sukabumiheadline.com – Hari ini, 14 Februari populer diperingati kalangan muda hingga dewasa sebagai Hari Kasih Sayang, atau Hari Valentine.
Jauh sebelum populer di Tanah Air, Hari Valentine kerap dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang di Amerika Serikat serta di Inggris, Kanada, dan Australia, dan juga dirayakan di negara lain, termasuk Argentina, Prancis, Meksiko, dan Korea Selatan.
Bahkan, di Filipina, ini adalah hari jadi pernikahan yang paling umum, dan pernikahan massal ratusan pasangan bukanlah hal yang jarang terjadi pada tanggal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari Valentine kemudian telah berkembang menjadi ungkapan kasih sayang di antara kerabat dan teman. Banyak anak sekolah bertukar kartu valentine satu sama lain pada hari ini.
Dikutip sukabumiheadline.com dari artikel Valentine’s Day terbit di Britannica, sejarah Valentine berakar dari kombinasi tradisi Romawi Kuno, Lupercalia, dan kisah martir Kristen Santo Valentinus pada abad ke-3.
“Santo Valentinus dihukum mati pada 14 Februari karena menikahkan pasangan secara rahasia, menentang larangan Kaisar Claudius II,” tulis artikel media yang berkantor di Chicago, Illinois, Amerika Serikat itu, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Paus Gelasius I kemudian menetapkan 14 Februari sebagai hari peringatan Santo Valentinus pada abad ke-5, menggantikan tradisi Lupercalia.
Berikut adalah rangkuman poin penting tentang sejarah Hari Valentine yang juga banyak dirayakan kelangan generasi muda Indonesia. Bahkan, hingga ke daerah seperti Sukabumi, dan lainnya.
1. Legenda Santo Valentinus (Abad ke-3): Santo Valentinus adalah seorang imam di Roma yang menentang kaisar Claudius II, yang melarang prajurit muda menikah. Valentinus diam-diam menikahkan pasangan muda dan akhirnya dihukum mati pada 14 Februari.
2. Kisah “From Your Valentine”: Versi lain menyebutkan Valentinus dipenjara karena membantu orang Kristen melarikan diri. Selama dipenjara, ia jatuh cinta pada putri sipir dan mengirimkan surat cinta bertanda “From your Valentine” sebelum dieksekusi.
3. Festival Lupercalia: Sebelum menjadi Hari Kasih Sayang, pertengahan Februari dirayakan dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia, yang melibatkan ritual kesuburan.
4. Penetapan Gereja: Paus Gelasius I pada akhir abad ke-5 menghapus Lupercalia dan menetapkan tanggal 14 Februari sebagai Hari Santo Valentinus untuk mengubah tradisi pagan menjadi perayaan Kristen.
5. Asosiasi Romantis (Abad Pertengahan): Tradisi ini mulai dikaitkan dengan cinta romantis dan percintaan pada abad ke-14 dan 15.
Sejarah dan apa itu Hari Valentine?
Hari Valentine, hari di mana para kekasih mengungkapkan kasih sayang mereka dengan ucapan dan hadiah. Hari Valentine baru mulai dirayakan sebagai hari romantis sekitar abad ke-14.
Mengingat kemiripannya, muncul dugaan bahwa Hari Valentine berasal dari festival Romawi yang disebut Lupercalia, diadakan pada pertengahan Februari. Festival ini, yang merayakan datangnya musim semi, mencakup ritual kesuburan dan perjodohan perempuan dengan laki-laki melalui undian.
Hingga pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I melarang perayaan Lupercalia dan terkadang dianggap menggantikannya dengan Hari Valentine, tetapi asal usul sebenarnya dari hari raya ini masih sangat samar.
Meskipun dikisahkan ada beberapa martir Kristen bernama Valentine, hari itu mungkin mengambil namanya dari seorang imam yang menjadi martir sekitar 270 M oleh Kaisar Claudius II Gothicus.
Menurut legenda, imam tersebut menandatangani surat “dari Valentine-mu” kepada putri sipir penjara, yang telah ia jadikan teman, dan menurut beberapa catatan, berhasil disembuhkan dari kebutaan.
Catatan lain menyatakan bahwa Santo Valentine dari Terni, seorang uskup, yang namanya digunakan untuk hari raya tersebut, meskipun mungkin saja kedua santo tersebut sebenarnya adalah orang yang sama.
Legenda umum lainnya menyatakan bahwa Santo Valentine menentang perintah kaisar dan secara diam-diam menikahkan pasangan untuk menyelamatkan para suami dari peperangan. Karena alasan inilah hari rayanya dikaitkan dengan cinta.
Bagaimana Hari Valentine dirayakan?
Dalam tradisi modern, pada abad ke-18 di Inggris, bertukar bunga, permen, dan kartu ucapan “valentine” menjadi populer, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Kartu valentine muncul pada era 1500-an, dan pada akhir 1700-an kartu yang dicetak secara komersial sudah digunakan. Sedangkan, kartu Valentine Amerika Serikat dicetak pada pertengahan 1800-an.
Kartu Valentine umumnya menggambarkan Cupid, dewa cinta Romawi, bersama dengan hati, yang secara tradisional merupakan tempat bersemayamnya emosi.
Karena diyakini bahwa musim kawin burung dimulai pada pertengahan Februari, burung juga menjadi simbol hari tersebut. Hadiah tradisional seperti permen dan bunga, khususnya yang berwarna merah sebagai simbol keindahan dan cinta.









