Sejarah dan 8 jenis bumerang, senjata tradisional Aborigin, dari Sukabumi dijual ke Eropa

- Redaksi

Kamis, 30 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bumerang khas Suku Aborigin - National Geographic

Bumerang khas Suku Aborigin - National Geographic

sukabumiheadline.com – Bumerang adalah senjata lempar khas suku Aborigin dari Australia yang digunakan untuk berburu. Sementara senjata serupa Throwing Stick (tongkat lempar) juga diketahui dibuat oleh kebudayaan-kebudayaan lain di seluruh dunia, kebanyakan orang mengasosiasikan bumerang dengan Australia karena konsistensi sejarah dan ragam contohnya.

Gerakan bumerang adalah kombinasi translasi dan rotasi mirip baling-baling helikopter. Bumerang digunakan sebagai alat berburu oleh suku Aborigin pada masa lampau.

Bumerang khas Suku Aborigin - National Geographic
Bumerang khas Suku Aborigin – National Geographic

Mengutip dari Wikipedia, sejak kecil, anak-anak dari suku Aborigin sudah dilatih menggunakan bumerang. Mulai dilatih dari bumerang yang terbuat dari kayu kemudian bumerang dengan logam yang ujungnya tumpul dan dilatih menggunakan logam yang ujungnya tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa bumerang bisa kembali Desain bumerang yang sejak dulu diciptakan mampu membelokkan aliran udara ke atas dan menciptakan efek gaya angkat ke atas (Hukum Bernaulli). Sebabnya adalah, udara di atas bumerang ternyata lebih cepat dari aliran udara yang ada di bawah. Teori ini lah yang rupanya mampu membuat bumerang mengudara lebih lama.

Cara melempar juga membantunya bergerak dalam lingkaran besar. Bumerang harus dipegang secara vertikal sisi lengkungnya menghadap ke pelempar. Bumerang juga mampu berputar sekitar 10 kali perdetik dan bergerak maju dengan kecepatan sekitar 95 km/jam.

Bumerang khas Suku Aborigin - National Geographic
Bumerang khas Suku Aborigin – National Geographic

Belokan otomatis ke kiri ini berasal dari bagaimana angin melewati lengan-lengan yang berputar. Bumerang pun terbang ke depan, tetapi tertarik ke belakang sedikit, setiap kali salah satu lengan memutar ke bawah dan kembali.

Kombinasi ini menimbulkan tekanan di bagian atas bumerang dan berangsur-angsur membelok ke kiri. Ketika membentuk lingkaran besar, bumerang juga akan ‘berbaring’ seperti baling-baling helikopter yang berputar-putar, lalu melayang turun dari udara dan mendarat dengan tepat ke tangan pelemparnya.

Baca Juga :  Keren, ini ragam model bumerang dan ketapel Sukabumi dijual ke Eropa dan Amerika

Bumerang biasanya terbuat dari potongan kayu, tetapi menurut sejarah bumerang juga ada yang terbuat dari tulang. Bumerang modern yang digunakan untuk olahraga terbuat dari plastik, plastik ABS, atau material berteknologi tinggi seperti Karbon Fiber. Bumerang memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran tergantung dari letak geografis, asal usul suku dan kegunaannya.

Bumerang modern

Seiring perkembangan zaman bumerang modern digunakan telah digunakan sebagai alat olahraga. Ada berbagai jenis perlombaan bumerang seperti: accuracy of return, Aussie round, trick catch, maximum time aloft MTA, fast catch, Consecutive Catch, Long Distance, Juggling and endurance. Bumerang modern terbuat dari birchplywood Finlandia, kayu, plastik atau bahan komposit serta memiliki bentuk bermacam.

Salah satu jenis bumerang kreasi Acun Bumerang Sukabumi - Istimewa
Salah satu jenis bumerang kreasi Acun Bumerang Sukabumi – Istimewa

Kebanyakan bumerang olahraga biasanya memiliki berat kurang dari 100 gram Turnamen bumerang modern biasanya melibatkan beberapa atau semua kelas kompetisi yaitu:

