sukabumiheadline.com – Seorang wisatawan asing tewas dalam insiden kecelakaan laut maut saat naik jetski di Pantai Buffalo, Palabuhanratu, Senin (5/1/2026). Kasus ini kini tengah ditangani Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Sukabumi.
Insiden tersebut mengakibatkan seorang wisatawan mancanegara (wisman) asal Arab Saudi meninggal dunia, sementara satu orang lainnya dalam kondisi kritis.
Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Polda Jawa Barat, pihak kepolisian kini fokus menyelidiki aspek prosedur keselamatan dan kelayakan teknis wahana yang digunakan saat kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesaat setelah menerima laporan mengenai adanya jetski yang terbalik di tengah laut, jajaran Satpolairud Polres Sukabumi langsung berkoordinasi untuk melakukan evakuasi.
Kondisi gelombang yang cukup besar di perairan Pantai Bupalo menjadi tantangan utama saat proses penyelamatan kedua korban.
Kasat Satpolairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, menjelaskan bahwa pihaknya memastikan kedua korban segera dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Berita Terkait: Turis asing ke Sukabumi 2025 cuma segini, meski punya destinasi kelas dunia, dipuji aktor Hollywood

Namun, korban laki-laki berinisial AHR (39) dinyatakan meninggal dunia akibat luka robek serius di bagian kepala, sementara rekan wanitanya, Siti Maryam (41), masih dalam kondisi kritis.
Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami kronologi bagaimana kendaraan air tersebut bisa kehilangan keseimbangan hingga terbalik. Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, diduga kuat kendaraan terhempas ombak besar yang memicu benturan keras pada korban.
“Kami masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Fokus kami adalah menelusuri faktor-faktor penyebab kecelakaan, termasuk pemeriksaan terhadap aspek teknis wahana jetski serta pemenuhan prosedur keselamatan oleh pihak pengelola,” tegas Kasat Polairud
Menyikapi insiden tragis ini, Satpolairud Polres Sukabumi memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola wisata bahari dan wisatawan di sepanjang garis pantai Palabuhanratu.
Kepolisian menekankan bahwa keselamatan nyawa harus menjadi prioritas utama di atas aktivitas hiburan.
“Kami mengingatkan dengan tegas agar pengelola wahana dan para wisatawan tidak mengabaikan faktor keselamatan. Terutama saat kondisi cuaca buruk atau gelombang sedang tinggi, penggunaan wahana laut harus benar-benar diawasi secara ketat sesuai standar prosedur operasional,” tambahnya.









