sukabumiheadline.com – Laga panas antara Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat berakhir dengan kekerasan Bobotoh menyerang steward. Seperti diketahui, duel dua klub besar di Indonesia itu berlangsung Senin (23/9/2024).
Laga sendiri dimenangkan oleh Maung Bandung dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persib Bandung. Kedua gol Persib dicetak oleh Dimas Drajad dan Ryan Kurnia.
Sayangnya, usai laga situasi di lapangan menjadi tidak kondusif. Setelah pemain dari kedua tim masuk ke ruang ganti, sejumlah penonton terlihat menyalakan flare dari arah tribun utara dan tribun selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi kemudian disusul dengan puluhan Bobotoh dari tribun selatan turun ke lapangan dan melempari serta memukul steward yang sedang bertugas.
Meskipun penyebab kerusuhan tersebut belum diketahui secara pasti, berhasil dipastikan bahwa kericuhan ini tidak terjadi karena ulah suporter kedua tim.
Kekerasan yang dilakukan suporter terhadap steward ini disebabkan oleh kesalahpahaman yang terjadi pada pertandingan Persib melawan Port FC beberapa waktu lalu.
Untungnya petugas kepolisian di luar area stadion langsung bergegas menghentikan amarah Bobotoh yang menyerang steward di dalam lapangan, sehingga situasi mencekam berhasil dipadamkan dalam beberapa menit.
Tiket face recognition
Guna mencegah peristiwa serupa terulang, manajemen Persib melakukan pertemuan dengan salah satu kelompok Bobotoh, yakni Viking Persib Club (VPC), pada Kamis (26/9/2024). Dari pihak manajemen Persib, hadir antara lain Umuh Muchtar selaku Manajer PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dan Adhitia Putra (Interim Sporting Directror PT PBB).
Dalam pertemuan yang digelar di Graha Persib Sulanjana, Kamis, (26/09/2024) itu, menemukan kesimpulan, bahwa VPC menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat kerusuhan setelah laga lawan Persija Jakarta.
Selain itu, steward Viking Persib Club tidak terlibat aksi pelecehan verbal, tribun timur yang biasa menjadi tempat VPC nonton langsung disebut aman dan terkendali. VPC juga menyebut bahwa distribusi tiket secara offline untuk para Korwil VPC dari luar kota dikarenakan jarak yang jauh.
Selanjutnya, pihak manajemen Persib berjanji akan memberlakukan sistem tiketing baru yang rencananya akan menggunakan face recognition atau sistem pengenalan wajah. Selain itu, manajemen Persib berjanji akan menjalin hubungan terbuka dengan Bobotoh.