Warga di kawasan pantai Sukabumi wajib tahu kenapa Megathrust jadi ancaman serius

- Redaksi

Senin, 21 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tsunami - Istimewa

Ilustrasi tsunami - Istimewa

sukabumiheadline.com – Warga di kawasan pantai Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, wajib tahu dan waspada bahwa Pulau Jawa dikepung oleh zona megathrust, yang semuanya berada di selatan Jawa. Zona megathrust ini perlu mendapat perhatian khusus karena menyimpan energi besar dan dapat memicu gempa dahsyat dan tsunami.

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nuraini Rahma Hanifa dalam sebuah diskusi daring yang tayang di kanal YouTube BRIN, Jumat (30/8/2024) lalu.

Merujuk Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 seperti pada gambar di bawah, setidaknya ada empat segmen megathrust di selatan Pulau Jawa, yakni Megathrust Selat Sunda-Banten, Megathrust Jawa Barat, Megathrust Jateng-Jatim, dan Megathrust Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zona megathrust di Indonesia - Istimewa
Zona megathrust di Indonesia – Istimewa

Menurut Rahma, bagian selatan Jawa menjadi salah satu zona yang tidak terlalu aktif dalam hal kegempaan. Menurutnya hal ini menjadikannya sebagai zona seismic gap.

Berita Terkait: Sukabumi, Pangandaran, Tasikmalaya, Garut dan Cianjur berpotensi terdampak megathrust

Seismic gap merupakan zona sumber gempa potensial, akan tetapi belum terjadi gempa besar dalam masa puluhan hingga ratusan tahun terakhir. Zona ini diduga sedang mengalami proses akumulasi medan tegangan/stress kerak Bumi.

Seismic gap itu kami temukannya di daerah Enggano ke selatan, daerah Mentawai, daerah Selat Sunda, sampai selatan Jawa, sampai ke Bali, Lombok. Makanya mungkin ini mendapat highlight dan peringatan yang cukup kuat dari beberapa pihak,” kata Rahma dikutip sukabumiheadline.com, Senin (21/10/2024).

Baca Juga :  Dinihari Sukabumi diguncang gempa M 4,8

Baca Juga: Bukan isapan jempol, megathrust dan tsunami pernah 10 kali terjadi di pantai Selatan Jawa

Mengutip laman resmi BRIN, berdasarkan peta gempa 2017 yang sedang diperbarui dan diproyeksikan rampung pada akhir 2024, lokasi megathrust di Indonesia umumnya terletak di sisi barat Sumatera hingga selatan Jawa.

“Bidang megathrust ini seukuran Pulau Jawa. Bayangkan jika bergerak 20 meter secara serentak, goncangannya akan sangat besar,” jelas dia.

Dia mengatakan di selatan Jawa megathrust terbentang sepanjang 1.000 km dengan bidang kontak selebar 200 km, yang menghujam hingga kedalaman sekitar 60 km, dan terus menerus mengakumulasi energi yang siap dilepaskan. Baca selengkapnya: Peneliti BRIN: Lempeng Megathrust seukuran Pulau Jawa, bayangkan jika bergerak 20 meter

“Di bawah Pulau Jawa, terdapat lempeng samudera Indo-Australia yang menghujam ke bawah selatan Jawa, sedangkan di atasnya ada lempeng kontinental. Pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng kontinental inilah yang disebut bidang megathrust,” jelas Rahma.

Baca Juga: Waspada Palabuhanratu Sukabumi, ini 5 wilayah terdampak gempa megathrust prediksi BMKG

Siklus 400 tahunan

Fakta lainnya yang wajib diketahui oleh warga Sukabumi, gempa akibat energi besar yang dilepaskan megathrust di selatan Jawa diperkirakan bisa terjadi setiap 400 tahun sekali dengan Magnitudo 8,8.

Menurut epala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, hal tersebut berdasarkan perhitungan sejumlah peneliti menggunakan Global Positioning System (GPS) pada 2022.

“[Kami] mencoba menggunakan GPS, Bumi kita bergerak dan pergerakannya itu bisa dihitung dari GPS. Pergerakannya ini kemudian kita estimasi sampai maksimalnya itu dia bisa menahan itu kekuatan gempanya berapa,” ujar dia saat itu.

Baca Juga :  Pernah Meletus, 5 Fakta Gempa Tektonik di Gunung Salak Meningkat, 74 Rumah di Sukabumi Rusak

“Sampai untuk Selatan Jawa hitungan periode ulang itu ada di kisaran 400 tahunan. Satu segmen megathrust dengan kekuatan 8,8,” imbuhnya.

Megathrust merupakan lajur zona pertemuan antar lempeng tektonik (subduksi) yang kedalamannya terbilang dangkal, yakni kurang dari 50 km.

Baca juga:

Selatan Jawa memiliki dua segmen megathrust, yakni segmen selatan Jawa bagian barat dan segmen selatan Jawa bagian timur.

“Kita punya dua segmen, segmen selatan Jawa bagian barat dan selatan Jawa bagian timur, kalau dia pecah satu-satu yang barat itu M 8,8, yang timur itu M 8,9, kalau pecah langsung itu sekitar M 9,1,” ungkap Abdul.

Meski demikian, informasi yang kurang mencukupi membuat Abdul tidak dapat menarik kesimpulan kapan gempa megathrust tersebut akan terjadi. Namun, catatan terakhir menunjukkan gempa megathrust selatan Jawa terakhir kali terjadi pada 1818.

“Kita masih belum bisa menentukan ini kira-kira berapa puluh tahun lagi dia akan perulangan dengan kekuatan 8,8 sampai 9 ini. Jadi yang harus menjadi tantangan kita di sini untuk bisa menggali lebih dalam lagi untuk mengetahui di belakang itu historisnya seperti apa,” tutur pria yang akrab disapa Aam ini.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi puji Program Pro Women 3
Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi
Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127
Pria pemilik senapan angin di Sukabumi diamankan polisi
Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia
DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur
Kecamatan MDPL tertinggi di Sukabumi, bukan Parakansalak, Kabandungan, Kadudampit
Ribuan orang dijebloskan ke sel Polres Sukabumi Kota? Dipicu pengangguran?

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:12 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi puji Program Pro Women 3

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:15 WIB

Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:57 WIB

Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:14 WIB

Pria pemilik senapan angin di Sukabumi diamankan polisi

Jumat, 6 Februari 2026 - 04:12 WIB

Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia

Berita Terbaru

Yamaha Zuma 125 - sukabumiheadline.com

Tak Berkategori

Harga Yamaha Zuma 125: Skutik tangguh serba bisa dan irit BBM

Minggu, 15 Feb 2026 - 05:08 WIB

Ilustrasi ibu menggendong bayinya pascalahiran - sukabumiheadline.com

Sains

Ben Shenhar: 50% umur manusia ditentukan faktor genetik

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:29 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131