  1. Aussie Round: Bumerang idealnya harus menyeberangi 50 meter (160 kaki) lingkaran dan datang kembali ke pusat. Setiap pelempar memiliki lima kesempatan melempar. Poin diberikan untuk jarak, akurasi dan menangkap.
  2. Akurasi: poin diberikan sesuai dengan seberapa dekat tanah bumerang ke pusat cincin. Pelempar tidak boleh menyentuh bumerang setelah telah dilemparkan karena bumerang akan dibiarkan jatuh ke tanah lalu diukur seberapa jauh dari titik melemper sebagai penilaianya. Setiap pelempar memiliki lima kesempatan melempar. Dalam kompetisi utama ada dua kelas untuk kompetisi akurasi: Akurasi 100 dan Akurasi 50.
  3. Endurance: poin diberikan untuk jumlah tangkapan yang dicapai peserta dalam 5 menit.peserta hanya boleh melempar di dalam lingkaran kecil berdiameter 2 meter dan bumerang harus memiliki radius terbang minimal 20 meter.tangkapan boleh di luar lingkaran kecil namun saat melempar harus di dalam lingkaran kecil.
  4. Fast Catch: kompetisi mencatat waktu tercepat yang dibutuhkan untuk melempar dan menangkap bumerang sebanyak lima kali. peserta hanya boleh melempar di dalam lingkaran kecil berdiameter 2 meter dan bumerang harus memiliki radius terbang minimal 20 meter.tangkapan boleh di luar lingkaran kecil namun saat melempar harus di dalam lingkaran kecil.
  5. Trick Catch/Doubling: poin diberikan untuk trik menangkap dengan satu tangan kanan,satu tanagn kiri,belakang punggung, antara kaki, dan sebagainya. Sedangkan Doubling pelempar harus melempar dua bumerang pada saat yang sama dan menangkap mereka secara berurutan dengan cara khusus. bumerang dalam kelas kompetisi ini harus memiliki radius terbang minimal 20 meter
  6. Consecutive Catch: poin diberikan untuk jumlah tangkapan yang didapat sampai bumerang tidak tertangkap, kelas kompetisi ini tidak memiliki batasan waktu dan bumerang dalam kelas kompetisi ini harus memiliki radius terbang minimal 20 meter
  7. MTA 100 (Maksimal Waktu Aloft, 100 meter (330 kaki): poin diberikan untuk jangka waktu yang lamanya boomerang di udara sampai ditangkap pelempar. Bumerang hanya boleh dilempar dan ditangkap di dalam lingkaran berdiameter 100 meter
  8. Long Distance: kelas kompetisi bumerang yang pointnya diukur dari jarak terbang bumerang terjauh yang dapat ditarik garis lurus dengan pelempar, bumerang yang kembali harus masuk lingkaran dengan radius 40 m dari sipelempar.
Baca Juga :  John Paul Ivan Mualaf, Sebut Konsep Tuhan dalam Kristen Tidak Jelas

Diproduksi di Sukabumi

Salah satu jenis bumerang kreasi Acun Bumerang Sukabumi - Istimewa
Salah satu jenis bumerang kreasi Acun Bumerang Sukabumi – Istimewa

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Hendi Setiadi alias Acun pernah mengalami kisah pahit dalam hidupnya, sebelum kemudian ia sukses sebagai perajin bumerang. Kisah pahit itu telah memacu semangatnya hingga berhasil memasarkan produk hasil kreasinya menembus pasar Eropa, Amerika dan Asia. Baca lengkap: Acun Bumerang, produk UMKM asal Sukabumi yang disukai bule dimanja Bea Cukai

Dari produk bumerang kreasinya itu, kini pria berusia 45 tahun sukses meraup pundi-pundi untuk keluarganya. Padahal, ungkap Acun, kisah pahit itu membuatnya terpaksa hijrah dari kampung halamannya, di Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Berita Terkait

Pangling! MUA asal Sukabumi sukses bikin wanita jarang dandan terlihat cantik
Ustadz Derry Sulaiman: Denny Sumargo, Willy Salim dan Hotman Paris segera mualaf
Warga Sukabumi tahu kenapa gambar Khong Guan Biscuits tanpa ayah? Ternyata ini alasannya
5 foto paling sopan Lisa Mariana, ngaku selingkuhan Ridwan Kamil dirujak warganet
Geunjleung! Ridwan Kamil dan Lisa Mariana selingkuh dan punya anak
Viral Bobon Santoso pakai baju tahanan BNN setelah mualaf
Sindir naturalisasi tiga pemain Timnas, media Malaysia ledek nilai Paspor Indonesia
Ketika Kombes Ade Ary Syam Indradi dibuat jengkel, pria asal Sukabumi ini akhirnya nasihati jenderal

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 05:11 WIB

Pangling! MUA asal Sukabumi sukses bikin wanita jarang dandan terlihat cantik

Rabu, 2 April 2025 - 10:00 WIB

Ustadz Derry Sulaiman: Denny Sumargo, Willy Salim dan Hotman Paris segera mualaf

Senin, 31 Maret 2025 - 00:39 WIB

Warga Sukabumi tahu kenapa gambar Khong Guan Biscuits tanpa ayah? Ternyata ini alasannya

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:00 WIB

5 foto paling sopan Lisa Mariana, ngaku selingkuhan Ridwan Kamil dirujak warganet

Kamis, 27 Maret 2025 - 06:46 WIB

Geunjleung! Ridwan Kamil dan Lisa Mariana selingkuh dan punya anak

Berita Terbaru