22.1 C
Sukabumi
Selasa, Juni 18, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Honda dan Suzuki Ketar-ketir, Yamaha Vinoora 125 Dirilis, Desain Retro dan Lampu Unik

sukabumiheadline.com l Yamaha resmi memperkenalkan skutik baru...

Desain Ala Skuter Retro, Intip Spesifikasi dan Harga Suzuki Saluto 125

sukabumiheadline.com l Di belahan dunia lain, Suzuki...

Vladimir Putin Murka karena Warganya Bakar AlQuran, Hukuman Ngeri Menanti Pelaku

InternasionalVladimir Putin Murka karena Warganya Bakar AlQuran, Hukuman Ngeri Menanti Pelaku

sukabumiheadline.com l Presiden Rusia, Vladimir Putin murka setelah seorang pria warganya ditahan pihak berwenang kota Volgograd sejak bulan lalu setelah membakar salinan AlQuran di depan sebuah masjid.

Putin bereaksi keras dengan mengatakan tersangka harus menjalani hukuman di wilayah federasi yang mayoritas Muslim.

Diketahui, pria pembakar salinan AlQuran itu bernama Nikita Zhuravel. Ia merekam tindakannya tersebut sehingga memicu kemarahan di Rusia, khususnya di wilayah otonomi Republik Chechnya yang mayoritas berpenduduk Muslim, di mana ribuan orang memprotes penistaan kitab suci.

Zhuravel sendiri dilaporkan telah dibawa ke pusat penahanan pra-sidang di Grozny, Ibu Kota Chechnya.

“Mereka akan menjalani hukumannya, seperti yang dinyatakan oleh Menteri Kehakiman, di tempat-tempat perampasan kebebasan yang terletak di salah satu wilayah Rusia dengan populasi mayoritas Muslim,” tegas Putin seperti dilansir TASS.

Namun, kebijakan tersebut, seperti dilansir The Moscow Times, Jumat (16/6/2023) diprotes pengacara dan aktivis. Mereka memperingatkan bahwa keputusan untuk mentransfer kasus Zhuravel ke penyidik Chechnya menempatkannya pada risiko penyiksaan atau kematian.

Sementara, Komite Investigasi Rusia mengeklaim bahwa tersangka mengaku telah bertindak dengan imbalan 10.000 rubel dari badan intelijen Ukraina.

Merespons insiden tersebut, Menteri Kehakiman Rusia Konstantin Chuichenko mengusulkan: “Setelah putusan dijatuhkan, orang yang melakukan kejahatan harus dikirim untuk menjalani hukumannya di salah satu lembaga pemasyarakatan yang terletak di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim.”

Dilansir situs web Caucasian Knot, seorang pengacara bernama Galina Tarasova menjelaskan bahwa menurut undang-undang, kasus pidana harus diselidiki di tempat kejahatan dilakukan.

Sedangkan pengacara lainnya, Ekaterina Vanslova, mengatakan pria itu dikirim ke wilayah di mana, karena keadaan kasus ini dan kekhususan wilayah tersebut. “Ada risiko penyiksaan yang wajar dan bahkan risiko nyawa terhadao Zhuravel,” kata dia.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer