23.4 C
Sukabumi
Minggu, Juli 14, 2024

Terobosan skuter matik murah tapi memikat Yamaha Jog 125, cek speknya

sukabumiheadline.com - Yamaha, produsen kendaraan roda dua...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Sejarah berdiri band heavy metal Jamrud dan fakta menarik Jamrock

Gaya hidupSejarah berdiri band heavy metal Jamrud dan fakta menarik Jamrock

sukabumiheadline.com – Jamrud adalah grup musik hard rock & heavy metal Indonesia yang dibentuk di Kota Cimahi yang dimotori oleh Azis Mangasi Siagian dan Ricky Teddy. Grup musik ini telah merilis 13 album studio, dan 5 album kompilasi.

Awal berdiri, Jamrud bernama Jamrock dan sempat mengalami beberapa kali pergantian formasi sebelum album pertama rilis. Pada tahun 1995, formasi terdiri dari Azis Mangasi Siagian (Gitar), Ricky Teddy (Bass), Krisyanto (Vokal), Fitrah Alamsyah (Gitar) dan Shandy Handoko (Drum).

Jamrud dikenal sebagai salah satu grup band yang sukses besar membawa musik bernuansa heavy metal ke “major label” di Indonesia. Bahkan kedua albumnya yaitu album keempat Ningrat dan album kelima Sydney 090102 masuk jajaran album terlaris di Indonesia dengan penjualan mencapai jutaan copy.

Jamrud dikenal mampu meramu berbagai genre musik dengan lirik lirik yang kocak. Jamrud sendiri sempat mengalami beberapa kali pergantian formasi sebelum album keempat rilis.

Fakta di balik Jamrock menjadi Jamrud

Pada Mei 1995, tiba-tiba Jamrock diterima oleh label rekaman milik Log Zhelebour, yaitu Logiss Records. Perkenalan anak-anak Jamrock dengan Log Zhelebour sendiri bukan baru kali itu, karena Jamrock sendiri pernah mengikuti festival yang pernah digelar Log Zhelebour pada 1984.

Karena sudah saling mengenal akhirnya Mas Log mau menerima Jamrock untuk rekaman. Proses rekaman di Studio Triple M, sejak Juni hingga Agustus 1995. Pada 25 Oktober tahun yang sama, Mas Log mengganti nama Jamrock menjadi Jamrud.

Alasan nama Jamrock diganti menjadi Jamrud karena untuk menghindari permasalahan dikemudian hari dan terasa lebih enak didengar. Awalnya Azis dkk kurang setuju nama Jamrock diganti, sebab nama Jamrock sudah banyak dikenal luas, tapi setelah berunding, mereka pun setuju berganti nama.

Setelah berganti nama menjadi Jamrud, Album pertama Nekad dirilis pada 15 Desember 1995 di bawah naungan Logis Records.

Awal kesuksesan

Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1995), meraih angka penjualan sebanyak 150 ribu keping dalam waktu singkat.

Kesuksesan mereka dilanjutkan dengan album kedua mereka, Putri (1997), yang angka penjualannya mencapai 300 ribu keping. Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1998).

Album tersebut sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia saat itu, terutama lewat lagu Berakit-Rakit dan Terima Kasih, sehingga terjual hingga menyentuh angka 800 ribu keping, prestasi yang sangat luar biasa untuk penjualan album musik cadas di Indonesia saat itu. Mereka juga mendapat anugerah penghargaan sebagai Group Rock Terbaik AMI Award 1999.

Pergantian formasi

Sepanjang perjalanan kariernya, Jamrud beberapa kali mengalami pergantian formasi. Formasi terbaru terdiri dari Azis Mangasi Siagian (gitar), Ricky Teddy (bass), Krisyanto (vokal), Danny Rachman (drum), dan Mochamad Irwan (gitar).

Lirik unik, album terlaris dan tersukses

Selain musik yang keras, Jamrud juga dikenal dengan lirik-liriknya yang kocak dan kreatif, yang membuat mereka berbeda dari band heavy metal lainnya.

Dua album Jamrud yang paling sukses adalah album keempat, Ningrat, dan album kelima, Sydney 090102, yang keduanya menjadi album terlaris di Indonesia.

Album debut Jamrud, Nekad (1995), terjual sebanyak 150.000 kaset dan CD. Album-album berikutnya seperti Putri (1997) mencapai penjualan 300.000 kaset/CD, dan Terima Kasih (1999) terjual hingga 800.000 kaset dan CD.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer