Warga Sukabumi, Tak Lama Lagi Rp1.000 Jadi Rp1, Ini Skenario Redenominasi Rupiah

- Redaksi

Rabu, 28 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redenominasi, penghapusan tiga angka nol di belakang, Rp1.000 jadi Rp1. l Istimewa

Redenominasi, penghapusan tiga angka nol di belakang, Rp1.000 jadi Rp1. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Warga Sukabumi, Jawa Barat yang rajin membaca informasi terkait wacana redenominasi Rupiah, rencana tersebut kembali disuarakan Bank Indonesia (BI). Pada prinsipnya, Bank Sentral itu sudah siap dengan segala tahapan dan skenario redenominasi Rupiah.

Hal itu dikemukakan Gubernur BI, Perry Warjiyo, hanya saja, saat ini BI tengah menunggu momen tepat untuk menerapkan redenominasi Rupiah dari Rp1.000 menjadi Rp1 tesebut.

“Redenominasi sudah kami siapkan dari dulu. Masalah desain dan tahapan-tahapannya, baik secara operasional dan bagaimana tahapan-tahapannya,” kata Perry seperti ditulis, Selasa (27/6/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk diketahui, redenominasi berbeda dengan sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi stabil dan menuju kearah yang lebih sehat.

Sedangkan sanering, adalah pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, di mana yang dipotong hanya nilai uangnya.

Sementara dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang, hanya dihilangkan beberapa angka nolnya saja.

Dengan begitu, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang).

Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

Tahapan yang Direncanakan

BI sebenarnya sudah pernah memaparkan hal ini kepada DPR beberapa tahun lalu melalui Rancangan Undang-Undang Redenominasi.

Dalam RUU tesebut, pelaksanaannya pun membutuhkan waktu minimal tujuh tahun. Dari tujuh tahun tersebut, dua tahun akan digunakan sebagai masa persiapan seperti sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku ekonomi.

Baca Juga: Jadi Miliarder dari Jual Foto Selfie, Akhirnya Ghozali Everyday Dicolek DJP

Sedangkan, kurun lima tahun akan digunakan sebagai masa transisi, sebelum nantinya menghapus mata uang lama dari peredaran.

Uang transisi ini akan diedarkan dan digunakan kurang lebih selama lima tahun. Jika semuanya sudah terbiasa, maka Bank Indonesia akan mencetak uang dengan desain baru dengan angka yang baru.

Masyarakat Sudah Terbiasa 

Jika melihat fenomena di masyarakat Sukabumi, tanpa disadari sebenarnya warga secara tidak langsung telah terbiasa menerapkan redenominasi Rupiah meski secara informal.

Seperti di mal, restoran, kafe, atau bioskop, terpampang daftar harga atau tarif dengan embel-embel “K” dibelakang digitnya, misal Rp30.000 cukup ditulis 30 K saja.

Warga Sukabumi tentunya sudah memahami bahwa makna ‘K’ di sini memiliki arti umum kelipatan seribu.

Bahkan di pasar-pasar tradisional di Sukabumi atau di warung warung, transaksi antara pedagang dan pembeli juga sudah mulai sederhana dalam penyebutan nominal Rupiah saat melakukan tawar-menawar.

Sebagai contoh, pedagang buah menawarkan satu kilogram buah apel dengan harga Rp30.000, dan pembeli menawarnya hanya menyebut 20 saja yang artinya Rp20.000 per kilogram.

Dari fenomena tersebut, tanpa disadari, sebetulnya masyarakat secara tidak langsung sudah menerapkan redenominasi Rupiah meski secara informal.

Berita Terkait

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang
5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026
CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus
Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif
Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak
Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan
Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:47 WIB

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46 WIB

CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Berita Terbaru

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB