25.1 C
Sukabumi
Sabtu, Mei 25, 2024

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Sejarah Gereja Iglesia Abacial Spanyol Dibeli Muhammadiyah untuk Masjid

InternasionalSejarah Gereja Iglesia Abacial Spanyol Dibeli Muhammadiyah untuk Masjid

sukabumiheadline.com – Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur membeli sebuah gereja tua yang berlokasi di Alcana, Spanyol.

Hal itu disampaikan oleh ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Saad Ibrahim, dalam sebuah sidang pleno I ‘Muktamar Muhammadiyah’ ke-48 yang telah dilaksanakan secara daring pada Sabtu, (5/11/2022) lalu.

Saad Ibrahim mengatakan Muhammadiyah Jatim membeli sebuah gereja tua di Alcala Spanyol, sekitar 15 menit berkendara dari Madrid.

“Semoga ini menjadi gerakan bagi kita semua dan (rahmat Allah) dapat terwujud melalui kita,” kata Saad dalam keterangan yang dirilis Muhammadiyah Jatim usai konferensi.

Mengutip dari laman This Week in Asia, Kamis (10/11/2022), gereja Gereja Iglesia Abacial, dulunya adalah masjid dan berdiri di atas tanah seluas 3.000 meter persegi.

Sejarah Gereja Iglesia Abacial

Bila Muhammadiyah ingin membeli gereja di Alcala Spanyol karena dahulu merupakan masjid itu memang benar adanya. Salah satu gereja bekas masjid itu adalah gereja yang disebut Iglesia Abacia.

Gereja tersebut terletak di dalam kandang berbenteng tinggi di Alcala, Spanyol. Gereja ini dahulunya, yakni pada zaman Islam berkuasa di Spanyol adalah sebuah model bangunan medina Muslim di mana area komersial dan perumahan menyatu.

Setelah penaklukan kembali, Raja Alfonso XI memerintahkan penghancuran masjid dan pembangunan gereja di situs tersebut. Iglesai Abacial berada dalam wilayah yurisdiksi Uskup Toledo dan dengan wilayah kekuasaan yang meluas di wilayah yang juga sangat luas.

Markas pertamanya adalah kuil bergaya Gotik Renaisans primitif yang direnovasi setelah penaklukan Granada. Rekonstruksinya dimulai pada kuartal kedua abad keenam belas sesuai dengan rencana Martín de Bolívar, dan struktur Gotik dari kubah berbentuk bintang ditutupi dengan dekorasi pelat.

Pada sektor ini, kemudian dibuat kapel pemakaman sertadianggap sebagai pintu gerbang pelat yang monumental, seperti juga lengkungan akses ke Baptistery.

Sisa gereja adalah hasil transformasi yang dilakukan pada abad keenam belas oleh Ambrosio de Vico; kemudian, master Luis González dan Fray Cristóbal de San José yang menambahkan trio kemenangan besar dari lengkungan identik.

Sedangkan ornamen Sakristi, yang melekat pada kuil, dibuat oleh Ginés Martín de Aranda pada abad ketujuh belas. Sebagai kesaksian dari adanya gereja masa primitif ini, hanyalah tersisa pada bangunan Kapel Deán Cherinos yang hingga kini masih berdiri.

Kapel Baptisnya sangat terkenal, dengan fasad Renaisans ganda dan brankas peti, yang oleh beberapa penulis dikaitkan dengan Jacobo Florentino, seorang arsitek terkenal asal Italia yang bekerja di daerah Granada dan Murcia pada awal abad keenam belas.

Kuil itu tetap dalam keadaan sunyi pada akhir abad kedelapan belas karena kota itu telah dikonsolidasikan dan tersebar di dataran selama lebih dari dua abad. Setelah itu terjadi karena kebakaran yang disebabkan oleh pasukan Prancis dalam pelarian mereka dari kota ini.

Akhirnya, nasib bangunan ini berakhir karena pendudukannya pada tahun 1810 mengakhiri aktivitasnya pada bangunan ini. Akhirnya, masjid yang kemudian menjadi gereja ini, kemudian dideklarasikan sebagai oleh penguasa Spanyol dijadikan Aset Kepentingan Budaya pada tahun 1931.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer