusahaan pro negara Zionis ditaksir mencapai ratusan triliun Rupiah.

Seperti diketahui, aksi boikot produk pro Zionis itu seiring dengan serangan Israel yang semakin bertubi-tubi di tanah Palestina.

Dilaporkan Al Jazeera, sejumlah perusahaan disebut penyokong zionis yang menjadi sasaran boikot mulai ketar-ketir. Banyak perusahaan memberikan klarifikasi karena gerakan boikot dilaporkan sudah berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli.

Meskipun belum ada penghitungan secara resmi oleh perusahaan, namun untuk perbandingan, sebuah laporan menyebut nilai kerugian terbaru yang diderita Israel pada 2018 lalu berpotensi menimbulkan kerugian hingga US$11,5 miliar atau sekitar Rp180,48 triliun (asumsi kurs Rp15.694/US$) per tahun bagi Israel.

Gerakan ini juga berhasil membuat Israel ketar-ketir. Karenanya, dalam beberapa waktu terakhir, misi prioritas diplomatik Israel adalah penanggulangan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

Tak ayal, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melarang kelompok-kelompok yang mendukung gerakan boikot, sebab ribuan orang di negara penjajah itu disebut berpotensi kehilangan pekerjaan.

Dampak Boikot Bagi Israel

Di sisi lain, seperti diberitakan The Jerusalem Post, Zionis membantah gerakan boikot dapat merugikan mereka. Mereka mengeklaim hal itu akan “menambah penderitaan rakyat Palestina, bukan menguranginya.”

Senada pernyataan Israel, organisasi non-profit berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS), Brookings Institution, menyatakan bahwa gerakan BDS tidak akan secara drastis mempengaruhi perekonomian Israel karena sekira 40 persen ekspor Israel adalah barang “intermediet” atau produk tersembunyi yang digunakan dalam proses produksi barang di tempat lain, seperti semikonduktor.

Bahkan, sekira 50 persen ekspor Israel adalah barang yang tidak dapat digantikan, seperti chip komputer khusus.

Hal berbeda diungkap Bank Dunia yang menyebut bahwa ekspor barang-barang “intermediet” mengalami penurunan tajam dari 2014 hingga 2016 sehingga menimbulkan kerugian sekitar US$6 miliar atau sekitar Rp94,16 triliun.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer