sukabumiheadline.com – Memasuki bursa transfer Januari 2026, sejumlah nama pemain kelas dunia dan talenta berkualitas dikabarkan masuk dalam daftar bidikan Persib Bandung untuk memperkuat tim di ajang Super League 2025/2026 dan AFC Champions League Two 2025/2026.
Setelah dirumorkan tengah membidik Igor Sergeev dan Marko Dugandzic, kekinian Persib Bandung dikabarkan tengah membidik salah satu pemain posisi gelandang di klub Liga Jerman, Hamburg SV, Bakery Jatta untuk menggantikan Wiliam Marcilio.
Pemain jangkung yang pernah memperkuat Timnas Gambia ini dikabarkan disukai pelatih Maung Bandung, Bojan Hodak. Sebagai gelandang, Bakery Jatta tergolong produktif dalam mencetak gol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut ulasan tentang profil dan statistik Bakery Jatta, pemain bidikan Maung Bandung bernilai Rp12,5 miliar itu.
Berita Terkait:
- Statistik dan profil Igor Sergeev, ini alasan striker kelas piala dunia 2026 gagal gabung Persib
- Profil Marko Dugandzic: Striker asal Kroasia sudah like postingan Persib, pamitan ke klub lama
Profil Bakery Jatta
Bakery Jatta lahir 6 Juni 1998, ia adalah seorang pemain sepak bola profesional Gambia yang bermain sebagai gelandang untuk klub Bundesliga, Liga Jerman, Hamburger SV. Pemain dengan nomor punggung 18 ini punya tinggi badan 1,84 meter. Ia bermain di posisi gelandang di Hamburger SV.
Kehidupan pribadi dan perselisihan
Jatta dikatakan datang ke Jerman pada tahun 2015 sebagai pengungsi. Namun, pada Agustus 2019, kecurigaan muncul di media mengenai identitasnya karena menurut sebuah artikel pers Jerman oleh Sport Bild, nama aslinya diduga adalah Bakery Daffeh dan usianya diduga lebih tua.
Awalnya, baik Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi maupun otoritas lokal Hamburg tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal identitas Jatta. Namun, berita-berita selanjutnya menimbulkan keraguan pada laporan Sport Bild.
Hamburger Abendblatt, pada 29 Agustus, melaporkan kunjungan seorang reporter Bild di Gambia yang tampaknya berpura-pura menjadi perwakilan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) untuk mendapatkan informasi di Gambia.
Menurut laporan Hamburger Abendblatt yang sama, seorang saksi yang sebelumnya disebutkan oleh Bild dan Sport Bild sangat tidak setuju bahwa Jatta dan Daffeh bisa jadi orang yang sama, sehingga membantah klaim pers tersebut.
Pada 30 Agustus, media Soccerway mengumumkan bahwa Hamburger SV telah berhasil memperoleh akta kelahirannya, selain paspor Bakery Jatta, dan bersamaan dengan itu sebuah surat pernyataan dari seorang pegawai Kementerian Luar Negeri Gambia.
Otoritas Hamburg yang bertanggung jawab kemudian menyatakan pada tanggal 2 September bahwa mereka menyetujui dokumen yang Jatta serahkan kepada mereka dan bahwa tidak ada bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. Menyusul pernyataan penutupan kasus ini, 1. FC Nürnberg, VFL Bochum dan KSC Karlsruhe yang kalah menarik keberatan mereka terhadap pertandingan yang dimainkan Jatta.
Pada 19 September 2019, Bild/Sport Bild melaporkan bahwa Jatta telah memberikan alamat email yang berisi nama Bakary Daffeh kepada pihak berwenang Bremen pada 2015.
Sozialzentrum Gröpelingen/Walle (otoritas sosial setempat) menyerahkan salinan kuesioner pribadi yang diisi oleh Jatta kepada polisi Bremen, dengan catatan bahwa terdapat banyak ketidakkonsistenan. Saat ditanya oleh penyiar publik NDR, jaksa Bremen mengkonfirmasi pemeriksaan fakta ini. Beberapa minggu kemudian jaksa mengumumkan bahwa tidak akan ada proses lebih lanjut; kasus tersebut akan ditutup dari perspektif mereka.
Juga pada Oktober 2019, CEO penerbit Axel Springer SE (Bild/Sport Bild), Mathias Döpfner, mengkritik lamanya durasi penyelidikan, dan bahwa sebagian besar media akan “secara sistematis” mengabaikan kasus tersebut.
Ia menyebutkan kasus Jatta sebagai contoh mengapa kebencian tumbuh di sebagian penduduk. Selanjutnya, kaitan kasus tersebut dengan penembakan sinagoge Halle yang ia buat menjadi sasaran kritik.
Pada hari-hari pertama bulan Juli 2020, rumah Jatta di Hamburg digeledah oleh polisi karena dicurigai melanggar undang-undang tempat tinggal Jerman, karena ia dicurigai telah membuat klaim palsu mengenai identitasnya.
Menurut jaksa Hamburg, penyelidikan menunjukkan bahwa Jatta telah menjalin kontak dengan orang-orang yang berhubungan dengan Daffeh. Ponsel dan perangkat lainnya disita.
Pada bulan Maret 2022, pengadilan di Hamburg-Altona menolak kasus tersebut.
Karier profesional

Dari penelusuran sukabumiheadline.com, Jatta diketahui memulai karier profesional bersama Hamburg SV II sejak 2016 hingga 2019. Ia bermain dalam 38 laga dan mencetak 20 gol, hingga Desember 2025. Pada tahun yang sama, ia juga bermain di level senior, Hamburg SV, sebanyak 199 dan mencetak 25 gol.
Diketahui, Jatta menandatangani kontrak dengan Hamburger SV pada tahun 2016, memilih HSV daripada rivalnya SV Werder Bremen. Awalnya ia bermain untuk tim cadangan di Regionalliga Nord, sebelum melakukan debut tim utama dalam pertandingan Bundesliga melawan Bremen pada April 2017, menjadi pengungsi pertama yang bermain di Bundesliga. Ia membuat 6 penampilan tim utama di musim pertamanya.
Pada musim 2017–2018 , Hamburg terdegradasi ke kasta 2. Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pada musim pertama mereka di kasta 2. Bundesliga, Jatta menjadi pemain reguler di tim utama dan mencetak gol profesional pertamanya melawan FC Erzgebirge Aue pada November 2018, yang menyebabkan minat dari klub lain. Namun, pada Januari 2019, ia memilih menandatangani kontrak baru lima tahun dengan Hamburg.
Pada Januari 2024, Jatta dikaitkan dengan transfer ke FC Augsburg dan Werder Bremen setelah kontraknya berakhir pada musim panas. Namun, ia kembali menandatangani kontrak lima tahun baru di Hamburg, yang berakhir pada tahun 2029. Jatta saat ini adalah pemain dengan masa bakti terlama kedua di HSV, setelah kiper cadangan Tom Mickel.
Dengan demikian, di luar opsi pinjaman, peluang Pangeran Biru mereka Jatta hampir dipastikan sangat tipis. Mengingat ia masih terikat kontrak di Hamburg SV hingga tiga tahun ke depan.
Karier internasional bersama Timnas Gambia
Jatta dipanggil oleh tim nasional Gambia pada Oktober 2019. Namun, ka menarik diri dari skuad pada November 2019, dengan alasan ingin berkonsentrasi pada karier klubnya.









