Ponpes Tarbiatul Aulad, Oase di Tengah Tempat Hiburan Malam Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 29 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ponpes Tarbiatul Aulad Palabuhanratu. l Istimewa

Ponpes Tarbiatul Aulad Palabuhanratu. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l PALABUHANRATU – Berawal dari keinginannya membatu pemerintah dalam mengurangi kemaksiatan, KH. Khudori nekad mendirikan pondok pesantren (ponpes) di tengah sebuah perkampungan yang dikenal sebagai tempatnya hiburan malam.

Berkat perjuangan yang tidak kenal lelah, KH. Khudori berhasil mendirikan Ponpes Tarbiatul Aulad, di Kampung Cibolang Baru RT 04/02, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kini pondok pesantren yang didirikan sejak dua tahun lalu di kawasan tempat hiburan malam (THM) ini, ramai dipenuhi santri yang menuntut ilmu agama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Screenshot 2022 07 01 11 34 22 50 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
Ponpes Tarbiatul Aulad. l Istimewa

Salah satu kelebihan di Ponpes Tarbiatul Aulad, KH. Khudori tidak memungut biaya apapun alias gratis kepada para murid-mudirnya yang ingin belajar ilmu agama Islam di pondok pesantren tersebut.

Kepada sukabumiheadline.com, KH Khudori menceritakan, dengan mendirikan pondok pesantren, selain ingin mencerdaskan umat, juga membantu pemerintah menyadarkan manusia agar kembali ke jalan yang diridhai Allah SWT.

“Saya sudah bertekad ingin mengurangi sedikit demi sedikit kemaksiatan, supaya kampung yang berada di kawasan tempat hiburan malam ini menjadi kampung yang rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Sedang Susah, Polres Sukabumi Dalami 3 Kasus Aduan Pungli Objek wisata

“Saya ingin menjadikan kampung penuh dengan keberkahan dan perlindungan Allah SWT. Itu saja keinginan saya sejak dulu, agar umat kembali ke fitrahnya masing-masing,” sambungnya.

KH. Khudori menjelaskan, banyak tantangan harus dihadapinya ketika proses mendirikan Ponpes Tarbiatul Aulad tersebut. Baik tantangan dari dalam maupun luar kampungnya.

“Tantangan dari lingkungan, ada yang pro dan kontra. Tetapi saya pikir itu biasa. Makanya saya jadikan cambuk untuk lebih bersemangat dalam berdakwah,” akunya.

Namun demikian, ia mengaku tidak pernah menerima ancaman dari siapapun. “Kalau ancaman gak ada. Awal membangun juga dengan getir dan pahit, anak-anak terpaksa mencari dana sampai ke daerah Pajampangan dan Banten. Alhamdulillah dua tahun merintis dari awal, berdirilah pesantren ini,” jelasnya.

Screenshot 2022 07 01 11 32 36 38 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b 1
Ponpes Tarbiatul Aulad. l Istimewa

Semangat KH. Khudori meningkat manakala melihat ada perubahan kebiasaan yang positif di kawasan THM di sekitar Kampung Cibolang Baru RT 04/ 02, Desa Citepus, dimana jemaah masjid dari hari ke hari ada peningkatan, termasuk saat pelaksanaan Shalat Jumat.

Baca Juga :  Akhirnya Pos Pantau Balawista Pantai Palabuhanratu Sukabumi Roboh

“Perubahannya sangat luar biasa. Alhamdulillah pelaksanaan Shalat Jumat dari awalnya diikuti sedikit jamaah, sekarang agak lumayan bertambahnya,” ungkap KH. Khudori.

Adapun, terkait keberadaan hiburan malam ada aturannya. Jika sebelumnya dimulai jam 21.00 WIB, tapi sekarang lebih dibatas. “Demikian juga dengan hari Jumat, tidak ada hiburan malam,” bebernya.

Masih kata KH. Khudori, saat ini jumlah pengajar di Ponpes Tarbiatul Aulad, dirinya dibantu Abah Wawan atau yang akrab disapa Kang Ujang

Dengan semakin berkembangnya pesantren yang didirikannya, saat ini KH. Khudori mengaku ada kendala dalam pembangunan pesantren.

“Ruangan yang sangat memerlukan dana ruangan sekolah TPQ, di atasnya sudah mulai dihuni. Saya sangat membutuhkan pemasangan GRC untuk atap sekira Rp20 jutaan lagi,” imbuhnya.

Adapun, terkait metode pembelajaran, KH. Khudori mengungkapkan, para santri diajarkan membaca dan mengkaji kitab kuning. Pembelajaran dilakukan sejak pagi hingga malam, jam 23.00 WIB, jam 13.00+16.00 WIB, dan pukul 08.00-03.00 WIB.

“Aktivitas di sini, menggali kitab kuning yang dikatakan pasaran. Siang malam,” pungkasnya.

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru