23 C
Sukabumi
Kamis, April 25, 2024

Suzuki SUI 125 Meluncur, Spesifikasi Vespa Banget Harga Terjangkau

sukabumiheadline.com l Skutik modern Suzuki Vespa SUI...

Thrust Defender 125, Motor Matic Maxi Bikin Yamaha XMAX Ketar-ketir, Cek Harganya

sukabumiheadline.com l Thrust Defender 125, diprediksi bakal...

Desain Ala Skuter Retro, Intip Spesifikasi dan Harga Suzuki Saluto 125

sukabumiheadline.com l Di belahan dunia lain, Suzuki...

Survei: Sandiaga Uno Tak Ngaruh PPP Tak Lolos ke Senayan, Ini Penyebabnya

PolitikSurvei: Sandiaga Uno Tak Ngaruh PPP Tak Lolos ke Senayan, Ini Penyebabnya

sukabumiheadline.com l Hasil sejumlah lembaga survei mengungkap jika Partai Persatuan Pembangunan (PPP) gagal lolos di Pemilu 2024. Partai berlambang Ka’bah yang kini di bawah komando Mardiono itu disebut memperoleh elektabilitas kecil di bawah ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

Survei terbaru  Centre for Strategic and International Studies (CSIS), pada Desember 2023, menempatkan PPP di posisi kesembilan dan diprediksi tidak lolos parlemen dengan elektabilitas hanya 3,5 persen.

Sementara survei yang digagas Indikator Politik Indonesia mencatat PPP menjadi satu dari delapan partai yang diperkirakan tidak lolos ambang batas parlemen 4 persen dan gagal masuk DPR di Pemilu 2024. PPP berada di urutan kedelapan dengan elektabilitas 2,8 persen.

Survei serupa juga dilakukan Litbang Kompas yang merilis PPP hanya meraih elektabilitas 2,4 persen. Delapan partai lain yang tak lolos ke DPR adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Buruh, PBB, Partai Ummat, Partai Garuda, Partai Gelora, dan Partai Hanura.

Sementara itu, Polling Institute mencatat 10 partai yang diprediksi tidak lolos ke DPR. Satu di antaranya adalah PPP dengan elektabilitas 3,5 persen.

 

Sejumlah pakar politik mengungkapkan sejumlah akar masalah yang membuat PPP terancam gagal masuk DPR lewat Pemilu 2024 berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga. Salah satunya adalah PPP gagal mendapatkan coattail effect atau efek ekor jas dari Pilpres 2024.

Dukungan PPP terhadap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 Ganjar Pranowo-Mahfud MD tak mampu menarik suara elektoral.

Perbedaan ideologi partai dan paslon menjadi penyebabnya. Ganjar-Mahfud secara institusional capresnya lebih mengidentikkan kaum nasionalis, sementara PPP partai islam.

Karenanya, PPP dinilai telah keliru mengambil strategi untuk Pilpres dan Pileg 2024. Keputusan tersebut, lanjut Agung, diperparah dengan konflik internal partai berlambang Ka’bah tersebut.

Di sisi lain, kepemimpinan Mardiono dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno yang dinilai telah kehilangan arah.

Hal itu menyebabkan kebingungan di internal partai dalam mengampanyekan paslon yang didukung karena tidak beririsan dengan massa PPP.

Pengaruh Sandiaga Uno

Kehadiran Sandiaga sebagai Ketua Bappilu juga tidak membantu banyak. Sebab, Sandiaga sendiri kesulitan untuk mempertahankan elektabilitas dan popularitasnya.

Sejumlah pengamat menilai kondisi saat ini merupakan senjakala bagi PPP. Padahal, sejak era Djan Faridz memimpin PPP, banyak menghilangkan tokoh-tokoh kunci yang menjadi simbol PPP, Suharso membuatnya kian buruk, meskipun di akhir masa kepemimpinan sebelum ia dikudeta Mardiono.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer