26.8 C
Sukabumi
Minggu, Juli 14, 2024

Terobosan skuter matik murah tapi memikat Yamaha Jog 125, cek speknya

sukabumiheadline.com - Yamaha, produsen kendaraan roda dua...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Puan Maharani Kesal Saat Pidato Sepi Tepuk Tangan: Kayak Nonton Wayang

PolitikPuan Maharani Kesal Saat Pidato Sepi Tepuk Tangan: Kayak Nonton Wayang

sukabumiheadline.com l Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengungkapkan kekesalannya terhadap para peserta Rapat Kerja Nasional atau Rakernas IV PDIP.

Hal itu diungkapkan Ketua DPR RI tersebut karena peserta Rakernas IV PDIP tak tepuk tangan saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri, Bakal Calon Presiden Ganjar Pranowo, dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpidato.

“Kok kemarin di pembukaan Rakernas. kayak anyep banget gitu lho kayak acara upacara 17 Agustus, enggak ada sorak-sorai,” ujar Puan saat berpidato pada saat hari kedua Rakernas PDIP di JIExpo, Sabtu (30/9/2023).

Saat Megawati berpidato, Puan mengatakan peserta Rakernas yang terdiri dari perwakilan kader PDIP baru bertepuk tangan ketika diminta.

“Pidato Ibu (Megawati) kalau enggak disuruh tepuk tangan, enggak tepuk tangan. Tepuk tangannya cuma cilik tok. Baru Ibu (bilang) kok enggak semangat, baru tepuk tangan,” kesal dia.

Puan juga menyesalkan tak banyak tepuk tangan terdengar dari para peserta saat Ganjar berpidato. Dia meminta para peserta Rakernas tetap bertepuk tangan tanpa memandang isi pidato atau tidak.

“Terus pidato capres. Mau oke enggak oke mbok ya tetep tepuk tangan, wong masuk TV,” kata dia.

Meski pidato Jokowi dinilai cenderung datar, Puan pun meminta para peserta Rakernas tetap bertepuk tangan. “Pidato Pak Presiden mungkin datar ya tapi mbok ya tepuk tangan biar kesannya kita semangat,” kata dia.

Ketika mendengar tanggapan peserta Rakernas bahwa mereka dilarang tepuk tangan, Puan menyebut hal itu hanya berlaku saat upacara.

“Kalau dalam upacara memang saya sepakat tidak boleh tepuk tangan. Benar. Itu upacara protokol. Cuma pas lagi pidato itu lho,” kata dia.

Puan mengatakan minimnya tepuk tangan itu mirip seperti situasi menonton konser Melayu dan wayang.

Iki piye sih tepuk tangan dikit banget. Itu kayak bukan PDIP. Itu kayak nonton konser. Konsernya bukan konser musik, tapi konser Melayu. Kayak nonton wayang,” Puan mengungkapkan kekesalannya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer